Jakarta, SniperNew.id – Kepanikan melanda warga Taman Shangrila 2, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, setelah sebuah insiden kebakaran kabel terjadi pada Selasa (26/8/2025) dini hari. Petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berkobar dari kabel yang menjuntai di sekitar permukiman warga.
Insiden kebakaran ini menjadi perhatian warga sekitar, terutama karena lokasinya berada di area pemukiman padat penduduk. Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram infopetukangan sekitar satu jam setelah kejadian, terlihat kobaran api membara di kabel yang terpasang di tiang listrik di kawasan tersebut. Dalam unggahan tersebut juga disertai keterangan, “KABEL TERBAKAR… Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dari kabel yang terbakar di Taman Shangrila 2, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa dini hari tadi, 26 Agustus 2025. Tidak diketahui penyebab kebakaran kabel tersebut, ‘itu kabel listrik apa kabel telpon yaaak,’ kata warga.”
Video yang dibagikan oleh akun tersebut memperlihatkan suasana mencekam. Kobaran api tampak jelas di ujung tiang listrik, sementara warga sekitar tampak berkumpul dengan rasa was-was. Lampu jalan yang menyala terang memperlihatkan lokasi kejadian dengan jelas. Api terlihat menyambar kabel, sementara petugas pemadam kebakaran terlihat berupaya keras mengendalikan situasi agar api tidak merembet ke rumah warga atau fasilitas umum di sekitarnya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera mengambil tindakan dengan menyemprotkan air ke arah sumber api. Berdasarkan kesaksian warga, mobil pemadam tiba tidak lama setelah laporan kebakaran masuk ke call center dinas pemadam kebakaran setempat.
“Kami langsung telepon pemadam begitu lihat api. Takutnya merembet ke rumah soalnya di sini kan kabelnya banyak yang saling silang,” ujar Sumarni, salah satu warga yang rumahnya berada di dekat lokasi kejadian.
Kebakaran kabel di kawasan perkotaan seperti Jakarta Selatan memang bukan kali pertama terjadi. Banyaknya kabel listrik, internet, dan telepon yang menggantung di tiang kerap menjadi potensi bahaya tersendiri, terutama saat musim hujan atau terjadi gangguan teknis. Namun, kejadian kali ini menimbulkan kekhawatiran lebih besar karena api tampak membesar dan terlihat hingga radius puluhan meter.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran kabel di Taman Shangrila 2. Pihak PLN dan operator jaringan telekomunikasi disebut telah dikerahkan untuk memeriksa kabel yang terbakar.
“Belum bisa dipastikan itu kabel apa, listrik atau telepon, karena masih dalam penyelidikan. Saat ini fokus kami adalah memastikan keamanan warga dan mencegah terjadinya kebakaran susulan,” ujar salah satu petugas di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Warga pun berharap pihak berwenang segera melakukan pengecekan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. “Kalau bisa, setelah ini dicek semua kabel-kabelnya. Soalnya di sini kabelnya semrawut, takut kejadian kayak gini lagi,” kata Heri, warga lainnya.
Kebakaran kabel di tengah malam tentu memicu kepanikan. Beberapa warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan memastikan api tidak menjalar. Dalam video yang viral tersebut, tampak sejumlah warga berdiri di kejauhan sambil mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka.
“Tadi saya dengar suara kayak letupan kecil, pas keluar rumah sudah ada api di kabel. Kita panik, langsung teriak-teriak minta tolong,” ungkap Iwan, saksi mata yang ikut membantu mengatur lalu lintas warga di sekitar lokasi kejadian.
Beberapa warga lain terlihat berinisiatif membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba. Namun, karena lokasi api berada di ketinggian, usaha warga tidak membuahkan hasil.
Peristiwa kebakaran kabel ini kembali menyoroti masalah tata kelola jaringan kabel di Jakarta. Di banyak wilayah, kabel listrik, internet, dan telepon kerap digantung secara bersamaan di tiang yang sama, bahkan sering kali tanpa penataan rapi. Hal ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan risiko kebakaran atau korsleting listrik.
“Kalau hujan atau ada angin kencang, kabel suka saling menyentuh. Ini yang bikin rawan korsleting,” kata Ridwan, warga lainnya yang mengaku sering melihat percikan api dari kabel di sekitar lingkungannya.
Dinas terkait diharapkan segera menindaklanjuti peristiwa ini dengan melakukan pengecekan menyeluruh, termasuk merapikan jaringan kabel di kawasan pemukiman padat.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, yang dihubungi secara terpisah, mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan percikan api atau kabel yang terlihat tidak aman. “Warga harus lebih waspada dan jangan menyepelekan tanda-tanda bahaya, seperti percikan api atau suara mendesis dari kabel. Segera laporkan agar bisa segera ditangani,” ujarnya.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jaringan kabel, serta memastikan pohon-pohon di sekitar rumah tidak mengenai kabel. “Pencegahan lebih baik daripada penanganan. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tambahnya.
Menurut informasi terakhir yang diterima redaksi, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian pertama dilaporkan. Tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka akibat kebakaran ini. Namun, sebagian warga sempat mengalami gangguan aliran listrik dan koneksi internet karena kabel yang terbakar.
Saat ini, petugas masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada api yang tersisa, sementara teknisi listrik dan telekomunikasi mulai melakukan pemeriksaan dan perbaikan kabel.
Peristiwa kebakaran kabel di Taman Shangrila 2 menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pihak berwenang untuk lebih memperhatikan keselamatan jaringan infrastruktur listrik dan komunikasi di kawasan perkotaan. Kejadian ini juga menegaskan pentingnya kesadaran warga untuk segera melaporkan potensi bahaya, serta perlunya langkah preventif dari pemerintah dan pihak terkait agar kasus serupa tidak kembali terjadi. (Ahmad)













