Berita Nasional

Doa untuk Gaza Menggema di Media Sosial, Unggahan Oktawirawan Tuai Haru

1099
×

Doa untuk Gaza Menggema di Media Sosial, Unggahan Oktawirawan Tuai Haru

Sebarkan artikel ini

Gaza, Lam­pung – Sebuah ung­ga­han di plat­form media sosial Threads milik akun ter­ver­i­fikasi Oktawirawan pada Sab­tu (13/9/2025) men­ja­di sorotan pub­lik. Dalam ung­ga­han itu, ia menuliskan doa penuh haru untuk anak-anak di Gaza yang men­ja­di kor­ban kon­flik dan kela­paran, sem­bari meny­er­takan poton­gan video suasana sebuah kafe yang ramai den­gan orang-orang duduk san­tai menikmati wak­tu.

Tulisan dan video terse­but men­ja­di bahan pere­nun­gan war­ganet, teruta­ma soal kon­tras antara kehidu­pan yang ten­ang di satu sisi dunia dan pen­der­i­taan anak-anak Gaza di sisi lain.

Dalam ung­ga­han­nya yang berdurasi 8 menit sete­lah dipub­likasikan, Oktawirawan menulis. “Ya Allah… ampuni kelala­ian kami, ampuni dosa-dosa kami yang mem­biarkan saudara-saudara kecil kami mati kela­paran. Jan­gan biarkan hati kami keras, jan­gan biarkan mata kami ker­ing dari air mata, dan jadikan kami bagian dari orang yang Engkau pil­ih untuk meno­long mere­ka.

Semoga Allah mer­ah­mati anak-anak Gaza, dan semoga perte­muan kita den­gan mere­ka adalah di Sur­ga-Nya, dalam keadaan tersenyum baha­gia.”*

  Hangatkan Diplomasi Global, PM Modi dan Presiden Macron Bahas Kolaborasi Strategis untuk Selamatkan Planet

Tulisan itu dilengkapi sebuah video singkat. Dalam video, tam­pak suasana sebuah kafe ter­bu­ka den­gan banyak orang duduk menikmati makanan dan minu­man. Beber­a­pa orang ter­li­hat bercengk­era­ma, ada pula yang sibuk den­gan pon­sel­nya. Kon­tras ini­lah yang diang­gap banyak war­ganet seba­gai pengin­gat bah­wa di ten­gah kehidu­pan yang ber­jalan nor­mal di seba­gian bela­han dunia, ada pen­der­i­taan luar biasa di Gaza.

Oktawirawan adalah seo­rang fig­ur pub­lik yang aktif di media sosial. Ia dike­nal ser­ing mem­bagikan pesan-pesan moral, religius, ser­ta reflek­si sosial. Den­gan akun ter­ver­i­fikasi, seti­ap ung­ga­han­nya ker­ap men­u­ai per­ha­t­ian luas.

Dalam kon­teks ung­ga­han ini, Oktawirawan tidak hanya menyam­paikan doa, melainkan juga sebuah ben­tuk kri­tik moral ter­hadap masyarakat luas agar lebih peduli pada pen­der­i­taan sesama manu­sia.

Ung­ga­han terse­but viral kare­na menyen­tuh perasaan banyak orang. Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa doa Oktawirawan men­da­p­at per­ha­t­ian:

1. Kon­teks Gaza — Kon­flik berkepan­jan­gan di Gaza menim­bulkan kor­ban jiwa, teruta­ma anak-anak. Isu kemanu­si­aan ini men­da­p­at sim­pati glob­al.

2. Nada Religius — Doa yang dit­ulis menyen­tuh hati, men­ga­jak semua orang mere­nung ten­tang kelala­ian dalam mem­ban­tu sesama.

3. Kon­tras Visu­al — Video yang menampilkan orang-orang di kafe den­gan suasana ten­ang men­ja­di ironi keti­ka dipadukan den­gan doa ten­tang anak-anak yang kela­paran.

4. Pesan Uni­ver­sal – Mes­ki meng­gu­nakan pen­dekatan religius, pesan ini rel­e­van secara uni­ver­sal, yakni soal kepedu­lian dan kemanu­si­aan.

  Tsunami Ancam Hawaii dan Pantai Barat AS Usai Gempa 8,7 SR

Ung­ga­han ini diung­gah pada Sab­tu (13/9/2025), sek­i­tar pukul 21.20 WIB. Pada saat tangka­pan layar dibu­at, ung­ga­han baru beru­sia 8 menit den­gan jum­lah tayan­gan men­ca­pai 208 kali. Angka ini terus bertam­bah seir­ing den­gan penye­baran dan inter­ak­si war­ganet.

Ung­ga­han ini dipub­likasikan di Threads, salah satu media sosial pop­uler yang ter­hubung den­gan Insta­gram. Threads semakin ser­ing digu­nakan fig­ur pub­lik untuk menyam­paikan pemiki­ran, reflek­si, maupun infor­masi singkat kepa­da pengikut mere­ka.

Video yang dis­er­takan diduga diam­bil di sebuah kawasan Eropa, ter­li­hat dari tulisan “Guin­ness” pada ten­da kafe ser­ta gaya hidup masyarakat­nya. Namun, kon­teks video lebih difungsikan seba­gai sim­bol kehidu­pan nor­mal di satu sisi dunia.

Meskipun ung­ga­han ini baru beber­a­pa menit dipub­likasikan saat tangka­pan layar dibu­at, komen­tar posi­tif mulai bermuncu­lan. Banyak war­ganet menuliskan bal­asan doa seru­pa, ada juga yang mem­bagikan ulang den­gan tam­ba­han kali­mat reflek­si.

Beber­a­pa komen­tar yang muncul antara lain. “MasyaAl­lah, semoga doa ini sam­pai untuk saudara-saudara kita di Gaza.”

“Betul sekali, kadang kita ter­lalu sibuk den­gan uru­san sendiri sam­pai lupa ada saudara kita yang sedang berjuang untuk hidup.”

“Semoga dunia lebih peduli, bukan hanya diam meli­hat.”

Respon emo­sion­al ini menun­jukkan bah­wa doa yang seder­hana sekalipun dap­at meman­tik kesadaran sosial yang lebih luas.

  Drama Buka Tutup Koperasi Desa Merah Putih

Ung­ga­han Oktawirawan mengin­gatkan kem­bali pada nilai sol­i­dar­i­tas kemanu­si­aan. Dalam per­spek­tif jur­nal­is­tik, ada beber­a­pa poin pent­ing yang bisa diam­bil:

1. Kesadaran Glob­al – Dunia kini semakin ter­hubung, dan peri­s­ti­wa di satu tem­pat bisa lang­sung dirasakan di tem­pat lain melalui media sosial.

2. Per­an Tokoh Pub­lik — Fig­ur pub­lik memi­li­ki pen­garuh besar untuk menyuarakan isu kemanu­si­aan. Suara mere­ka bisa men­ja­di pengin­gat kolek­tif.

3. Keku­atan Sim­bo­lik — Kon­tras antara doa dan video kafe men­ja­di sim­bol kuat ten­tang keti­dakadi­lan dan keti­dak­mer­ataan kehidu­pan.

4. Ajakan untuk Bertin­dak – Pesan ini bukan sekadar doa, tetapi juga ajakan agar masyarakat lebih peduli dan terg­er­ak mem­ban­tu.

Ung­ga­han Oktawirawan di Threads men­ja­di salah satu con­toh bagaimana media sosial bisa digu­nakan untuk menyuarakan kepedu­lian kemanu­si­aan. Doa yang dipan­jatkan­nya tidak hanya meny­oroti pen­der­i­taan anak-anak Gaza, tetapi juga men­ga­jak masyarakat glob­al untuk mere­nung dan tidak melu­pakan tang­gung jawab moral ter­hadap sesama.

Di era dig­i­tal, kata-kata yang dit­ulis dalam hitun­gan detik bisa menye­bar luas dan meng­gu­gah hati jutaan orang. Ung­ga­han ini mem­buk­tikan bah­wa empati masih men­ja­di keku­atan besar di ten­gah hiruk pikuk kehidu­pan mod­ern.

Semoga pesan kemanu­si­aan seper­ti ini terus berge­ma, hing­ga dunia benar-benar men­ja­di tem­pat yang lebih peduli, adil, dan penuh kasih. (Ahm/add).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *