Berita Nasional

Antonius Tumanggor Dorong Pemko Medan Maksimalkan Anggaran Penanganan Banjir, Usulkan Dua Pera

214
×

Antonius Tumanggor Dorong Pemko Medan Maksimalkan Anggaran Penanganan Banjir, Usulkan Dua Pera

Sebarkan artikel ini

MEDAN //Snipernew id

Curah hujan ting­gi yang meng­guyur Kota Medan dalam beber­a­pa hari ter­akhir kem­bali memicu ban­jir besar di sejum­lah kawasan.

Menyikapi kon­disi ini, Anggota DPRD Kota Medan, Anto­nius Devo­lis Tumang­gor, mende­sak Pemer­in­tah Kota (Pemko) Medan untuk mem­perbe­sar anggaran penan­ganan ban­jir ser­ta meningkatkan kesi­ap­si­a­gaan meng­hadapi ben­cana.

Anto­nius men­gatakan, ban­jir yang melan­da wilayah Medan Barat, Medan Hel­ve­tia, Medan Baru, dan seba­gian Medan Peti­sah dalam dapil­nya men­ja­di buk­ti bah­wa pemer­in­tah harus berg­er­ak lebih serius. Dua keca­matan yang dini­lai pal­ing rawan adalah Medan Barat dan Medan Hel­ve­tia.

  Resmi: Paul Onuachu Pilih Pulang ke Turki, Tolak Inggris & Belgia!

“Saya san­gat sedih meli­hat keja­di­an ini. Ban­jir kali ini merenggut kor­ban jiwa, banyak war­ga men­gungsi, dan rumah mere­ka teren­dam tan­pa sem­pat menye­la­matkan per­ab­otan maupun kendaraan,” ujarnya den­gan nada pri­hatin, pada Minggu.(30/11/25)

Ia juga mema­parkan, deras­nya arus dan lam­bat­nya ban­tu­an evakuasi mem­bu­at banyak war­ga nekat men­er­o­bos ban­jir demi menye­la­matkan diri.

“Ada war­ga yang ter­hanyut, bahkan dik­abarkan masuk ke gorong-gorong. Keter­lam­bat­an ban­tu­an ini san­gat berba­haya,” tegas­nya lagi kepa­da awak media yang bertu­gas saat di Build­ing Sopo ATRestorasi Bersatu di Kota Medan.

Usul Tam­ba­han Tena­ga, Anggaran, dan Per­lengka­pan Evakuasi

Anto­nius men­dorong Pemko Medan untuk menam­bah tena­ga hon­or­er pada Dinas Pemadam Kebakaran ser­ta BPBD Kota Medan agar respons ter­hadap ben­cana lebih cepat.

  Momen Haru! Ratusan Keluarga Resmi Huni Rumah Impian Lewat PM Awas Yojana, PM Modi: “Wajah Bahagia Mereka Beri Saya Berkah”

Menu­rut­nya, saat peri­s­ti­wa ban­jir ter­ja­di, banyak war­ga menghubunginya mem­inta ban­tu­an per­ahu karet, makanan, hing­ga obat-obatan, namun upaya ban­tu­an ter­ham­bat kare­na akses jalan sudah dikepung ban­jir.

“Bayangkan, ket­ing­gian air men­ca­pai dada orang dewasa. Beber­a­pa kawasan di Medan Barat seper­ti Kelu­ra­han Karya Sei Agul, Karang Berom­bak, Brayan, Silalas, bahkan seba­gian Kesawan adalah titik yang pal­ing parah,” jelas­nya.

Anto­nius juga mengin­gatkan bah­wa Keca­matan Medan Barat meru­pakan titik nol Kota Medan, sehing­ga secara geografis harus men­da­p­atkan per­ha­t­ian lebih dalam mit­i­gasi ban­jir.

Selain itu, kawasan rawan di Medan Hel­ve­tia seper­ti Hel­ve­tia Timur, Cin­ta Damai, Tan­jung Gus­ta, Hel­ve­tia Ten­gah, Hel­ve­tia, dan Dwiko­ra juga per­lu penan­ganan serius.

  "Setelah 4 Miliar Tahun, Kini Manusia Jejakkan Kaki di Mars!"

Seba­gai langkah konkret, Anto­nius men­gusulkan agar Pemko Medan dap­at  men­da­ta daer­ah rawan ban­jir dan menye­di­akan dua per­ahu karet di seti­ap kelu­ra­han agar keti­ka ban­jir pros­es evakuasi dap­at dilakukan lebih cepat dan men­gu­ran­gi jatuh­nya kor­ban.

“Ban­jir kemarin adalah peringatan keras. Ini tidak boleh diang­gap sepele. Pemer­in­tah harus siap den­gan segala per­lengka­pan­nya keti­ka ban­jir ter­ja­di,” tegas­nya.

Ia mem­inta Pemko Medan men­ga­lokasikan anggaran khusus untuk penan­ganan ban­jir mulai dari kesi­ap­si­a­gaan per­son­el, per­ala­tan evakuasi, hing­ga kebu­tuhan logis­tik untuk war­ga ter­dampak.

“Ini ten­tang kese­la­matan war­ga. Jan­gan menung­gu sam­pai ada kor­ban jiwa lagi baru kita berg­er­ak,” ujar Anto­nius selaku Ket­ua Umum DPW Sopo ATRestorasi Bersatu Provin­si Sumat­era Utara.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *