Madiun, SniperNew.id — Semarak peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah terasa istimewa di Kabupaten Madiun, Minggu (13/7/2025). Dalam rangkaian acara Gelar Budaya Suroan yang digelar di Padepokan Seni Kirun, Desa Bagi, Kecamatan Nglames, kehadiran Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjadi perhatian khusus masyarakat, Senin 15 Juli 2025.
Kegiatan budaya tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni dan adat tradisional, menggambarkan kekayaan budaya lokal yang masih dijaga hingga kini. Danrem Untoro mengapresiasi inisiatif masyarakat dan pelaku seni dalam melestarikan budaya warisan leluhur.
“Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya. Keberagaman ini harus menjadi kekuatan, bukan pemisah,” tegas Untoro saat diwawancarai di lokasi acara.
Ia menekankan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga alat pemersatu bangsa di tengah perbedaan. Dalam pandangannya, pelestarian budaya lokal adalah bentuk nyata dari rasa cinta tanah air dan upaya menjaga identitas nasional di era modern.
“Keberagaman ini tidak hanya menjadi identitas nasional, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” lanjut Perwira Menengah TNI AD lulusan Akademi Militer 1998 itu.
Menurutnya, setiap daerah memiliki ciri khas budaya yang mencerminkan kearifan lokal. Ketika semua unsur itu dirajut bersama dalam bingkai kebhinekaan, maka bangsa Indonesia akan semakin kuat dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.
“Budaya adalah warisan dari para pendahulu kita. Melestarikannya berarti menghargai nilai-nilai luhur dan meneruskan semangat kebangsaan yang mereka perjuangkan,” ujarnya penuh makna.
Acara Suroan kali ini menjadi simbol kuat betapa budaya mampu menyatukan masyarakat lintas usia, latar belakang, bahkan profesi. Dari anak-anak hingga orang tua, semua larut dalam suasana khidmat dan semarak tradisi.
Dengan tema pelestarian budaya sebagai sarana memperkuat karakter bangsa, Gelar Budaya Suroan tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tapi juga ruang edukasi dan pembentukan karakter masyarakat. Danrem Untoro pun berharap agar kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan.
“Ini bukti bahwa kita bisa bersatu melalui budaya. Mari kita jaga bersama warisan ini demi masa depan bangsa,” tutupnya. (Ahm)













