Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Galon Koin untuk Pajak: Kisah Ketekunan Warga Jombang di Tengah Kenaikan 400%

228
×

Galon Koin untuk Pajak: Kisah Ketekunan Warga Jombang di Tengah Kenaikan 400%

Sebarkan artikel ini

Jom­bang, SniperNew.id - Di ten­gah gejo­lak kenaikan pajak tanah yang men­ca­pai ham­pir 400 persen, kisah seo­rang war­ga Desa Pulolor, Jom­bang, men­ja­di sorotan pub­lik. Bukan hanya kare­na jum­lah kenaikan yang fan­tastis, tapi juga kare­na cara unik sekali­gus penuh mak­na dalam mem­ba­yar pajak terse­but — meng­gu­nakan satu galon penuh berisi koin pec­a­han Rp500, hasil tabun­gan anaknya sejak masih berseko­lah.

Fatah Rohim, nama war­ga itu, awal­nya hanya dike­nakan pajak tanah sebe­sar Rp300–400 ribu per tahun. Namun, tahun ini, angka terse­but mel­on­jak drastis hing­ga men­ca­pai Rp1,3 juta. Kenaikan yang tajam ini mem­bu­at banyak war­ga terke­jut, bahkan tidak sedik­it yang merasa keber­atan.

Alih-alih men­geluh pan­jang, Fatah Rohim memil­ih langkah tegas: mem­ba­yar pajaknya den­gan uang yang ia mili­ki, mes­ki harus mem­bawa tabun­gan koin yang sela­ma ini dikumpulkan oleh anaknya.

Gam­bar screen­shot video ini seo­rang menun­jukkan galon coin yang ditakok di atas kur­si, sebelum ditu­moah untuk dihi­tung, Senin (11/08/2025)

Dalam video yang diung­gah oleh akun @folkkonoha di plat­form Threads, tam­pak Fatah Rohim datang ke kan­tor Bapen­da mem­bawa galon air min­er­al besar, penuh sesak den­gan koin pec­a­han Rp500. Bersama seo­rang rekan­nya, ia men­uangkan koin-koin terse­but di lan­tai kan­tor, untuk kemu­di­an dihi­tung oleh petu­gas.

  Terang Buah Pasar Malam Pringsewu, Semangat Ekonomi Rakyat Tak Pernah Padam

Ade­gan ini men­gun­dang rasa penasaran dan kagum. Bayangkan, seti­ap keping koin yang jatuh ke lan­tai adalah hasil tete­san kesabaran, kedisi­plinan, dan keteku­nan menabung sela­ma bertahun-tahun. Bukan uang yang dida­p­at instan, melainkan dikumpulkan sedik­it demi sedik­it, entah dari sisa belan­ja, uang jajan, atau kem­balian kecil yang tidak diang­gap berar­ti oleh banyak orang.

Bagi Fatah Rohim, seti­ap koin itu pun­ya ceri­ta. Seba­gian besar berasal dari tabun­gan anaknya keti­ka masih seko­lah. Ia tidak mengam­bil tabun­gan itu sem­barangan; melainkan seba­gai ben­tuk tang­gung jawab kelu­ar­ga ter­hadap kewa­jiban mem­ba­yar pajak, walau kon­disinya berat.

Kisah ini lang­sung men­gun­dang komen­tar war­ganet. Ada yang terke­jut den­gan besarnya kenaikan pajak. “Yang naik 250% saja sam­pai 50 ribu orang ham­pir demo. Bagaimana ini yang 400%?” tulis akun @masmas_daeng.

Komen­tar lain­nya datang dari @clara.fransisca yang her­an men­ga­pa kasus ini tidak sehe­boh peri­s­ti­wa seru­pa di Pati, Jawa Ten­gah. Semen­tara akun @raffi_mii menulis lan­tang: “Demi Allah, zolim banget peja­bat di Indone­sia.”

Gam­bar coin uang akan dihi­tung, di screen­shot dari ung­ga­han video, Senin (11/08/2025).

Pro dan kon­tra pun menge­mu­ka. Seba­gian war­ganet memu­ji keteguhan Fatah Rohim yang tetap mem­ba­yar kewa­jiban, mes­ki caranya unik. Seba­gian lain meny­oroti kebi­jakan kenaikan pajak yang dini­lai mem­ber­atkan raky­at.

  Harga Tango 110gr Murah! Hanya Rp 4.800 per Bungkus, Cocok untuk Reseller dan UMKM

Di luar kon­tro­ver­si, kisah Fatah Rohim meny­im­pan pesan moti­vasi yang kuat. Menabung dalam ben­tuk apapun, seke­cil apapun nilainya, terny­a­ta bisa men­ja­di peno­long di saat genting.

Banyak orang mere­mehkan koin pec­a­han Rp500. Koin itu ser­ing ter­ce­cer, tert­ing­gal di laci, atau bahkan dib­iarkan di meja. Namun di tan­gan orang yang sabar dan tekun, koin terse­but bisa men­ja­di penye­la­mat untuk memenuhi kewa­jiban besar.

Bayangkan, jika satu hari kita menabung hanya Rp5.000 dalam ben­tuk koin, dalam setahun sudah terkumpul Rp1,8 juta. Nilai itu cukup untuk mem­ba­yar pajak, biaya seko­lah anak, atau bahkan kebu­tuhan daru­rat lain­nya.

Kisah ini mem­berikan pela­jaran bah­wa:

1. Jan­gan mere­mehkan nilai kecil — Rp500 mungkin tak terasa saat ini, tapi jika dikumpulkan terus menerus, nilainya akan menge­jutkan.

2. Disi­plin lebih pent­ing dari­pa­da jum­lah — menabung sedik­it tapi rutin lebih efek­tif diband­ing menung­gu pun­ya uang banyak baru mulai meny­isihkan.

3. Gunakan tabun­gan untuk hal yang tepat — seper­ti yang dilakukan Fatah Rohim, tabun­gan digu­nakan untuk melu­nasi kewa­jiban pent­ing, bukan untuk kebu­tuhan kon­sumtif sesaat.

Kenaikan har­ga, pajak, dan biaya hidup memang men­ja­di tan­ta­n­gan berat bagi banyak orang. Namun, jus­tru di saat sulit ini­lah keteku­nan dan kreativ­i­tas diu­ji. Jika kita bisa bersabar menabung, mena­han diri dari pen­gelu­aran tidak per­lu, dan menguta­makan kewa­jiban, kita tidak akan mudah ter­gun­cang keti­ka meng­hadapi situ­asi tak ter­duga.

  Kebijakan Menkeu Purbaya Beri Angin Segar untuk Produk Lokal, Pedagang Ramai Pembeli

Fatah Rohim telah menun­jukkan bah­wa sikap pan­tang meny­er­ah lebih berhar­ga dari­pa­da keluhan pan­jang. Ia tidak datang ke kan­tor pajak untuk mem­protes, tetapi untuk melu­nasi kewa­jiban­nya den­gan cara yang sah dan penuh sim­bol per­juan­gan.

Bagi anak-anak muda, ini juga bisa men­ja­di pela­jaran berhar­ga. Menabung bukan­lah kebi­asaan kuno, melainkan skill berta­han hidup. Uang receh yang terkumpul di celen­gan bisa men­ja­di modal usa­ha kecil, biaya ujian, atau bahkan mem­ba­yar pajak seper­ti kisah ini.

Tabun­gan koin anak Fatah Rohim mungkin awal­nya dimak­sud­kan untuk mem­be­li sesu­atu yang ia inginkan. Namun keti­ka kelu­ar­ga mem­bu­tuhkan, tabun­gan itu men­ja­di penye­la­mat. Ini­lah buk­ti bah­wa menabung bukan hanya soal uang, tapi juga soal sol­i­dar­i­tas dan tang­gung jawab kelu­ar­ga.

Kisah galon koin di Jom­bang ini men­ga­jarkan bah­wa di balik angka-angka ekono­mi yang ser­ing terasa menekan, ada kisah manu­sia yang penuh keteku­nan, pen­gor­banan, dan keber­samaan.

Neti­zen boleh saja berde­bat soal kebi­jakan pemer­in­tah, tapi mari juga mengam­bil sisi posi­tif dari ceri­ta ini: bah­wa menabung, seke­cil apapun nilainya, adalah langkah cer­das yang akan meno­long kita suatu hari nan­ti.

Fatah Rohim mungkin hanya seo­rang war­ga desa yang mem­ba­yar pajak den­gan koin receh. Namun di mata banyak orang, ia adalah sim­bol keteguhan hati, buk­ti nya­ta bah­wa ker­ja keras dan kesabaran akan selalu men­e­mukan jalan­nya. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *