Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Sungai Tersumbat Ribuan Kayu, Warga Pidie Jaya Minta Pemerintah Turun Tangan

290
×

Sungai Tersumbat Ribuan Kayu, Warga Pidie Jaya Minta Pemerintah Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Pidie Jaya, SniperNew.id —  Ban­jir masih mengge­nan­gi per­muki­man war­ga di Gam­pong Alue Keu­ta­pang, Keca­matan Ban­dar Dua, Pidie Jaya. Kon­disi ini dis­am­paikan oleh salah satu war­ga melalui ung­ga­han di media sosial yang mem­per­li­hatkan lua­pan air sun­gai ser­ta tumpukan kayu dalam jum­lah besar yang menut­up ali­ran sun­gai, Sab­tu (29/11/2025).

  Satpam Diduga Bersikap Arogan Saat Usir Pedagang Air Mineral di Komplek Islamik Center Dumai

Dalam ung­ga­han terse­but, war­ga menuliskan. “Kon­disi hari ini di kam­pung Alue Keu­ta­pang, Ban­dar Dua, Pidie Jaya – Aceh masih sama… Air sun­gai terus melu­ap ke rumah war­ga, kare­na ali­ran­nya ter­tut­up ribuan kayu. Ban­jir gak akan surut kalau sun­gai masih dipenuhi kayu-kayu begi­ni… Ya Allah, sela­matkan kelu­ar­ga kami dan selu­ruh war­ga. Tolong ban­tu repost teman-teman, biar peja­bat pemer­in­tah mem­per­hatikan kon­disi kami.”

  Klarifikasi Video Dugaan Penculikan Anak di Kaubun, Bukan Tindakan Kriminal

Ung­ga­han terse­but juga menampilkan video ban­jir yang mem­per­li­hatkan deras­nya air melin­tas di jalan per­muki­man, ser­ta video tumpukan kayu dalam jum­lah besar yang meng­ham­bat ali­ran sungai—diduga men­ja­di penye­bab uta­ma ban­jir tak kun­jung surut.

Pada kolom komen­tar, war­ga lain­nya turut mem­beri tang­ga­pan terkait langkah penan­ganan tumpukan kayu terse­but.

Salah satu komen­tar menye­butkan. “Mau gak mau bisa dibakar gak?? Atau untuk kayu bakar semen­tara masak dapur, harus dis­ingkirkan itu, agar gak berlarut-larut.”

War­ga lain mere­spons bah­wa kon­disi terse­but kemu­ngk­i­nan mem­bu­tuhkan penger­jaan besar: “Nah, butuh alat berat.”

  Gedung Sekolah Dasar Negeri 16 Rantau selatan,Labuhan Batu Dilalap Si Jago Merah 

Tang­ga­pan lain dari war­ga hanya menuliskan: “Up up.”

War­ga berharap pemer­in­tah segera melakukan penan­ganan, khusus­nya pem­ber­si­han mate­r­i­al kayu dalam jum­lah besar yang menut­up badan sun­gai. Mere­ka meni­lai ban­jir tidak akan surut sebelum ali­ran sun­gai dibu­ka kem­bali.

Hing­ga lapo­ran ini dis­usun, belum ada infor­masi res­mi dari pihak pemer­in­tah daer­ah terkait ren­cana penan­ganan daru­rat maupun penger­a­han alat berat untuk nor­mal­isasi sun­gai.

 

Penulis Iskan­dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *