Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Aksi Pencurian Burung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Siantar Terekam CCTV

343
×

Aksi Pencurian Burung di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Siantar Terekam CCTV

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar, SniperNew.id – Sebuah peri­s­ti­wa pen­cu­ri­an kem­bali menggem­parkan war­ga Kota Pematangsiantar, Sumat­era Utara. Kali ini, rumah dinas Wak­il Wali Kota Pematangsiantar, Her­li­na, men­ja­di sasaran aksi pen­cu­ri­an. Reka­man CCTV yang beredar di media sosial mem­per­li­hatkan detik-detik seo­rang rema­ja nekat men­curi burung peli­haraan milik peja­bat terse­but. Peri­s­ti­wa itu viral dan menim­bulkan beragam reak­si dari masyarakat, Kamis (11/09/2025).

Dalam reka­man CCTV yang viral di media sosial, ter­li­hat seo­rang rema­ja berusa­ha masuk ke area rumah dinas Wak­il Wali Kota Siantar. Rema­ja terse­but diduga meru­pakan pelaku pen­cu­ri­an burung.

Saat hen­dak kabur, pelaku ter­li­hat panik hing­ga ter­jatuh keti­ka berusa­ha meman­jat pagar rumah dinas terse­but. Mes­ki demikian, aksi nekat itu tetap beru­jung pada hilangnya burung peli­haraan yang bera­da di rumah dinas terse­but.

Peri­s­ti­wa ini menam­bah daf­tar kasus pen­cu­ri­an yang ter­ja­di di kedia­man dinas Wak­il Wali Kota Siantar. Berdasarkan keteran­gan Her­li­na, sudah dua kali rumah dinas­nya men­gala­mi kema­lin­gan dalam kurun wak­tu yang relatif singkat.

Kor­ban dalam peri­s­ti­wa ini adalah Wak­il Wali Kota Pematangsiantar, Her­li­na. Burung yang men­ja­di tar­get pen­cu­ri­an meru­pakan peli­haraan milik beli­au.

  Kamp Pengungsian di Gaza Tengah Hancur Usai Serangan Udara

Semen­tara pelaku, berdasarkan reka­man CCTV, diduga masih beru­sia rema­ja. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, iden­ti­tas pelaku belum terungkap secara res­mi, namun reka­man video yang beredar luas men­ja­di petun­juk pent­ing bagi aparat kea­manan.

Lokasi keja­di­an adalah di rumah dinas Wak­il Wali Kota Pematangsiantar, Sumat­era Utara. Tem­pat ini seharus­nya memi­li­ki tingkat kea­manan yang cukup ketat, mengin­gat sta­tus­nya seba­gai kedia­man peja­bat pub­lik.

Namun fak­ta bah­wa pen­cu­ri­an bisa ter­ja­di hing­ga dua kali bertu­rut-turut memu­nculkan per­tanyaan pub­lik terkait sis­tem kea­manan di rumah dinas terse­but.

Keja­di­an pen­cu­ri­an yang ter­baru terekam CCTV dan viral di media sosial pada ming­gu per­ta­ma Sep­tem­ber 2025. Video terse­but mulai ramai dibicarakan pub­lik sete­lah diung­gah akun media sosial lokal, yang kemu­di­an menye­bar cepat dan memicu diskusi hangat di berba­gai plat­form.

Ada beber­a­pa fak­tor yang diduga men­ja­di penye­bab peri­s­ti­wa pen­cu­ri­an ini ter­ja­di:

1. Kurangnya pen­gawasan kea­manan. Mes­ki rumah dinas peja­bat biasanya dija­ga, keny­ataan­nya pelaku masih bisa masuk dan mem­bawa kabur burung.

2. Burung seba­gai tar­get pen­cu­ri­an. Burung kicauan atau burung peli­haraan ter­ten­tu dike­tahui memi­li­ki nilai jual ting­gi di pasaran. Hal ini mem­bu­at burung men­ja­di salah satu tar­get favorit para pen­curi.

3. Pelaku panik. Berdasarkan reka­man CCTV, pelaku ter­li­hat ter­bu­ru-buru dan panik saat hen­dak kabur, hing­ga ter­jatuh saat meman­jat pagar. Hal ini menun­jukkan aksi terse­but dilakukan tan­pa peren­canaan matang.

  Pembongkaran Rumah Terduga Pelaku Pembunuhan Karyawati Koperasi di Pasangkayu

Berdasarkan keteran­gan dari reka­man CCTV, peri­s­ti­wa berlang­sung cukup singkat. Pelaku ter­li­hat mema­su­ki area rumah dinas, kemu­di­an mendekati sangkar burung yang ada di hala­man. Sete­lah berhasil mengam­bil burung, pelaku berusa­ha kelu­ar den­gan cara meman­jat pagar. Namun kare­na ter­bu­ru-buru, ia ter­pe­le­set dan jatuh. Mes­ki begi­tu, ia tetap berhasil melarikan diri den­gan burung hasil curi­an.

Keja­di­an ini lang­sung viral sete­lah diung­gah ke media sosial. Masyarakat meny­oroti keberan­ian pelaku sekali­gus mem­per­tanyakan kea­manan di rumah dinas peja­bat set­ingkat wak­il wali kota.

Wak­il Wali Kota Siantar, Her­li­na, sebelum­nya sudah per­nah men­gungkap­kan kere­sa­han­nya. Ia menyam­paikan bah­wa rumah dinas­nya sudah dua kali men­gala­mi kema­lin­gan. Dalam sebuah ung­ga­han video, Her­li­na menu­turkan rasa kece­wa sekali­gus kepri­hati­nan­nya atas kon­disi terse­but.

Seba­gai peja­bat pub­lik, ia meni­lai keja­di­an ini bukan hanya soal kehi­lan­gan burung, tetapi juga menyangkut kea­manan prib­a­di dan kelu­ar­ga. Ia berharap pihak berwe­nang segera menin­dak­lan­ju­ti kasus terse­but agar tidak teru­lang kem­bali.

Masyarakat mem­berikan beragam komen­tar terkait insi­d­en ini. Seba­gian besar merasa her­an bagaimana rumah dinas seo­rang peja­bat pub­lik bisa men­ja­di sasaran pen­cu­ri­an beru­lang kali. Banyak pula war­ganet yang meny­oroti keberan­ian pelaku yang nekat men­curi meskipun ada risiko terekam kam­era pen­gawas.

Di sisi lain, ada juga komen­tar satir yang beredar di dunia maya. Beber­a­pa peng­gu­na media sosial menye­but bah­wa jika rumah peja­bat saja bisa kema­lin­gan, apala­gi rumah war­ga biasa. Hal ini memu­nculkan diskusi serius soal kea­manan lingkun­gan di Kota Pematangsiantar.

  Demo Warga Pati Lempari Sandal dan Botol ke Bupati, Tuntut Sikap Lebih Terbuka

Kasus pen­cu­ri­an ini mem­bu­ka diskusi lebih luas men­ge­nai sis­tem kea­manan di rumah dinas peja­bat negara. Seharus­nya, tem­pat ting­gal wak­il wali kota memi­li­ki penga­manan berlapis. Fak­ta bah­wa pen­cu­ri­an bisa ter­ja­di hing­ga dua kali menun­jukkan adanya celah dalam sis­tem terse­but.

Pakar kea­manan meni­lai per­lun­ya eval­u­asi ter­hadap sis­tem pen­ja­gaan rumah dinas peja­bat, teruta­ma dalam hal patroli rutin, pemasan­gan CCTV di titik strate­gis, ser­ta kehadi­ran per­son­el kea­manan yang lebih ketat.

Hing­ga saat ini, aparat kepolisian setem­pat dik­abarkan sudah mener­i­ma lapo­ran terkait pen­cu­ri­an terse­but. Pros­es iden­ti­fikasi pelaku ten­gah dilakukan den­gan meman­faatkan reka­man CCTV yang sudah viral. Polisi juga mem­inta masyarakat yang memi­li­ki infor­masi tam­ba­han untuk mela­por, demi mem­per­cepat pen­gungka­pan kasus ini.

Kasus pen­cu­ri­an burung di rumah dinas Wak­il Wali Kota Siantar bukan sekadar insi­d­en biasa. Peri­s­ti­wa ini meny­oroti dua hal pent­ing: nilai ekono­mi burung peli­haraan yang ting­gi, dan lemah­nya penga­manan di rumah peja­bat pub­lik.

Den­gan dua kali keja­di­an dalam wak­tu singkat, peri­s­ti­wa ini seakan men­ja­di alarm bah­wa per­lin­dun­gan ter­hadap aset dan kea­manan peja­bat per­lu diper­ke­tat. Pub­lik pun menung­gu langkah konkret dari pihak berwe­nang dalam menan­gani kasus ini, sekali­gus berharap keja­di­an seru­pa tidak lagi teru­lang. (Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *