Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Harimau Sumatera Mati Terjerat Sling Baja di Jambi, Warga Desak Hukum Diperketat

371
×

Harimau Sumatera Mati Terjerat Sling Baja di Jambi, Warga Desak Hukum Diperketat

Sebarkan artikel ini

Tebo, SniperNew.id Seekor hari­mau Sumat­era berje­nis kelamin jan­tan dite­mukan petu­gas Bal­ai Kon­ser­vasi Sum­ber Daya Alam (BKSDA) Jam­bi dalam kon­disi lemas di kawasan Hutan Tana­man Raky­at (HTR) Beringin Pan­jang, Desa Suo-Suo, Keca­matan Masumai, Kabu­pat­en Tebo, Jam­bi.

  Apel Pagi PT AGU Panran Raya, Semangat Kerja di Tengah Perkebunan Sawit

Hewan dilin­dun­gi itu dike­tahui terke­na jer­at sling baja yang men­em­bus tulang kaki depan sebe­lah kiri. Aki­bat luka parah terse­but, ali­ran darah di bagian kaki bawah­nya ter­hen­ti.

Sete­lah 28 hari men­jalani per­awatan medis inten­sif di Tem­pat Penye­la­matan Sat­wa (TPS) BKSDA Jam­bi, hari­mau terse­but akhirnya tidak ter­to­long dan diny­atakan mati. Kasus ini kem­bali meny­oroti maraknya per­bu­ru­an liar dan peng­gu­naan jer­at di habi­tat sat­wa lang­ka.

  Gunung Halimun Salak “Paru-Paru Jawa Barat” Luka Parah Akibat Tambang Emas Ilegal

War­ganet menun­jukkan rasa sedih dan kemara­han atas keja­di­an ini. Akun @_wambar.id menulis, “Itu perangkap dipasang buat apa sih? Manu­sia dikasih otak malah nggak kepake kare­na nggak pun­ya hati.” Semen­tara peng­gu­na @tsha_skyleen meni­lai, “Pemer­in­tah harus­nya bisa mon­i­tor, lama-lama bisa punah semua kalau gini caranya.”

Banyak neti­zen juga menyerukan pene­gakan hukum yang lebih tegas ter­hadap pelaku per­bu­ru­an liar. Akun @monicachrstie menulis, “Harus­nya polisi bisa track down cir­cle orang-orang yang melakukan per­bu­ru­an liar dan perda­gan­gan hewan ile­gal. Huku­man­nya mesti lebih tajam buat kasih efek jera.”

  Tiga Kali Percobaan Pembakaran Gedung Gegana, Warga Khawatir Bahaya Merembet ke Permukiman

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya pen­gawasan, edukasi, dan pene­gakan hukum ter­hadap prak­tik per­bu­ru­an liar yang terus men­gan­cam keber­lang­sun­gan sat­wa dilin­dun­gi seper­ti hari­mau Sumat­era.

Sum­ber: Fak­ta ID62 / Detik­com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *