Berita Daerah

Di Dunia yang Serba Hitung-Hitungan, Masih Ada Dokter yang Berhitung dengan Hati: dr Rafika, Malaikat Tanpa Tarif dari Ponorogo

660
×

Di Dunia yang Serba Hitung-Hitungan, Masih Ada Dokter yang Berhitung dengan Hati: dr Rafika, Malaikat Tanpa Tarif dari Ponorogo

Sebarkan artikel ini

Ponorogo, SniperNew.id – Ketika dunia kesehatan semakin identik dengan mahalnya biaya dan bisnis medis, seorang dokter muda di Ponorogo membalikkan logika itu dengan sepenuh hati. Dialah dr Rafika Augustine, dokter umum berusia 34 tahun yang memilih menjalani profesi bukan demi pundi-pundi, tetapi demi kemanusiaan, Rabu 25 Juni 2025.

Di sebuah tempat sederhana namun penuh harapan, tepatnya di Jalan Letjend Sukowati, Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Ponorogo, berdiri praktik bernama Apotek dan Praktek dr R Medika. Dari luar tampak seperti klinik biasa, tapi begitu melangkah ke dalam, pasien disambut suasana penuh ketulusan: tanpa tarif, tanpa kasir, hanya kotak amal dan senyum ikhlas.

dr Rafika Augustine, seorang ibu satu anak, menjadi simbol harapan baru bagi mereka yang kurang mampu. Ia menyebut sistemnya sebagai “memulung amal”, di mana pasien bisa membayar seikhlasnya, bahkan gratis bagi pengemudi ojek online maupun konvensional.

Praktik ini aktif setiap hari kerja, dan kisah inspiratifnya mulai menyebar sejak diunggah oleh akun Sosial Facebook “Una Na” Unada 25 Juni 2025, menuai pujian dan simpati netizen dari seluruh penjuru negeri.

“Ilmu ini hanya titipan, saya ingin menabung amal di akhirat. Biar kuliah saya tidak menguap begitu saja,” ujar dr Rafika sambil tersenyum. Ia percaya bahwa pengabdian tulus lebih bernilai daripada sekadar angka nominal.

Meski sistem pembayarannya seikhlasnya, pelayanan medis yang diberikan tetap profesional dan lengkap: dari pemeriksaan tensi, nadi, hingga laboratorium dasar seperti cek gula darah, kolesterol, dan asam urat – semua diberikan tanpa memandang isi dompet pasien.

Solusinya justru menyentuh hati. “Boleh bayar dengan hasil kebun, seperti buah, sayur, atau beras. Kalau benar-benar tidak punya, cukup do’akan saya dengan tulus,” tutur dr Rafika.

Di tengah dunia yang makin komersial, kisah dr Rafika adalah pengingat bahwa kemanusiaan belum mati. Ia bukan hanya menyembuhkan tubuh, tapi juga mengobati luka batin masyarakat kecil yang sering tersingkirkan sistem.

Netizen menyebutnya bukan sekadar dokter, tapi “malaikat berhati lembut dalam jas putih.”
Semoga kisah ini menular, dan lahir lebih banyak Rafika-Rafika lain di negeri ini.

Editor: (Sniper/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *