Bandung Barat, SniperNew.id — Sejumlah siswa SDN Tresnabudi yang berlokasi di perbatasan Kecamatan Gunung Halu dan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, harus mempertaruhkan nyawa setiap hari demi bisa bersekolah. Mereka terpaksa melintasi area longsoran yang telah menutup akses jalan menuju sekolah selama lebih dari satu tahun terakhir, Jumat (07/11/2025).
Kondisi tersebut semakin parah akibat hujan deras yang membuat jalur di tepi Sungai Cidadanu berlumpur dan licin. Para siswa harus berjalan hati-hati di jalur tanah curam dan berisiko tergelincir.
Bahkan, beberapa di antara mereka terpaksa melepas sepatu dan berjalan tanpa alas kaki agar tidak terpeleset saat melewati area longsor tersebut.
Seorang guru, Encep Deddy (53), turut membantu menyeberangkan para siswa melintasi jembatan dan jalur berlumpur yang berbahaya. Ia memastikan anak-anak tidak terpeleset ke arah sungai saat menuju sekolah. Salah satu siswa, Siti Nur Aulia (10), siswi kelas IV, mengaku setiap hari harus melewati jalur longsor itu untuk bisa belajar.
Ayah Siti, Jaenal (24), menyampaikan kekhawatirannya. Ia sering mengantar dan menjemput anaknya karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Padahal jarak antara rumah dan sekolah hanya sekitar satu kilometer, namun akses jalan yang tertutup longsor membuat perjalanan menjadi berisiko tinggi.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera memperbaiki akses jalan dan jembatan yang tertutup longsoran agar keselamatan para siswa terjamin. Banyak netizen turut menyuarakan keprihatinan di media sosial, meminta perhatian dan tindakan cepat dari pihak berwenang.
Video dan informasi ini diunggah oleh akun @faktaid62 pada Jumat, 7 November 2025, menampilkan perjuangan para siswa SDN Tresnabudi yang tetap semangat menempuh pendidikan di tengah keterbatasan dan bahaya.
Sumber: Fakta ID / Pikiran Rakyat Media Network. (Penulis Iskandar).













