Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Jual Kain Untuk Makan,Diduga Nenek Suryani Tidak Masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Tak Masuk Program PKH

576
×

Jual Kain Untuk Makan,Diduga Nenek Suryani Tidak Masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Tak Masuk Program PKH

Sebarkan artikel ini

Ser­gai. SniperNew.id — Menyedihkan meli­hat kehidu­pan dan nasib yang diala­mi oleh Nek Suryani yang kini beru­sia 69 tahun, seo­rang jan­da tua, ting­gal di Dusun satu Desa Pematang Kuala, Keca­matan Teluk Mengkudu, Kabu­pat­en Ser­dang Beda­gai, Sumat­era Utara.

Menu­rut pen­gakuan­nya, Sab­tu 8.Februari 2025, ia per­nah tidak makan sela­ma dua hari, kare­na tidak ada Beras,lauk pauk di rumah yang di tumpanginya untuk dimasak.

  Masyarakat Desa Harapan Baru Daerah Ketapang Tolak Pemilihan Pengantin Ketua Koperasi 

Ia juga mencer­i­takan sulit­nya men­da­p­atkan uang keti­ka anaknya juga tidak ada uang dan untuk men­da­p­atkan uang sebut Nek Suryani, ia per­nah men­jual kain Sarung hanya untuk memenuhi kebu­tuhan makan sehari saja, tapi sudah di sodor­kan kem­ana-mana tidak ada yang mau beli, ter­akhir tidak makan satu hari itu juga.

Ia men­gaku ada mener­i­ma ban­tu­an dari Pemer­in­ta­han Desa Pematang Kuala ban­tu­an sebanyak 3 kali di tahun 2023 dan tahun 2024, hanya dua kali ia mener­i­ma ban­tu­an terse­but. Sete­lah itu tidak ada lagi hing­ga sekarang.

Semen­tara rumah yang sekarang ini di tem­pati kata jan­da tua ini, bukan miliknya, melainkan milik familiy dan ia hanya menumpang, tidak bayar sewa.

Nek Suri­ani menyam­paikan kepa awak media ‚sebelum memi­li­ki tem­pat ting­gal, ia per­nah tidur di bawah Pohon Kepala Saw­it den­gan ten­da kare­na tidak dap­at tumpan­gan. Sedan­gkan WC, ia masih menumpang den­gan tetang­ga.

  Seblak Prasmanan Bakso Iga Ambarawa: Sensasi Cabe Asli Khas Bandung yang Bikin Huu Haaa! 

Begi­tu juga untuk memasak makan sehari — hari, ia hanya mem­per­gu­nakan kayu bakar kare­na tidak sang­gup beli Gas Elpi­ji.

Kese­har­i­an sam­bungnya, ia bek­er­ja seba­gai tukang kusuk,namun tubuh­nya sudah tidak kuat dan tidak sang­gup lagi men­gusuk orang kare­na sudah lan­jut usia.

“Kehidu­pan pahit ini sudah belasan tahun ia jalani tan­pa seo­rang sua­mi seba­gai tulang punggung.“ucapnya den­gan nada sedih. Begini­lah nasib kalau sese­o­rang perem­puan sudah tua dan men­ja­di jan­da, tidak ada rumah ter­pak­sa numpang.

Ia bermo­hon kepa­da Pemer­in­tah Pusat,Provinsi Sumat­era Utara,Kabupaten Ser­dang Beda­gai dan Pres­i­den Prabowo berke­nan kira nya mem­ban­tu jan­da tua yang miskin ini yang tidak pun­ya tanah juga rumah. “Tolong ban­tu saya buatkan rumah ya pak Prabowo, ucap­nya den­gan nada tersedih-seduh sem­bari men­gusap air mata yang men­galir.

  Antrean Motor Panjang, SPBU 24-353165 Pringsewu Jadi Sorotan Warga

Di tem­pat yang sama, Tetang­ga Nek Suri­ani, mem­be­narkan bah­wa Nek Suryani masih menumpang di rumah ter­ma­suk yang pun­ya itu kelu­ar­ganya. Untuk makan terkadang Nek Suryani itu minta ke tetang­ga agar kebu­tuhan sehari-hari khusus­nya untuk makan dap­at ter­penuhi. Dan memang ada saya ketahui Nek Suryani jual Kain Sarung hanya untuk beli beras tapi tidak seo­rang pun yang mem­be­li kain sarung di kam­pung ini. Dia men­ja­di sedih dan menangis. (DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *