Berita Daerah

Damkar Badung Bersihkan Lumpur Pasca Banjir Bandang di Pura Kereban Langit

395
×

Damkar Badung Bersihkan Lumpur Pasca Banjir Bandang di Pura Kereban Langit

Sebarkan artikel ini

Bandung, SniperNew.id  – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Badung melakukan penyemprotan lumpur pasca banjir bandang yang melanda wilayah Pura Kereban Langit, Desa Adat Sading, Kecamatan Mengwi, Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Aksi cepat tanggap tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan fasilitas umum dan tempat suci pasca bencana yang terjadi akibat curah hujan tinggi di kawasan tersebut.

Informasi ini disampaikan melalui unggahan akun resmi @damkar_kabupaten_badung di platform Threads. Dalam unggahan itu disebutkan, “Rabu, 10 September 2025 Pukul 14.00 Wita, Tim Damkar Badung melakukan penyemprotan lumpur pasca banjir bandang di Wilayah Pura Kereban Langit Desa Adat Sading, Kec. Mengwi.” Unggahan tersebut juga menandai sejumlah akun pejabat dan tokoh publik seperti @kontak_bupati, @iwayanadiarnawa, @gus.bota, serta beberapa akun masyarakat lokal.

Banjir bandang yang terjadi sehari sebelumnya dilaporkan membawa material lumpur, pasir, dan batu yang menutupi area sekitar Pura Kereban Langit. Pura ini merupakan salah satu pura penting di Desa Adat Sading yang kerap menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Material lumpur yang menumpuk membuat akses warga untuk bersembahyang terganggu dan membahayakan keselamatan.

  APDESI Tanggamus Sambut Baik Keputusan Presiden Mencabut PMK 81/2025

Warga sekitar melaporkan bahwa hujan deras mulai turun sejak Selasa sore, disertai debit air sungai yang meningkat tajam. Akibatnya, aliran air meluap dan membawa material tanah dari perbukitan sekitar. Sejumlah fasilitas pura ikut tertutup lumpur, termasuk area pelinggih, pelataran, dan jalan masuk pura.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan pembersihan. Tim Damkar Badung bersama perangkat desa, pecalang, serta relawan bekerja sama untuk mempercepat proses normalisasi area pura agar bisa kembali digunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan.

Proses pembersihan dimulai Rabu siang dengan mengerahkan personel Damkar beserta peralatan semprot bertekanan tinggi. Dalam foto yang diunggah, tampak petugas mengenakan seragam lengkap dan helm pelindung sedang mengarahkan semprotan air ke area pura yang dipenuhi lumpur.

Kegiatan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat area pura merupakan tempat suci dan memiliki sejumlah sarana upacara yang harus dijaga kesuciannya. Penyemprotan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pelataran utama, akses jalan masuk, hingga area pelinggih yang terendam lumpur.

Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan area pura kembali bersih dan aman, sekaligus meminimalkan risiko penyakit akibat genangan lumpur.

Kegiatan pembersihan ini juga dikoordinasikan dengan pihak Desa Adat Sading. Bendesa Adat setempat memberikan apresiasi atas respon cepat yang diberikan Damkar Badung. “Kami sangat berterima kasih kepada Damkar Badung yang langsung turun membantu membersihkan pura. Warga kami sangat terbantu karena pembersihan secara manual memakan waktu lama,” ujar salah satu tokoh adat.

  Gugur dalam Tugas, Dedikasi Deden Maulana untuk Laut Nusantara

Koordinasi ini penting agar proses pembersihan tidak mengganggu aktivitas spiritual di pura. Sebelum penyemprotan dilakukan, pecalang memastikan area sekitar aman dan mengarahkan warga untuk menjauh sementara.

Unggahan di akun Threads ini menjadi sarana komunikasi publik yang efektif. Dengan adanya informasi resmi dari akun Damkar Badung, masyarakat dapat mengetahui kondisi terkini di lapangan, sekaligus mengurangi potensi penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks terkait bencana.

Selain itu, unggahan tersebut menandai sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat untuk memastikan koordinasi dan perhatian terhadap peristiwa tersebut. Tagar dan penyebutan akun publik juga membantu memperluas jangkauan informasi sehingga bantuan dan perhatian dari berbagai pihak dapat segera terkoordinasi.

Banjir bandang yang melanda Desa Adat Sading tidak hanya berdampak pada kerusakan fasilitas pura, tetapi juga mengganggu aktivitas warga. Jalan akses menuju pura sempat tertutup material lumpur, membuat mobilitas warga terganggu. Beberapa rumah di sekitar aliran sungai juga dilaporkan terdampak lumpur, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.

Pura Kereban Langit sendiri memiliki nilai spiritual dan ekonomi karena sering dikunjungi umat Hindu untuk melakukan persembahyangan maupun upacara adat. Dengan cepatnya proses pembersihan, diharapkan kegiatan keagamaan yang sudah dijadwalkan tidak terganggu terlalu lama.

Pemerintah Kabupaten Badung mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat musim hujan masih berlangsung. Warga di sekitar bantaran sungai diminta untuk rutin memantau kondisi cuaca dan segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika terjadi tanda-tanda kenaikan debit air.

  Melalui Empat Pilar MPR RI Putih Sari Teguhkan Komitmen Masyarakat Menjaga NKRI

Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan upaya mitigasi bencana, seperti menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran sungai. Kolaborasi antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana serupa di masa depan.

Setelah proses pembersihan oleh Damkar selesai, rencananya akan dilakukan pengecekan lebih lanjut terhadap struktur pura untuk memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan. Jika ditemukan kerusakan pada bangunan atau sarana pura, pemerintah daerah siap memberikan bantuan perbaikan.

Beberapa kelompok masyarakat dan relawan juga berinisiatif memberikan bantuan berupa tenaga, air bersih, serta logistik untuk warga yang terdampak. Gotong royong menjadi semangat utama dalam pemulihan pasca bencana ini.

Aksi penyemprotan lumpur yang dilakukan Damkar Badung menjadi contoh nyata penanganan cepat dan tepat pasca bencana banjir bandang. Kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat membantu mempercepat pemulihan, sekaligus menjaga kelestarian serta kesucian pura yang menjadi pusat spiritual masyarakat.

Melalui informasi resmi yang disampaikan di media sosial, publik dapat memperoleh update yang akurat, sekaligus memberikan rasa aman bahwa pemerintah hadir dalam setiap situasi darurat. Banjir bandang memang menjadi ancaman serius di musim hujan, namun dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik, dampak buruknya bisa diminimalisasi. (Abd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *