Berita Peristiwa

Ratusan Warga Terisolasi Berjalan Puluhan Kilometer Akibat Longsor di Jalur Sipirok–Batu Jomba

386
×

Ratusan Warga Terisolasi Berjalan Puluhan Kilometer Akibat Longsor di Jalur Sipirok–Batu Jomba

Sebarkan artikel ini

TAPANULI SELATAN, SNIPERNEW.ID — Sebuah unggahan di media sosial Threads yang dipublikasikan akun nurris.nurris menggambarkan kondisi memprihatinkan yang dialami warga di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, setelah serangkaian bencana longsor melanda kawasan tersebut, Senin (1/12/2025).

  Fenomena Langit Menakjubkan: Ribuan Burung Jalak Menari di Senja Italia

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa ratusan warga terpaksa mengungsi dengan berjalan kaki puluhan kilometer karena akses jalan untuk kendaraan terputus total. Warganet tersebut menuliskan ungkapan empati kepada para warga yang terdampak, seraya menyampaikan bahwa tidak ada jalur alternatif yang dapat dilalui kendaraan.

Menurut narasi dalam unggahan itu, sedikitnya terdapat sekitar 30 titik longsor dan sejumlah ruas jalan dilaporkan ambles di jalur penghubung Sipirok menuju Batu Jomba, sehingga membuat masyarakat yang tinggal di beberapa desa pegunungan benar-benar terisolasi.

  Pohon Tumbang Tutup Sementara Jalan Kapten Muslihat Bogor

Unggahan tersebut juga menyertakan sebuah foto yang memperlihatkan kerumunan warga berjalan kaki di tengah hujan, lengkap dengan barang bawaan seadanya. Beberapa di antaranya tampak mengenakan jas hujan dan membawa persediaan logistik, sementara sebagian lainnya berjalan dengan payung maupun tanpa pelindung.

Hingga saat ini, informasi dalam unggahan tersebut masih berupa kesaksian warga yang menyebar melalui media sosial. Otoritas terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah titik longsor maupun kondisi terbaru penanganan jalur yang terdampak. Namun, jalur Sipirok–Batu Jomba memang dikenal rawan longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.

  Dua Rumah Terbakar di Kawasan Taman Konservasi

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pembukaan akses darurat untuk membantu warga yang terisolasi serta mengamankan jalur utama yang terganggu. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun petugas penanganan bencana.

Penulis: (iskandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *