Berita DaerahBerita Publikasi

Jembatan Silau Padang Rampung, Warga Bersyukur—Akses Jalan Masih Jadi PR Pemerintah

624
×

Jembatan Silau Padang Rampung, Warga Bersyukur—Akses Jalan Masih Jadi PR Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, menggelar syukuran sederhana usai rampungnya jembatan gantung di Dusun IV yang kini menjadi akses vital penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, Sabtu (10/1/2026).

SERDANG BEDAGAI, SNIPERNEW.id — Penantian panjang warga Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, akhirnya terjawab. Jembatan gantung yang membentang di Dusun IV di atas Sungai Bahsombu kini resmi rampung dan mulai dimanfaatkan masyarakat, Sabtu (10/1/2026).

Jembatan sepanjang kurang lebih 40 meter itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberang sungai. Sebelumnya, masyarakat hanya mengandalkan jembatan bambu yang rawan hanyut dan kerap membahayakan, terutama saat debit air sungai meningkat.

Sebagai ungkapan rasa syukur, warga menggelar acara sederhana yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Kepala Desa Silau Padang, Rajali Purba. Suasana kebersamaan dan kegembiraan tampak jelas, mencerminkan betapa vitalnya kehadiran jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari warga.

Pembangunan jembatan ini bersumber dari dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Tahun Anggaran 2024. Infrastruktur tersebut merupakan realisasi usulan masyarakat yang telah disampaikan sejak Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2021, bekerja sama dengan Desa Marjanji.

Gambar hasil pembangunan jembatanWarga Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, menggelar syukuran sederhana usai rampungnya jembatan gantung di Dusun IV yang kini menjadi akses vital penghubung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, Sabtu (10/1/2026).

Perwakilan warga, Sugiman dan M. Yakup Situmorang, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Silau Padang dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Mereka menilai jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil kebun akibat keterbatasan akses.

“Sekarang kami bisa menyeberang dengan aman. Hasil pertanian tidak lagi terhambat seperti sebelumnya,” ujar salah satu perwakilan warga.

Kepala Desa Silau Padang, Rajali Purba, menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan kawasan perkebunan sawit warga seluas sekitar 750 hektare dengan potensi produksi mencapai 20 ton kelapa sawit. Menurutnya, infrastruktur ini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan efisiensi distribusi hasil pertanian masyarakat.

Namun demikian, di balik rampungnya jembatan gantung tersebut, masih tersisa persoalan yang menjadi perhatian serius warga. Akses jalan menuju jembatan dan jalan lanjutan setelahnya masih berupa tanah, berlubang, dan licin saat hujan. Kondisi ini menyulitkan kendaraan pengangkut hasil panen dan berpotensi menghambat manfaat maksimal dari keberadaan jembatan.

Dari pantauan di lapangan, jalur tersebut melintasi kawasan perkebunan sawit, lembah, dan tebing yang cukup curam, sehingga membutuhkan penanganan serius agar keselamatan dan kelancaran transportasi warga dapat terjamin.

Warga berharap pemerintah tidak berhenti pada pembangunan jembatan semata, tetapi melanjutkannya dengan peningkatan kualitas jalan sebagai satu kesatuan infrastruktur pendukung. Perbaikan akses jalan dinilai krusial agar jembatan benar-benar berfungsi optimal sebagai penggerak roda ekonomi desa.

Rampungnya jembatan gantung Silau Padang menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat, ketika diperjuangkan secara konsisten, dapat diwujudkan. Kini, harapan warga tertuju pada langkah lanjutan pemerintah agar pembangunan tidak terputus di tengah jalan, melainkan berlanjut demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Laporan:(Budiman Manik).

Editor: (redaksi).