JAKARTA, SNIPERNEW.id — Akun media sosial Threads @mb_kelantan mengunggah informasi terkait kehadiran Menteri Besar Kelantan dalam sebuah agenda keagamaan di luar wilayah negeri tersebut.
Unggahan yang dipublikasikan sekitar 11 jam sebelum tangkapan layar diambil itu memuat keterangan sebagai berikut.
“10 Ramadan 1447H, 28 Februari 2026 — YAB Ustaz Dato’ Panglima Perang Menteri Besar Kelantan menghadiri Majlis Ihya Ramadan Perdana Pimpinan Kerajaan Negeri Bersama Anak Kelantan di Perantauan yang berlangsung di IDCC Shah Alam.
Majlis berkenaan menyaksikan kehadiran luar biasa anak-anak Kelantan di Lembah Klang yang hadir bersama ahli keluarga masing-masing, memenuhi dewan dalam suasana penuh semangat dan ukhuwah.”
Berdasarkan keterangan tersebut, kegiatan berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 Hijriah. Acara digelar di IDCC Shah Alam, Selangor, dan dihadiri oleh Menteri Besar Kelantan bersama jajaran pimpinan kerajaan negeri.
Majlis Ihya Ramadan Perdana itu disebut sebagai ajang pertemuan antara pimpinan negeri dan masyarakat Kelantan yang berada di perantauan, khususnya di wilayah Lembah Klang. Dalam unggahan tersebut ditegaskan bahwa kehadiran masyarakat terbilang tinggi, bahkan disebut “luar biasa”, dengan peserta memenuhi dewan bersama anggota keluarga masing-masing.
Secara umum, kegiatan Ihya Ramadan merupakan agenda rutin yang lazim dilaksanakan pemerintah daerah atau organisasi masyarakat Muslim selama bulan suci. Kegiatan ini biasanya diisi dengan tausiah, doa bersama, buka puasa, serta penguatan silaturahmi antarwarga.
Unggahan @mb_kelantan tidak merinci susunan acara secara detail, namun menekankan pada momen kebersamaan dan semangat ukhuwah yang terbangun. Istilah “ukhuwah” merujuk pada persaudaraan atau solidaritas sesama umat Islam, yang kerap menjadi tema sentral dalam kegiatan Ramadan.
Berdasarkan foto yang disertakan dalam unggahan tersebut, tampak ratusan peserta berdiri di dalam sebuah ballroom besar. Para hadirin mengenakan busana Muslim, dengan sebagian pria memakai baju Melayu lengkap dengan songkok, sementara perempuan mengenakan busana kurung dan hijab beragam warna. Mereka berbaris dalam beberapa saf panjang menghadap kamera, diduga untuk sesi foto bersama.
IDCC Shah Alam sendiri dikenal sebagai salah satu pusat konvensi di Selangor yang kerap menjadi lokasi penyelenggaraan acara berskala besar, baik pemerintahan, korporasi, maupun kegiatan masyarakat.
Kehadiran Menteri Besar Kelantan dalam agenda bersama warga perantauan dapat dimaknai sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah negeri dan masyarakat yang tinggal di luar daerah asalnya. Tradisi merantau merupakan bagian dari kultur masyarakat Kelantan, sehingga forum silaturahmi semacam ini memiliki nilai sosial tersendiri.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan tambahan mengenai sambutan resmi yang disampaikan Menteri Besar maupun kebijakan khusus yang diumumkan dalam kegiatan tersebut. Informasi yang tersedia masih terbatas pada deskripsi umum sebagaimana tertuang dalam unggahan Threads tersebut.
Dalam prinsip Kode Etik Jurnalistik, setiap informasi yang bersumber dari media sosial perlu dikutip secara akurat dan proporsional. Oleh karena itu, seluruh isi unggahan telah disajikan kembali tanpa perubahan makna, serta dipisahkan secara jelas antara kutipan langsung dan penjelasan redaksional.
Agenda Ihya Ramadan yang melibatkan pimpinan daerah dan warga perantauan juga mencerminkan dinamika hubungan sosial-politik antara pemerintah dan konstituennya di luar wilayah administratif.
Kegiatan ini berpotensi menjadi ruang dialog informal, meski belum ada pernyataan resmi yang dipublikasikan mengenai substansi pembahasan di dalamnya.
Partisipasi keluarga dalam acara tersebut, sebagaimana disebutkan dalam unggahan, menunjukkan bahwa kegiatan dirancang sebagai forum terbuka dan inklusif, bukan terbatas pada unsur birokrasi semata. Hal ini terlihat dari kehadiran berbagai kelompok usia dalam dokumentasi foto yang beredar.
Ramadan kerap dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat jejaring sosial dan memperdalam nilai spiritualitas. Di berbagai daerah, kegiatan serupa juga dilaksanakan untuk menyatukan warga diaspora dengan pemerintah daerah asal.
Hingga saat ini, unggahan tersebut masih dapat diakses melalui akun Threads @mb_kelantan. Tidak terdapat keterangan tambahan mengenai jumlah pasti peserta maupun estimasi kapasitas ruangan yang digunakan.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 Ramadan 1447 Hijriah itu menjadi salah satu agenda awal Ramadan yang melibatkan pimpinan tertinggi Kerajaan Negeri Kelantan bersama komunitas perantau di Lembah Klang. Pemerintah negeri maupun pihak penyelenggara belum mengeluarkan siaran pers terpisah selain unggahan di media sosial tersebut.
Dengan demikian, informasi mengenai Majlis Ihya Ramadan Perdana di IDCC Shah Alam ini sepenuhnya merujuk pada pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui akun Threads @mb_kelantan pada 28 Februari 2026.
Penulis: (iskandar)



















