Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Camat Taweh Selatan Ajak Warga Kobarkan Semangat Nasionalisme di HUT RI ke-80

147
×

Camat Taweh Selatan Ajak Warga Kobarkan Semangat Nasionalisme di HUT RI ke-80

Sebarkan artikel ini

Taweh Sela­tan, SniperNew.id —  Dalam rang­ka mem­peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia ke-80, Camat Taweh Sela­tan, Sodiq, bersama selu­ruh jajaran pemer­in­ta­han keca­matan, menyam­paikan uca­pan sela­mat sekali­gus ajakan penuh seman­gat kepa­da masyarakat untuk terus memeli­hara per­sat­u­an dan keb­hinekaan bangsa, Jumat (15/08/2025).

Momen­tum peringatan HUT RI kali ini diwar­nai den­gan seman­gat nasion­al­isme yang ken­tal. Sodiq mene­gaskan bah­wa kemerdekaan yang diraih bangsa Indone­sia pada 17 Agus­tus 1945 adalah hasil per­juan­gan pan­jang para pahlawan yang rela berko­r­ban jiwa dan raga demi men­gusir pen­ja­jah. Oleh kare­na itu, selu­ruh gen­erasi saat ini memi­li­ki tang­gung jawab besar untuk men­ja­ga dan mengisi kemerdekaan terse­but.

“Mari kobarkan seman­gat nasion­al­isme dalam diri kita semua. Mari jaga per­sat­u­an dan keb­hinekaan bangsa kita,” ujar Sodiq dalam sambu­tan­nya.

Menu­rut­nya, seman­gat nasion­al­isme tidak hanya diwu­jud­kan den­gan per­ayaan ser­e­mo­ni­al sema­ta, tetapi juga melalui tin­dakan nya­ta dalam kehidu­pan sehari-hari. Mis­al­nya, den­gan men­ja­ga keruku­nan antar­war­ga, sal­ing meng­hor­mati perbe­daan, ser­ta berkon­tribusi posi­tif dalam pem­ban­gu­nan daer­ah.

  Kepemimpinan Tegas Kacabdin Wilayah II Lampung, Rodi Hayani Samsun dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Sodiq mengin­gatkan bah­wa keber­aga­man suku, aga­ma, budaya, dan bahasa yang dim­i­li­ki Indone­sia adalah kekayaan yang tak terni­lai. Jika dikelo­la den­gan baik, keber­aga­man terse­but akan men­ja­di keku­atan besar yang dap­at men­dorong kema­juan bangsa. Namun seba­liknya, jika dia­baikan dan dib­iarkan men­ja­di sum­ber per­pec­a­han, hal itu akan men­gan­cam keu­tuhan negara.

Dalam momen berse­jarah ini, ia juga men­ga­jak masyarakat untuk mengin­gat jasa para pahlawan yang telah gugur. “Kita harus meng­hor­mati pen­gor­banan mere­ka den­gan cara men­ja­ga kemerdekaan ini agar tetap utuh, aman, dan damai. Jan­gan sam­pai per­juan­gan mere­ka men­ja­di sia-sia kare­na kelala­ian kita,” tam­bah­nya.

Selain itu, Sodiq menekankan pent­ingnya gotong roy­ong seba­gai salah satu nilai luhur bangsa Indone­sia. Menu­rut­nya, seman­gat gotong roy­ong adalah warisan budaya yang telah ter­buk­ti mam­pu mem­per­satukan masyarakat di masa lalu, dan tetap rel­e­van untuk dit­er­ap­kan di era mod­ern saat ini.

Ia juga menyam­paikan hara­pan agar selu­ruh ele­men masyarakat di Keca­matan Taweh Sela­tan dap­at bersin­er­gi den­gan pemer­in­tah daer­ah dalam mewu­jud­kan pem­ban­gu­nan yang mer­a­ta. Pem­ban­gu­nan yang dimak­sud bukan hanya infra­struk­tur fisik seper­ti jalan, jem­bat­an, atau fasil­i­tas umum, tetapi juga pem­ban­gu­nan sum­ber daya manu­sia yang berkual­i­tas.

  Desa di Tasikmalaya Habis Rp 20 Juta Hias Jalan Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

“Kema­juan daer­ah akan ter­ca­pai jika semua pihak ter­li­bat aktif. Masyarakat harus memi­li­ki kesadaran bah­wa mere­ka adalah bagian pent­ing dalam pros­es pem­ban­gu­nan. Tan­pa dukun­gan raky­at, pro­gram pemer­in­tah tidak akan ber­jalan mak­si­mal,” jelas­nya.

Camat Taweh Sela­tan terse­but menam­bahkan bah­wa momen HUT RI ke-80 harus dijadikan pengin­gat bah­wa kemerdekaan bukan­lah hadi­ah, melainkan hasil ker­ja keras yang harus terus diper­ta­hankan. Ia men­ga­jak masyarakat untuk tetap berpe­gang teguh pada Pan­casi­la seba­gai dasar negara, UUD 1945 seba­gai kon­sti­tusi, dan Bhin­neka Tung­gal Ika seba­gai sem­boy­an pem­er­satu.

Dalam rangka­ian peringatan HUT RI tahun ini, Pemer­in­tah Keca­matan Taweh Sela­tan juga mengge­lar berba­gai kegiatan, seper­ti lom­ba raky­at, upacara ben­dera, dan malam renun­gan suci. Kegiatan-kegiatan terse­but dihara­p­kan tidak hanya men­ja­di ajang hibu­ran, tetapi juga sarana mem­per­erat hubun­gan sosial antar­war­ga.

Sodiq men­ga­jak gen­erasi muda untuk tidak melu­pakan sejarah dan terus menanamkan rasa cin­ta tanah air sejak dini. Ia per­caya bah­wa masa depan Indone­sia bera­da di tan­gan para pemu­da yang berji­wa nasion­alis, berkarak­ter kuat, dan memi­li­ki kom­pe­ten­si untuk ber­saing di tingkat glob­al.

“Pemu­da harus men­ja­di pelo­por peruba­han posi­tif. Jadi­lah gen­erasi yang tidak hanya bang­ga den­gan iden­ti­tas bangsa, tetapi juga mam­pu mem­berikan kon­tribusi nya­ta untuk kema­juan negeri,” katanya.

  "Sedekah Gunung Merapi: Harmoni Alam, Budaya, dan Spiritualitas di Malam 1 Suro"

Uca­pan dan ajakan yang dis­am­paikan Sodiq men­da­p­at sambu­tan posi­tif dari masyarakat Taweh Sela­tan. Banyak war­ga yang merasa ter­mo­ti­vasi untuk ikut ser­ta dalam kegiatan peringatan HUT RI dan semakin mem­perku­at rasa keber­samaan di lingkun­gan mas­ing-mas­ing.

Den­gan seman­gat kemerdekaan yang terus berko­bar, Sodiq berharap Keca­matan Taweh Sela­tan dap­at men­ja­di con­toh daer­ah yang har­mo­nis, maju, dan ber­daya saing ting­gi di Kabu­pat­en Bar­i­to Utara. Baginya, kemerdekaan yang haki­ki adalah keti­ka selu­ruh raky­at dap­at hidup sejahtera, bebas dari kemiski­nan, kebodohan, dan per­pec­a­han.

Menut­up pesan­nya, Sodiq kem­bali mengin­gatkan bah­wa men­ja­ga per­sat­u­an adalah tugas bersama. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang meng­har­gai pen­gor­banan pahlawan­nya dan mam­pu bersatu untuk meng­hadapi segala tan­ta­n­gan. Mari kita isi kemerdekaan ini den­gan ker­ja nya­ta, demi Indone­sia yang lebih baik,” pungkas­nya.

Peringatan HUT RI ke-80 di Taweh Sela­tan tahun ini men­ja­di momen­tum pent­ing untuk mem­perkokoh seman­gat nasion­al­isme, mem­per­erat tali per­saudaraan, dan meneguhkan komit­men bersama dalam mem­ban­gun bangsa yang lebih maju, adil, dan mak­mur. Seman­gat ini­lah yang dihara­p­kan terus menyala di hati seti­ap war­ga, tak hanya pada bulan Agus­tus, tetapi sep­a­n­jang wak­tu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *