Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Kuasa Hukum Desak Penahanan Terhadap Tersangka Pencabulan Anak 4,5 Tahun di Wilkum Polres Taput

333
×

Kuasa Hukum Desak Penahanan Terhadap Tersangka Pencabulan Anak 4,5 Tahun di Wilkum Polres Taput

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA //Snipernew.id

Unit Pelayanan Perem­puan dan Anak (PPA) Satreskrim Pol­res Tapan­uli Utara (Taput) res­mi mene­tap­kan SS (45) seba­gai ter­sang­ka dalam perkara dugaan pen­cab­u­lan ter­hadap anak di bawah umur yang ter­ja­di di Wilayah hukum (Wilkum) Tapan­uli Utara.

Pene­ta­pan sta­tus ter­sang­ka terse­but ter­tuang dalam surat res­mi yang diter­i­ma oleh kuasa hukum kelu­ar­ga kor­ban dari Dal­i­han Natolu Law Firm, Daniel Siman­gun­song, S.H., M.H., pada Jum’at.(31/10/25)

Dalam surat per­ta­ma, yaitu Pem­ber­i­tahuan Dim­u­lainya Penyidikan (SPDP) den­gan Nomor: K/ /X/2025/Reskrim, penyidik meny­atakan bah­wa penyidikan dim­u­lai sejak 5 Juni 2025 ter­hadap dugaan tin­dak pidana “Pen­cab­u­lan ter­hadap Anak” seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 76E jo Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2016 ten­tang Per­lin­dun­gan Anak.

  Wilson Lalengke Minta Polres Lamteng Tindaklanjuti Kasus Kekerasan kepada Wartawan

Semen­tara surat ked­ua, yakni Pem­ber­i­tahuan Perkem­ban­gan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor: B/ /X/2025/Reskrim, menye­butkan bah­wa penyidik telah mem­per­oleh buk­ti per­mu­laan yang cukup untuk mene­tap­kan SS seba­gai ter­sang­ka.

Kro­nolo­gi Peri­s­ti­wa
Kasus ini beraw­al keti­ka kor­ban, seo­rang bali­ta perem­puan beru­sia 4,5 tahun, sem­pat diti­tip­kan oleh ayah kan­dungnya kepa­da pihak kelu­ar­ga pada Jan­u­ari 2025.

Beber­a­pa wak­tu kemu­di­an, sang ibu mulai curi­ga keti­ka anaknya men­geluh kesak­i­tan saat buang air kecil. Sete­lah diperik­sa, ter­li­hat adanya luka pada area sen­si­tif anak. Sang ibu segera mem­bawa anaknya ke klinik untuk men­da­p­at per­to­lon­gan medis.

Pihak klinik kemu­di­an men­yarankan agar dilakukan visum et reper­tum melalui kepolisian. Awal­nya, kelu­ar­ga men­datan­gi Pol­res Balige, namun kare­na lokasi keja­di­an bera­da di wilayah hukum Tapan­uli Utara, lapo­ran res­mi kemu­di­an dibu­at di Pol­res Tapan­uli Utara pada 19 Jan­u­ari 2025 yang lalu.

  Somasi Kuasa Hukum Kades Tanjung Pasir: "Actor Incumbit Onus Probandi, Siapa Menuduh Wajib Membuktikan"

Sete­lah melalui serangka­ian pemerik­saan dan pen­dala­man oleh Unit PPA Pol­res Tapan­uli Utara, akhirnya pada 28 Okto­ber 2025 penyidik memang­gil kem­bali pela­por, anak kor­ban, dan sak­si untuk pemerik­saan tam­ba­han. Di hari yang sama, surat pene­ta­pan ter­sang­ka diter­i­ma oleh kuasa hukum ibu kor­ban.

Daniel Siman­gun­song, S.H., M.H., selaku Direk­tur Dal­i­han Natolu Law Firm menyam­paikan bah­wa kabar pene­ta­pan ter­sang­ka ini men­ja­di titik terang bagi kelu­ar­ga kor­ban.

“Sete­lah sekian lama menung­gu pros­es hukum, akhirnya kami men­da­p­at kabar bah­wa ter­la­por res­mi dite­tap­kan seba­gai ter­sang­ka. Ini buk­ti bah­wa hukum masih berpi­hak kepa­da pen­cari kead­i­lan, mes­ki dari kalan­gan kecil sekalipun,” ujar Daniel.
Semen­tara itu, ibu kor­ban tidak kuasa mena­han haru keti­ka menden­gar kabar terse­but.

  Hilangnya Mesin Dum Truck dari Gudang Barang Bukti: Polresta Deli Serdang Lakukan Penelusuran Internal”

*“Ter­i­ma kasih Tuhan, akhirnya kami orang tak pun­ya bisa men­da­p­at kead­i­lan untuk anak saya,” ucap­nya lir­ih sam­bil menangis.*
Kuasa Hukum juga Desak agar nan­ti­nya dilakukan Pena­hanan ter­hadap Ter­sang­ka.

“Kami berharap Pol­res Tapan­uli Utara segera menin­dak­lan­ju­ti den­gan pena­hanan, demi men­jamin rasa aman dan kead­i­lan bagi kor­ban yang masih anak-anak,” tegas Daniel.

Andi Hakim S.H.,M.H yang juga meru­pakan Tim Kuasa Hukum Dal­i­han Natolu Law Firm mengin­gatkan, “Penyidik memi­li­ki Kewe­nan­gan untuk melakukan Pena­hanan seba­gaimana yang diatur didalam Pasal 20 KUHAP, ter­lebih lagi syarat untuk dilakukan­nya Pena­hanan seba­gaimana yang diatur didalam Pasal 21 ayat (4) KUHAP telah ter­penuhi. Ia juga men­gatakan, Pena­hanan ini berfungsi agar mence­gah Ter­sang­ka melarikan diri atau menghi­langkan barang buk­ti atau men­gu­lan­gi tin­dak pidana”.

Kasus ini men­ja­di pengin­gat bah­wa per­lin­dun­gan ter­hadap anak adalah tang­gung jawab bersama.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *