Berita Daerah

Penerima Bantuan Tolak Stiker “Keluarga Miskin”, Netizen Soroti Ketepatan Data Bansos

594
×

Penerima Bantuan Tolak Stiker “Keluarga Miskin”, Netizen Soroti Ketepatan Data Bansos

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SbiperNew.id — Sebuah video yang diunggah akun media sosial @andreli_48 menjadi viral setelah menampilkan seorang pria penerima bantuan sosial (bansos) yang menolak ditempeli stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” di rumahnya.

Dalam unggahan tersebut, pria yang tampak memiliki rumah layak dan kendaraan pribadi itu tetap menerima bantuan, meskipun telah dijelaskan bahwa pemasangan stiker hanya sebagai tanda penerima bantuan.

Namun, ia bersikeras menolak, bahkan juga tidak ingin dicoret dari daftar penerima bansos, Kamis (6/11/25).

  Pemuda Pringsewu Didorong Jadi Garda Depan Pembangunan

Unggahan tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar komentar menyoroti ketidaktepatan data penerima bantuan serta sikap penerima yang dianggap tidak pantas. Akun @jamaluddin.din1 menulis, “Siapa yang mendata pertama, bisa dapat bantuan bansos. Tidak mau dicoret penerima bangun, bukan dia yang menentukan tidak layak penerima bantuan.”

Sementara akun lain, @23mbob08, menilai seharusnya tidak perlu menggunakan stiker: “Ngga usah stiker-stikeran, itu kan udah verifikasi langsung, foto aset-asetnya, laporin, coret dari daftar penerima.”

  Pemprov NTT dan IJMI Bahas Perlindungan Masyarakat Rentan dari Bahaya Kerja Paksa

Kritik juga datang dari pengguna @as_agha yang menuliskan, “Orang mampu kok minta bantuan, malu atuh paakkk.” Sedangkan @cherry_cam23 menegaskan, “Kalau bukti sudah ada, tinggal laporin ke perangkat setempat, cabut dari daftar penerima BLT. Rezeki yang miskin, bukan orang mampu macam anda.”

Beberapa komentar lain bahkan menyindir keras, seperti @dickyprime yang menulis, “Ganti stikernya dengan tulisan: cacat akal butuh bantuan psikologis dan medis.” Ada pula @blablabla69 yang menyebut, “Dia mampu, tapi mental miskin. Mental harus dibantu.”

  Aksi Spontan Warga Cigadung, Turun ke Genangan Demi Bersihkan Saluran 

Di sisi lain, sebagian warganet menilai video tersebut bisa menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Akun @fachmi187 menuliskan, “Bagus banget konten begini, supaya orang kaya di kampung sadar bahwa mereka sudah memakan hak fakir miskin tetangganya.”

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan publik tentang ketepatan pendataan bantuan sosial dan pentingnya integritas penerima bantuan agar tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Penulis Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *