Jakarta, SniperNew.id – Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung masih menyisakan persoalan pembayaran kepada sejumlah kontraktor. Salah satu pihak yang belum menerima pelunasan adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA.
Dalam unggahan di media sosial Threads, disebutkan bahwa WIKA mencatat piutang konstruksi dari proyek yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut mencapai Rp5,01 triliun. Nilai itu masuk dalam kategori cost overrun atau pembengkakan biaya di luar anggaran awal proyek.
Mengacu pada informasi yang disampaikan, WIKA saat ini tengah mengajukan klaim serta mengikuti proses persidangan sengketa untuk menindaklanjuti piutang yang belum terselesaikan.
Unggahan tersebut juga menyebutkan bahwa masalah tunggakan pembayaran ini tidak hanya dialami WIKA, namun juga sejumlah kontraktor lainnya yang terlibat dalam pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung.
Penulis Iskandar






