Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Debus Bukan Superman: Duri Menyakitkan, Imannya yang Kebal

163
×

Debus Bukan Superman: Duri Menyakitkan, Imannya yang Kebal

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, JAWA BARAT — Kesen­ian tra­di­sion­al Debus, warisan budaya Nusan­tara yang sarat nilai spir­i­tu­al dan ketang­guhan batin, kem­bali menarik per­ha­t­ian pub­lik melalui ung­ga­han akun Face­book Kang Farhan Salak­a­geni, yang men­doku­men­tasikan sebuah per­tun­jukan Debus di wilayah Suk­abu­mi, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).

  Azan Magrib Bergema di Masjid Al Munawwarah Pascabanjir

Dalam ung­ga­han terse­but, ter­li­hat seo­rang pelaku Debus mem­per­ton­tonkan atrak­si cucuk duri pada tubuh­nya di hada­pan war­ga yang menyak­sikan secara lang­sung.

Aksi dilakukan di ruang ter­bu­ka, dike­lilin­gi masyarakat dan per­lengka­pan rit­u­al seder­hana, den­gan suasana yang khid­mat dan tert­ib.

Melalui narasi yang meny­er­tai video, pen­gung­gah menuliskan kuti­pan seba­gai berikut.

“Cucuk duri melam­bangkan ujian dan rasa sak­it kehidu­pan, semen­tara tubuh yang tetap ten­ang dan tidak ter­lu­ka melam­bangkan keku­atan batin, keyak­i­nan spir­i­tu­al, ser­ta disi­plin lahir dan batin.”

Ia juga mene­gaskan bah­wa Debus bukan­lah per­tun­jukan untuk pamer keku­atan fisik sema­ta. Hal terse­but dite­gaskan kem­bali dalam kuti­pan lain.

  Tobok Bebas Jual Sabu di Eks Terminal Sukadame,, Masyarakat Mendesak Tindakan Aparat hukum

“Debus bukan untuk kesom­bon­gan, melainkan pengin­gat bah­wa manu­sia kuat bukan kare­na tubuh­nya, tetapi kare­na iman, ilmu, dan adab­nya.”
Ung­ga­han terse­but dilengkapi den­gan tagar #Debus­Duri,

#Mang­Ban­goShi­makaruhun, #sun­da, dan #Debus­Ban­ten, yang menan­dakan keterkai­tan erat seni Debus den­gan tra­disi Sun­da dan Ban­ten seba­gai akar budayanya.

Secara visu­al, video mem­per­li­hatkan prak­tik Debus seba­gai seni per­tun­jukan yang dijalankan den­gan tata cara ter­ten­tu, bukan aksi spon­tan tan­pa mak­na. Para pelaku tam­pak men­ja­ga sikap, kon­sen­trasi, dan adab sela­ma per­tun­jukan berlang­sung, semen­tara penon­ton menyak­sikan den­gan penuh per­ha­t­ian.

  Meriah! Siswa Soppeng Riaja Tampilkan Aksi Memukau di Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80

Debus sendiri dike­nal seba­gai seni budaya tra­di­sion­al yang meng­gabungkan unsur olah tubuh, spir­i­tu­al­i­tas, dan disi­plin batin, yang telah diwariskan secara turun-temu­run.

Hing­ga kini, Debus masih berta­han di ten­gah arus mod­ernisasi seba­gai sim­bol keteguhan nilai budaya lokal yang tidak lekang oleh zaman.

Ung­ga­han doku­men­tasi ini sekali­gus men­ja­di pengin­gat bah­wa kesen­ian tra­di­sion­al bukan sekadar ton­to­nan, melainkan tun­tu­nan nilai kehidu­pan, ten­tang kesabaran, keyak­i­nan, dan pen­gen­dalian diri.

Penulis: (iskan­dar).