Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Bantuan BOS

Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot, Transparansi Dipertanyakan

140
×

Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot, Transparansi Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

TANGGAMUS, SNIPERNEW.id —  Pen­gelo­laan Dana Ban­tu­an Opera­sion­al Seko­lah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri 1 Tegine­neng, Keca­matan Limau, Kabu­pat­en Tangga­mus, Lam­pung, men­ja­di sorotan pub­lik.

Seko­lah terse­but diduga tidak men­jalankan prin­sip transparan­si anggaran, bahkan muncul indikasi kuat dugaan peng­gu­naan dana yang tidak sesuai perun­tukan, Senin (2/2/2026).

Dari hasil pan­tauan lang­sung awak media di lokasi seko­lah, dite­mukan sejum­lah kejang­galan kon­disi fisik ban­gu­nan yang memu­nculkan per­tanyaan serius terkait peng­gu­naan Dana BOS. Beber­a­pa bagian gedung seko­lah tam­pak men­gala­mi kerusakan cukup parah, seo­lah tidak per­nah tersen­tuh per­baikan atau ren­o­vasi.

Kerusakan terse­but ter­li­hat jelas pada kusen pin­tu yang mulai rapuh, ser­ta pla­fon ruang kelas yang berlubang di beber­a­pa titik. Kon­disi ini dini­lai tidak sejalan den­gan tujuan Dana BOS yang salah sat­un­ya dialokasikan untuk pemeli­haraan sarana dan prasarana seko­lah.

  Pujian di Tengah Perkara: Momen Sowan Eggi Sudjana ke Jokowi Jadi Sorotan Publik

Situ­asi terse­but meman­tik kri­tik tajam dari masyarakat, khusus­nya terkait keter­tu­tu­pan pihak seko­lah dalam men­gelo­la dan menyam­paikan infor­masi Dana BOS yang notabene meru­pakan dana pub­lik.

Sebelum­nya, awak media telah beru­paya melakukan kon­fir­masi kepa­da Adi, selaku Kepala SD Negeri 1 Tegine­neng. Upaya kon­fir­masi dilakukan melalui pesan What­sApp dan pang­gi­lan tele­pon, namun tidak men­da­p­at respons. Bahkan saat awak media men­datan­gi seko­lah secara lang­sung, yang bersangku­tan tidak bera­da di tem­pat.

Awak media hanya berhasil men­e­mui salah satu dewan guru berin­isial A, yang menyam­paikan bah­wa kepala seko­lah telah pulang lebih dahu­lu.

“Pak kepsek sudah pulang, Pak,” ujar guru terse­but singkat.

Dalam kesem­patan itu, awak media juga menanyakan terkait papan infor­masi peng­gu­naan Dana BOS ser­ta Surat Per­tang­gung­jawa­ban (SPJ). Namun, berdasarkan penga­matan di lingkun­gan seko­lah, tidak dite­mukan papan infor­masi Dana BOS yang seharus­nya dipasang di area yang mudah diak­ses pub­lik.

  Klarifikasi Anggaran SMA Negeri 1 Pringsewu Dialihkan, Publik Pertanyakan Peran Pengawasan Kacabdin

Saat dikon­fir­masi, guru berin­isial A terse­but men­gakui bah­wa papan infor­masi Dana BOS memang belum terse­dia.

“Setahu saya memang belum ada, Pak. Papan infor­masi Dana BOS-nya mungkin belum dibu­at oleh kepala seko­lah,” ungkap­nya.

Pada­hal, secara reg­u­lasi, SPJ dan infor­masi peng­gu­naan Dana BOS bukan­lah doku­men raha­sia. Infor­masi terse­but wajib dibu­ka kepa­da pub­lik, ter­ma­suk wali murid dan masyarakat umum, seba­gai ben­tuk transparan­si dan akunt­abil­i­tas pen­gelo­laan dana negara.

Hal ini dite­gaskan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 ten­tang Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik (KIP). Dana BOS yang bersum­ber dari APBN meru­pakan dana pub­lik, sehing­ga masyarakat memi­li­ki hak untuk menge­tahui secara rin­ci peng­gu­naan­nya.

Seko­lah seba­gai badan pub­lik berke­wa­jiban menye­di­akan infor­masi terse­but, salah sat­un­ya melalui papan infor­masi.

Lebih lan­jut, awak media juga melakukan kon­fir­masi ter­pisah kepa­da Fikoh, selaku ben­da­hara seko­lah, di kedia­man­nya. Namun perny­ataan yang dis­am­paikan jus­tru menam­bah tan­da tanya.

“Kalau soal anggaran Dana BOS, saya tidak tahu, Pak,” ujar Fikoh.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!

Ia men­gaku memang men­ja­bat seba­gai ben­da­hara, namun tidak menge­tahui besaran anggaran maupun perun­tukan­nya.

“Saya hanya memegang uangnya saja. Soal digu­nakan untuk apa dan bera­pa besar anggaran­nya, saya tidak tahu sama sekali,” bebernya kepa­da awak media.

Fikoh juga menye­but bah­wa pen­gelo­laan Dana BOS dilakukan oleh tim khusus yang diben­tuk kepala seko­lah, sehing­ga dirinya tidak menge­tahui detail peng­gu­naan dana, ter­ma­suk jika ada alokasi untuk per­baikan gedung atau pen­gadaan sarana.

Kalau ada per­baikan seko­lah atau keper­lu­an lain, itu ada tim­nya sendiri. Saya tidak tahu menahu soal anggaran­nya,” tutup­nya.

Kon­disi ini menim­bulkan per­tanyaan serius men­ge­nai tata kelo­la Dana BOS di SD Negeri 1 Tegine­neng, mengin­gat ben­da­hara seharus­nya mema­ha­mi alur keuan­gan secara menyelu­ruh.

Pub­lik pun mende­sak Dinas Pen­didikan dan instan­si terkait untuk segera melakukan audit dan eval­u­asi menyelu­ruh, demi memas­tikan Dana BOS benar-benar digu­nakan sesuai atu­ran dan kepentin­gan pen­didikan.

Penulis: (Fahrul)

Edi­tor: (iskan­dar)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *