PESAWARAN, SNIPERNEW.id — Harapan Suhono (60), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, untuk memiliki hunian yang layak akhirnya terwujud melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0421/Lampung Selatan.
Program tersebut merupakan bagian dari TMMD yang digagas TNI sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi pada Senin (2/3/2026), rumah Suhono telah dinyatakan rampung dan siap huni.
Suhono diketahui hidup sebatang kara. Sebelumnya, ia menempati rumah kayu yang sudah lapuk dan tidak lagi layak. Kondisi bangunan yang keropos membuatnya rentan roboh saat diterpa angin kencang dan hujan deras.
“Saya sebatang kara, rumahnya memang sudah tua. Waktu angin kencang dan hujan deras kemarin, rumah saya roboh,” ujar Suhono dengan nada lirih saat ditemui usai serah terima rumah.
Ia menuturkan, peristiwa tersebut membuatnya sempat khawatir tidak memiliki tempat berteduh yang aman. Namun melalui program RTLH dalam TMMD ke-127, rumahnya dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kokoh dan layak huni.
Program TMMD ke-127 ini dilaksanakan oleh Kodim 0421/Lampung Selatan sebagai bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melihat kondisi Suhono yang membutuhkan bantuan, Satgas TMMD mengusulkan pembangunan kembali rumahnya melalui skema RTLH. Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI bersama warga setempat.
Komandan Satgas TMMD dalam keterangannya menyampaikan bahwa program RTLH tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Melalui TMMD, kami berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya yang membutuhkan bantuan. Pembangunan RTLH ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Suhono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Ia berharap rumah yang kini ditempatinya dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan membawa keberkahan.
“Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada semua yang telah membantu. Semoga membawa berkah untuk kita semua,” katanya.
Selain rumah Suhono, beberapa unit RTLH lainnya juga dalam tahap penyelesaian. Rumah milik Khoirul Anwar saat ini memasuki proses pengecatan dinding sebagai tahapan akhir sebelum ditempati. Sementara itu, rumah Bapak Ngadino tengah dalam tahap penguatan struktur melalui pengecoran sloof atas serta pemasangan kusen pintu dan jendela.
Adapun rumah Ibu Yusmawati bersama Bapak Heri sedang dalam proses plester dinding dan pemasangan kusen sebagai persiapan menuju tahap akhir pembangunan. Sedangkan rumah Ibu Siti Hamdiah telah memasuki tahap pengacian dinding luar untuk meratakan dan memperkuat permukaan sebelum dilakukan pengecatan.
Seluruh proses pembangunan dilakukan secara transparan dan melibatkan partisipasi aktif warga sekitar. Gotong royong menjadi ciri utama pelaksanaan TMMD, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Pemerintah daerah setempat menyambut baik program ini dan menilai TMMD sebagai bentuk kolaborasi nyata antara TNI dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar warga, terutama di wilayah pedesaan.
Dengan selesainya pembangunan rumah Suhono, program RTLH TMMD ke-127 diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek fisik bangunan, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.
Melalui pendekatan kolaboratif dan semangat pengabdian, TMMD ke-127 menjadi salah satu upaya konkret dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi warga yang membutuhkan di Kabupaten Pesawaran.
(Fahrul Rozi)



















