Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Kebakaran Terjadi Saat Festival Kembang Api di Jepang, Petugas Lompat ke Laut Jepang

260
×

Kebakaran Terjadi Saat Festival Kembang Api di Jepang, Petugas Lompat ke Laut Jepang

Sebarkan artikel ini

Jepang, SniperNew.id —  Sebuah insi­d­en menge­jutkan ter­ja­di di Jepang saat fes­ti­val kem­bang api yang diadakan dekat per­muki­man war­ga malah beru­jung pada kebakaran, Selasa (05/08).

Keja­di­an ini per­ta­ma kali dibagikan oleh akun peng­gu­na media sosial Threads berna­ma gilbran­i­ma­mi, yang menye­but bah­wa kem­bang api terse­but dilun­curkan dari atas kapal dan menye­babkan kebakaran. Para staf yang bera­da di lokasi lang­sung melom­pat ke dalam air untuk menye­la­matkan diri.

“Fes­ti­val kem­bang api deket rumah malah jadi kebakaran. Kem­bang api dilun­curin dari atas kapal. Staffnya lang­sung lom­pat ke dalam air,” tulis gilbran­i­ma­mi dalam ung­ga­han­nya yang telah diton­ton lebih dari 8.493 kali, dis­er­tai den­gan gam­bar ledakan cahaya berwar­na mer­ah menyala, menun­jukkan inten­si­tas ledakan saat kem­bang api dilun­curkan.

  Viral Kondisi Kota Kuala Simpang Tuai Sorotan Publik

Peri­s­ti­wa ini menim­bulkan kepri­hati­nan dari war­ganet. Salah satu komen­tar datang dari peng­gu­na ainic­a­haya­ma­ta yang menuliskan kekhawati­ran­nya atas kea­manan fes­ti­val kem­bang api yang pop­uler di Jepang terse­but.

“Ya Allah ini banget yang ada di piki­ranku, pes­ta kem­bang api di Jepang yang ruameee banget itu den­gan kem­bang api yang jum­lah­nya men­ca­pai 20rb-an apakah aman? Mes­ki begi­tu tetap suka han­abi­an 😢”

Komen­tar ini meng­garis­bawahi ketaku­tan masyarakat men­ge­nai skala besar per­tun­jukan kem­bang api di Jepang yang mes­ki spek­takuler, tetap meny­im­pan risiko kese­la­matan, teruta­ma bila dilakukan di area padat pen­duduk atau dekat per­muki­man.

Komen­tar lain yang cukup kon­tro­ver­sial datang dari peng­gu­na theomars777, yang menyen­til sisi sejarah Jepang:

“Leluhurnya pasti bang­ga Kamikaze masih dilestarikan.”

 

Perny­ataan ini bisa dimak­nai seba­gai kri­tik tajam ter­hadap tin­dakan atau kepu­tu­san yang diang­gap nekat dalam pelak­sanaan fes­ti­val terse­but.

  BREAKING NEWS: Kematian Prajurit TNI Rafael Luna Dipertanyakan

Semen­tara itu, akun chestielle menyam­paikan rasa sim­pati dan berharap tidak ada kor­ban jiwa dalam insi­d­en ini.

“Innalil­lahi wa inna ilai­hi raji­un… semoga gak ada kor­ban jiwa…”

Hal seru­pa juga diungkap­kan oleh peng­gu­na nadi­ax­worldmap, yang secara lang­sung menanyakan: “Ada kor­ban jiwa tak?”

Sayangnya, hing­ga saat ini belum ada keteran­gan res­mi dari otori­tas setem­pat men­ge­nai penye­bab pasti kebakaran dan apakah ada kor­ban jiwa atau luka-luka dalam insi­d­en ini. Namun dari infor­masi yang beredar di plat­form Threads terse­but, bisa dipastikan bah­wa keja­di­an ini berlang­sung cukup drama­tis hing­ga para staf yang bera­da di kapal pelun­cur kem­bang api harus menye­la­matkan diri den­gan melom­pat ke laut.

Fes­ti­val kem­bang api, atau dike­nal den­gan “Han­abi Taikai”, memang meru­pakan bagian dari budaya musim panas di Jepang dan san­gat dinan­ti-nan­tikan masyarakat. Namun skala pelun­cu­ran yang san­gat besar—sebagaimana dise­butkan oleh ainic­a­haya­ma­ta men­ca­pai 20.000 kem­bang api menim­bulkan per­tanyaan ten­tang reg­u­lasi kea­manan yang dit­er­ap­kan.

  Pelaminan Alami, Akad Nikah di Air Terjun Viral

Peng­gu­naan kapal seba­gai lan­dasan pelun­cu­ran sebe­tul­nya cukup umum dilakukan di Jepang, khusus­nya untuk mence­gah per­cikan api men­ca­pai daratan.

Namun dalam kasus ini, langkah terse­but jus­tru beru­jung pada musi­bah. Tidak dike­tahui apakah ter­da­p­at kesala­han tek­nis, cua­ca buruk, atau kelala­ian manu­sia yang menye­babkan ledakan dan kebakaran ter­ja­di.

War­ganet berharap pihak penye­leng­gara dan otori­tas Jepang segera mem­berikan pen­je­lasan res­mi dan menin­jau ulang stan­dar kea­manan per­tun­jukan semacam ini agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang kem­bali.

Semen­tara itu, ung­ga­han dari gilbran­i­ma­mi terus menye­bar luas di media sosial dan men­ja­di bahan diskusi pub­lik ten­tang pent­ingnya mit­i­gasi risiko dalam seti­ap per­ayaan besar, teruta­ma yang meli­batkan bahan peledak seper­ti kem­bang api.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat bah­wa di balik kein­da­han pes­ta kem­bang api, selalu ada risiko besar yang harus dikelo­la den­gan serius demi kese­la­matan bersama. Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *