Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita DaerahBerita Investigasi

DiDUGA KEGAGALAN KEPALA KANTOR KPP PRATAMA CILANDAK DALAM MENANGANI KASUS DPO KARYAWANNYA

460
×

DiDUGA KEGAGALAN KEPALA KANTOR KPP PRATAMA CILANDAK DALAM MENANGANI KASUS DPO KARYAWANNYA

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, 29 Mei 2025 /Snipernew.id.

Pub­lik dihe­bohkan den­gan kasus Ari­ni Ruth Yuni br Siringoringo, seo­rang pegawai Kan­tor Pelayanan Pajak (KPP) Prata­ma Cilan­dak, Jakar­ta Sela­tan, yang bersta­tus Daf­tar Pen­car­i­an Orang (DPO) atas kasus pen­ga­ni­ayaan.

Diduga kega­galan Kepala KPP Prata­ma Cilan­dak dalam mengam­bil tin­dakan tegas ter­hadap anggotanya yang telah bersta­tus DPO ini menim­bulkan kecuri­gaan dan kemara­han pub­lik.

Ari­ni, bersama Eri­ka br Siringoringo dan Nur­in­tan br Naba­ban, telah dite­tap­kan seba­gai ter­sang­ka pada tang­gal 04/01/2025 lalu dan dikelu­arkan sta­tus DPO oleh Pol­restabes Medan sejak 14 April 2025 atas tuduhan pen­ga­ni­ayaan ter­hadap Doris Feni­ta br Marpaung dan Riris br Marpaung, yang disangkakan melang­gar Pasal 170 Jo 351 KUHP.

  Siring Betik Dipantau, Warga Waspadai Derasnya Arus Sungai

Yang mem­pri­hatinkan, saat pegawai KPP Prata­ma Cilan­dak Jakar­ta Sela­tan yang tidak ingin dise­but iden­ti­tas dikon­fir­masi awak media men­gatakan sejak berakhirnya libur Lebaran hing­ga saat ini, Ari­ni diduga tidak masuk ker­ja tan­pa keteran­gan yang jelas .Belum dike­tahui apakah keti­dakhadi­ran­nya terse­but telah men­da­p­at izin dari Kepala KPP Prata­ma Cilan­dak atau meru­pakan tin­dakan indisi­plin­er , terang nya .

Sikap dan per­i­laku Ari­ni sudah melang­gar
UU ASN , sanksi yang dap­at diberikan kepa­da pegawai yang sudah dite­tap­kan seba­gai ter­sang­ka atau DPO bisa diber­hen­tikan semen­tara atau diber­hen­tikan secara tidak hor­mat .
Sanksi ini bertu­juan untuk men­dukung pros­es hukum dan peradi­lan .

• Tidak masuk ker­ja tan­pa alasan sah sela­ma 46 hari ker­ja atau lebih bisa dike­nakan pem­ber­hent­ian den­gan hor­mat tidak atas per­mintaan sendiri atau pem­ber­hent­ian tidak den­gan hor­mat.
Per­at­u­ran ini sudah diatur dalam UU ASN

• Pasal 87 UU ASN men­gatur ten­tang pem­ber­hent­ian PNS, ter­ma­suk pem­ber­hent­ian tidak den­gan hor­mat.
• PP Nomor 94 Tahun 2021 ten­tang Disi­plin PNS men­gatur ten­tang sanksi disi­plin yang dap­at dike­nakan kepa­da ASN yang melang­gar disi­plin.
• Pasal 24 ayat 1 (b) nomor 20 tahun 2023 ten­tang ASN

  Lima Tahun Tanpa Kompensasi, PT. IPP Ingkar Janji Warga Cibinong Menjerit!

Keti­dak­te­gasan Kepala KPP Prata­ma Cilan­dak dalam menan­gani kasus ini menim­bulkan per­tanyaan besar.  Men­ga­pa seo­rang pegawai yang bersta­tus DPO atas kasus krim­i­nal serius dib­iarkan begi­tu saja?  Apakah ada inter­ven­si atau tekanan yang mence­gah Kepala KPP untuk mengam­bil tin­dakan disi­plin yang seharus­nya?  Dugaan adanya upaya pem­biaran atau bahkan per­lin­dun­gan ter­hadap Ari­ni semakin men­guatkan kecuri­gaan pub­lik.

Keti­dak­mam­puan atau keti­dak­mauan Kepala KPP untuk mem­berikan sanksi tegas ter­hadap anggotanya menim­bulkan per­tanyaan ten­tang integri­tas dan pro­fe­sion­al­isme di lingkun­gan KPP Prata­ma Cilan­dak.

Sikap Kepala KPP Prata­ma Cilan­dak ini tidak hanya menun­jukkan lemah­nya pen­gawasan inter­nal, tetapi juga mem­berikan con­toh buruk bagi pegawai pajak lain­nya.

Tin­dakan yang tidak tegas ini dap­at diin­ter­pre­tasikan seba­gai pem­biaran ter­hadap pelang­garan hukum dan indisi­plin­er, ser­ta berpoten­si merusak cit­ra dan keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi per­pa­jakan.

  Masyarakat Adat Way Lima Siap Aksi, Tuntut Pengembalian Tanah Ulayat dari PTPN VII

Oleh kare­na itu, kami mende­sak Direk­tur Jen­der­al Pajak bapak Bimo Wijayan­to untuk segera mengam­bil tin­dakan tegas ter­hadap Kepala KPP Prata­ma Cilan­dak dan mem­berikan sanksi yang setim­pal atas kelala­ian­nya.  Penye­lidikan menyelu­ruh ter­hadap kasus ini juga diper­lukan untuk men­gungkap kemu­ngk­i­nan adanya keter­li­batan pihak lain dan motif di balik keti­dak­te­gasan Kepala KPP.

Lebih jauh lagi, kami mem­inta Kan­tor Wilayah (Kan­wil) Per­pa­jakan Jakar­ta bapak Irawan untuk segera melakukan pemerik­saan ter­hadap Kepala KPP Prata­ma Cilan­dak terkait kasus ini.

Dihara­p­kan kepa­da Menkeu ibu Sri Mulyani mengin­gatkan kepa­da jajaran nya “Transparan­si dan akunt­abil­i­tas” harus dite­gakkan untuk memas­tikan bah­wa kasus ini tidak dib­iarkan begi­tu saja dan men­ja­di preseden buruk bagi pene­gakan hukum dan disi­plin di lingkun­gan Direk­torat Jen­der­al Pajak.  Pub­lik menun­tut kead­i­lan dan tin­dakan tegas untuk mence­gah teru­langnya keja­di­an seru­pa di masa men­datang.

Keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi per­pa­jakan san­gat bergan­tung pada integri­tas dan pene­gakan hukum yang kon­sis­ten.

Red/Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *