Berita Viral

Viral! Warga Baduy Tak Dilayani RS, Alasan Bahasa Jadi Sorotan Publik

445
×

Viral! Warga Baduy Tak Dilayani RS, Alasan Bahasa Jadi Sorotan Publik

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id —  Sebuah ung­ga­han di media sosial men­ja­di viral sete­lah muncul kabar bah­wa seo­rang war­ga Baduy berna­ma Repan tidak men­da­p­atkan pelayanan di salah satu rumah sak­it di Jakar­ta. Dalam ung­ga­han akun @kusmantorogunawan di plat­form Threads, dise­butkan bah­wa pihak rumah sak­it meno­lak mem­berikan per­to­lon­gan den­gan alasan perbe­daan bahasa, mes­ki kon­disi tan­gan kiri Repan sudah berdarah parah, Sab­tu (08/11/2025).

  Evakuasi Santri Terisolir Aceh

Ung­ga­han terse­but menye­but, Guber­nur DKI Jakar­ta mem­berikan pem­be­laan den­gan alasan kendala komu­nikasi, semen­tara Kementer­ian Kese­hatan (Kemenkes) masih akan men­dala­mi kasus ini. “Bahasa Baduy jadi alasan rumah sak­it di Jakar­ta tak layani Repan,” tulis akun terse­but, sem­bari menekankan bah­wa Suku Baduy adalah bagian dari kekayaan budaya Indone­sia yang patut dilin­dun­gi dan dihor­mati.

Beragam komen­tar war­ganet pun mem­ban­jiri ung­ga­han itu. Banyak yang menge­cam alasan pihak rumah sak­it maupun pem­be­laan pemer­in­tah daer­ah. Akun @libra.girl0410 menulis, “Kalau mere­ka pun­ya kemanu­si­aan, sia­pa pun yang datang luka parah harus lang­sung dilayani, apala­gi ke IGD. Kalau ditanya-tanya dulu bisa shock dan mati per­cuma.”

  Ancaman Ekspansi Sawit di Sorong Kembali Muncuat

Komen­tar seru­pa juga datang dari @indahbinti.idris, “Kalau orang datang ke rumah sak­it dalam kon­disi berdarah-darah, ya dito­long dulu. Jan­gan pakai alasan ini itu untuk pem­be­naran!”

Semen­tara itu, @odumbara meni­lai alasan bahasa tidak bisa dijadikan dal­ih, “Orang sak­it, orang berdarah, jan­gan kare­na bahasa jadi alasan. Kalau butuh per­to­lon­gan medis ya harus­nya dito­long dulu.”

War­ganet lain, @alam.bawahsadarr, juga meni­lai alasan terse­but tidak manu­si­awi. “Bodoh, kesuli­tan bahasa dijadikan ham­bat­an penan­ganan medis. Lalu yang bisu, buta, atau orang asing yang tak tahu bahasa Indone­sia tidak dilayani? Jan­gan rasis,” tulis­nya.

Beber­a­pa komen­tar juga meny­oroti bah­wa masyarakat Baduy sebe­narnya bisa berba­hasa Indone­sia, seper­ti yang diungkap @afat_abenk, “Bahasa Baduy memang Sun­da, tapi saya yakin dia nger­ti kok bahasa Indone­sia. Dia kan ser­ing kelu­ar kam­pungnya, masa nggak bisa komu­nikasi sama sekali.”

  Air Mata YouTuber Pecah Saat Kunjungi Korban Banjir

Kasus ini memicu perde­batan luas soal eti­ka kemanu­si­aan dan diskrim­i­nasi ter­hadap kelom­pok adat di fasil­i­tas pub­lik. Banyak yang mende­sak agar pihak berwe­nang men­gusut tun­tas insi­d­en terse­but dan memas­tikan pelayanan medis tidak dibe­da-bedakan atas dasar bahasa, adat, maupun latar belakang budaya.

Beri­ta ini dis­usun berdasarkan ung­ga­han akun media sosial @kusmantorogunawan dan tang­ga­pan war­ganet di plat­form Threads, den­gan tetap men­gacu pada prin­sip kese­im­ban­gan, ver­i­fikasi, dan keber­im­ban­gan sesuai Kode Etik Jur­nal­is­tik.

Penulis Iskan­dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *