Pematangsiantar, SniperNew.id – Sebuah peristiwa pencurian kembali menggemparkan warga Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Kali ini, rumah dinas Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina, menjadi sasaran aksi pencurian. Rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik seorang remaja nekat mencuri burung peliharaan milik pejabat tersebut. Peristiwa itu viral dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat, Kamis (11/09/2025).
Dalam rekaman CCTV yang viral di media sosial, terlihat seorang remaja berusaha masuk ke area rumah dinas Wakil Wali Kota Siantar. Remaja tersebut diduga merupakan pelaku pencurian burung.
Saat hendak kabur, pelaku terlihat panik hingga terjatuh ketika berusaha memanjat pagar rumah dinas tersebut. Meski demikian, aksi nekat itu tetap berujung pada hilangnya burung peliharaan yang berada di rumah dinas tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar kasus pencurian yang terjadi di kediaman dinas Wakil Wali Kota Siantar. Berdasarkan keterangan Herlina, sudah dua kali rumah dinasnya mengalami kemalingan dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Korban dalam peristiwa ini adalah Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina. Burung yang menjadi target pencurian merupakan peliharaan milik beliau.
Sementara pelaku, berdasarkan rekaman CCTV, diduga masih berusia remaja. Hingga berita ini ditulis, identitas pelaku belum terungkap secara resmi, namun rekaman video yang beredar luas menjadi petunjuk penting bagi aparat keamanan.
Lokasi kejadian adalah di rumah dinas Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Tempat ini seharusnya memiliki tingkat keamanan yang cukup ketat, mengingat statusnya sebagai kediaman pejabat publik.
Namun fakta bahwa pencurian bisa terjadi hingga dua kali berturut-turut memunculkan pertanyaan publik terkait sistem keamanan di rumah dinas tersebut.
Kejadian pencurian yang terbaru terekam CCTV dan viral di media sosial pada minggu pertama September 2025. Video tersebut mulai ramai dibicarakan publik setelah diunggah akun media sosial lokal, yang kemudian menyebar cepat dan memicu diskusi hangat di berbagai platform.
Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab peristiwa pencurian ini terjadi:
1. Kurangnya pengawasan keamanan. Meski rumah dinas pejabat biasanya dijaga, kenyataannya pelaku masih bisa masuk dan membawa kabur burung.
2. Burung sebagai target pencurian. Burung kicauan atau burung peliharaan tertentu diketahui memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Hal ini membuat burung menjadi salah satu target favorit para pencuri.
3. Pelaku panik. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat terburu-buru dan panik saat hendak kabur, hingga terjatuh saat memanjat pagar. Hal ini menunjukkan aksi tersebut dilakukan tanpa perencanaan matang.
Berdasarkan keterangan dari rekaman CCTV, peristiwa berlangsung cukup singkat. Pelaku terlihat memasuki area rumah dinas, kemudian mendekati sangkar burung yang ada di halaman. Setelah berhasil mengambil burung, pelaku berusaha keluar dengan cara memanjat pagar. Namun karena terburu-buru, ia terpeleset dan jatuh. Meski begitu, ia tetap berhasil melarikan diri dengan burung hasil curian.
Kejadian ini langsung viral setelah diunggah ke media sosial. Masyarakat menyoroti keberanian pelaku sekaligus mempertanyakan keamanan di rumah dinas pejabat setingkat wakil wali kota.
Wakil Wali Kota Siantar, Herlina, sebelumnya sudah pernah mengungkapkan keresahannya. Ia menyampaikan bahwa rumah dinasnya sudah dua kali mengalami kemalingan. Dalam sebuah unggahan video, Herlina menuturkan rasa kecewa sekaligus keprihatinannya atas kondisi tersebut.
Sebagai pejabat publik, ia menilai kejadian ini bukan hanya soal kehilangan burung, tetapi juga menyangkut keamanan pribadi dan keluarga. Ia berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti kasus tersebut agar tidak terulang kembali.
Masyarakat memberikan beragam komentar terkait insiden ini. Sebagian besar merasa heran bagaimana rumah dinas seorang pejabat publik bisa menjadi sasaran pencurian berulang kali. Banyak pula warganet yang menyoroti keberanian pelaku yang nekat mencuri meskipun ada risiko terekam kamera pengawas.
Di sisi lain, ada juga komentar satir yang beredar di dunia maya. Beberapa pengguna media sosial menyebut bahwa jika rumah pejabat saja bisa kemalingan, apalagi rumah warga biasa. Hal ini memunculkan diskusi serius soal keamanan lingkungan di Kota Pematangsiantar.
Kasus pencurian ini membuka diskusi lebih luas mengenai sistem keamanan di rumah dinas pejabat negara. Seharusnya, tempat tinggal wakil wali kota memiliki pengamanan berlapis. Fakta bahwa pencurian bisa terjadi hingga dua kali menunjukkan adanya celah dalam sistem tersebut.
Pakar keamanan menilai perlunya evaluasi terhadap sistem penjagaan rumah dinas pejabat, terutama dalam hal patroli rutin, pemasangan CCTV di titik strategis, serta kehadiran personel keamanan yang lebih ketat.
Hingga saat ini, aparat kepolisian setempat dikabarkan sudah menerima laporan terkait pencurian tersebut. Proses identifikasi pelaku tengah dilakukan dengan memanfaatkan rekaman CCTV yang sudah viral. Polisi juga meminta masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk melapor, demi mempercepat pengungkapan kasus ini.
Kasus pencurian burung di rumah dinas Wakil Wali Kota Siantar bukan sekadar insiden biasa. Peristiwa ini menyoroti dua hal penting: nilai ekonomi burung peliharaan yang tinggi, dan lemahnya pengamanan di rumah pejabat publik.
Dengan dua kali kejadian dalam waktu singkat, peristiwa ini seakan menjadi alarm bahwa perlindungan terhadap aset dan keamanan pejabat perlu diperketat. Publik pun menunggu langkah konkret dari pihak berwenang dalam menangani kasus ini, sekaligus berharap kejadian serupa tidak lagi terulang. (Ahm/abd).













