Bener Meriah, SniperNew.id – Desa Bintang Musara, yang terletak di Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, saat ini sedang mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Krisis ini terjadi akibat musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan sumber-sumber air utama warga mulai mengering, Kamis 31 Juli 2025.
Kondisi ini memaksa warga untuk mencari air dari berbagai sumber alternatif yang jaraknya cukup jauh dari permukiman. Seperti yang terlihat dalam gambar yang beredar, sejumlah warga terlihat sedang mengantre untuk mendapatkan air bersih dari sebuah penampungan. Mereka membawa berbagai wadah seperti jeriken, ember besar, dan tong plastik untuk menampung air yang didistribusikan melalui selang besar.
Salah satu warga, yang terekam sedang memegang selang air bersama warga lainnya, menyebutkan bahwa air tersebut bukan berasal dari PDAM, melainkan dari sumber cadangan yang disalurkan secara gotong royong oleh warga.
“Sudah lebih dari dua minggu air susah, kami harus saling bantu. Air ini pun tidak selalu cukup untuk semua warga,” ujarnya.
Kekeringan yang melanda tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mulai memengaruhi sektor pertanian dan peternakan di desa tersebut. Para petani kesulitan menyiram tanaman, dan banyak ternak mulai kekurangan pasokan air minum.
Sementara itu, pemerintah daerah belum memberikan bantuan secara signifikan untuk mengatasi krisis ini. 
Kepala desa Bintang Musara sebelumnya juga telah menyampaikan laporan kepada pihak kecamatan dan BPBD Kabupaten Bener Meriah, namun hingga kini warga masih bergantung pada usaha mandiri dan bantuan dari sesama warga. Kondisi ini semakin memperlihatkan pentingnya manajemen sumber daya air yang berkelanjutan, terutama di daerah-daerah rawan kekeringan.
Dengan situasi yang semakin memprihatinkan, masyarakat berharap agar perhatian segera diberikan untuk menghindari dampak lebih besar, terutama terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga yang sangat membutuhkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari.
Desa Bintang Musara kini menjadi salah satu titik krusial yang mencerminkan dampak nyata perubahan iklim dan kurangnya infrastruktur air di daerah terpencil.
Editor: (Ahmad).












