Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita PendidikanBerita Sosial

Menu MBG Diprotes, Guru Akui Keluhan Soal Makanan Berulang

256
×

Menu MBG Diprotes, Guru Akui Keluhan Soal Makanan Berulang

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar: Potret makanan yang dibungkus plastik bening dan diduga tidak layak konsumsi, tampak perubahan warna pada permukaannya, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan pangan.

PRINGSEWU, SNIPERNEW.id  – Pelak­sanaan Pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG) di TK Nurul Qomar, Desa/Pekon Way Gison I, Keca­matan Page­laran, Kabu­pat­en Pringsewu, kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik.

Sete­lah sebelum­nya sejum­lah wali murid mem­protes kon­disi makanan yang dini­lai tidak layak kon­sum­si, pihak seko­lah melalui salah satu guru mem­be­narkan adanya keluhan terse­but dan menye­but keja­di­an seru­pa bukan kali per­ta­ma ter­ja­di.

Seba­gaimana diber­i­takan sebelum­nya, wali murid TK Nurul Qomar menyam­paikan keber­atan atas makanan yang dibagikan kepa­da anak-anak pada Sab­tu (16/1/2026)

  HPSN 2026, SDN 1 Antar Berak Tanamkan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

Makanan terse­but dini­lai tidak segar dan diduga telah men­gala­mi pem­busukan, sehing­ga menim­bulkan kekhawati­ran ter­hadap kese­hatan peser­ta didik usia dini.

Salah satu wali murid bahkan menyam­paikan keluhan melalui pesan What­sApp kepa­da redak­si media. Dalam pesan terse­but ter­tulis, “Muntule bureng bu, gak bisa dimakan, pait,” yang menggam­barkan kon­disi makanan yang diter­i­ma anaknya.

Ungka­pan itu mem­perku­at dugaan wali murid bah­wa makanan dalam pro­gram terse­but tidak memenuhi stan­dar kelayakan kon­sum­si.

Menang­gapi hal itu, di hari yang sama, salah satu guru TK Nurul Qomar berin­isial GP mem­berikan klar­i­fikasi kepa­da media.

Melalui pesan What­sApp, GP mem­be­narkan bah­wa pihak seko­lah mener­i­ma kom­plain dari wali murid dan segera menin­dak­lan­jutinya kepa­da pihak pelak­sana Pro­gram MBG.

Iya benar sekali pak. Sete­lah wali murid kom­plain dan saya sam­paikan kepa­da pihak MBG-nya, mere­ka sigap lang­sung meng­gan­ti dan men­gan­tarkan makanan ke seko­lah,” tulis GP. ”

Namun demikian, GP juga menyayangkan lemah­nya pen­gawasan sejak awal. Menu­rut­nya, makanan yang tidak layak seharus­nya sudah dis­ar­ing sebelum didis­tribusikan kepa­da anak-anak.

Tapi yang dis­ayangkan, kena­pa tidak diper­hatikan dari awal kalau itu tidak layak dimakan,” lan­jut­nya.

Lebih jauh, GP men­gungkap­kan bah­wa keja­di­an seru­pa bukan baru sekali ter­ja­di. Ia menye­but, dalam beber­a­pa bulan ter­akhir, per­soalan kual­i­tas makanan dalam pro­gram terse­but sem­pat beru­lang.

Memang dalam beber­a­pa bulan ter­akhir ini hal itu ter­ja­di, Boleh lng­sung ke kepala seko­lah­nya pak untuk lbh lnjut,”pungkas­nya.

Pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri meru­pakan pro­gram nasion­al pemer­in­tah yang bertu­juan meningkatkan sta­tus gizi anak seko­lah, menu­runk­an angka stunt­ing, ser­ta men­dukung pem­ban­gu­nan sum­ber daya manu­sia ung­gul.

  Diduga Makanan Tak Layak, Program Makan Bergizi di TK Nurul Qomar Diprotes Wali Murid

Pro­gram ini juga diran­cang untuk meng­ger­akkan ekono­mi lokal den­gan meli­batkan petani dan pelaku UMKM seba­gai penye­dia bahan pan­gan.

Mes­ki demikian, kasus di TK Nurul Qomar menun­jukkan pent­ingnya pen­gawasan ketat ter­hadap kual­i­tas, keber­si­han, dan kea­manan makanan, khusus­nya bagi anak-anak usia dini yang san­gat rentan ter­hadap risiko kese­hatan.

  Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot LPKAN RI, Kepsek Diminta Buka Data dan Bertanggung Jawab

Pihak seko­lah sebelum­nya meny­atakan telah mener­i­ma aspi­rasi wali murid dan berkomit­men untuk menguta­makan kese­la­matan peser­ta didik.

Seko­lah mene­gaskan tidak akan mendis­tribusikan makanan apa­bi­la dini­lai tidak layak kon­sum­si.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, Kepala TK Nurul Qomar belum mem­berikan keteran­gan res­mi.

Upaya kon­fir­masi melalui sam­bun­gan tele­pon dan pesan What­sApp belum men­da­p­atkan respons kare­na nomor yang dihubun­gi dila­porkan tidak aktif.

Wali murid berharap instan­si terkait, baik pelak­sana pro­gram maupun pihak berwe­nang, dap­at melakukan eval­u­asi menyelu­ruh agar tujuan Pro­gram Makan Bergizi Gratis benar-benar ter­ca­pai tan­pa men­gor­bankan kese­hatan anak-anak seba­gai pener­i­ma man­faat uta­ma.

Penulis: (Jamhari & Iskan­dar)