Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Mantan Pejabat Angkat Bicara Soal Sengketa Tanah Pemda Barito Utara

292
×

Mantan Pejabat Angkat Bicara Soal Sengketa Tanah Pemda Barito Utara

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id —  Polemik men­ge­nai sta­tus lahan milik Pemer­in­tah Daer­ah (Pem­da) Kabu­pat­en Bar­i­to Utara kem­bali men­cu­at ke per­mukaan. Seo­rang man­tan peja­bat Pem­da setem­pat, berin­isial GM, akhirnya angkat bicara untuk melu­ruskan berba­gai kabar yang berkem­bang di masyarakat, Kamis (09/10/2025).

Per­masala­han tanah ini dise­but berkai­tan den­gan are­al di luar pagar Rumah Sak­it Umum Daer­ah (RSUD) Muara Teweh, tepat­nya mulai dari batas Kan­tor Kesat­u­an Pen­gelo­laan Hutan Pro­duk­si (KPHP) hing­ga jalan masuk kom­pleks RSUD Muara Teweh. GM meny­atakan bah­wa tanah terse­but sem­pat ditarik kem­bali oleh pihak pemer­in­tah den­gan alasan adanya pros­es tukar gul­ing (ruis­lag) yang belum sele­sai secara admin­is­tratif maupun hukum.

Menu­rut GM, kisruh ini bermu­la sejak awal tahun 2003, saat lahan selu­as 2.400 meter perse­gi di Keca­matan Mon­ta­lat, Kelu­ra­han Mon­ta­lat II, didaf­tarkan dan dis­er­ti­fikatkan atas nama Pemer­in­tah Daer­ah Bar­i­to Utara. Namun, hing­ga kini, ia meni­lai belum per­nah ada penye­le­sa­ian secara musyawarah maupun medi­asi res­mi antara pihak pemer­in­tah dan war­ga yang merasa dirugikan.

“Tanah di Keca­matan Mon­ta­lat terse­but sudah dis­er­ti­fikatkan atas nama Pem­da den­gan luas sek­i­tar dua ribu empat ratus meter perse­gi sejak tahun 2003. Namun, sam­pai sekarang belum ada penye­le­sa­ian yang baik, bahkan musyawarah pun tidak per­nah dilakukan,” tutur GM den­gan nada tegas saat dite­mui, baru-baru ini.

GM men­gungkap­kan bah­wa dirinya sela­ma ini memil­ih diam dan tidak ingin mem­perkeruh suasana. Namun, seir­ing muncul­nya berba­gai pem­ber­i­taan yang menyudutkan pihak ter­ten­tu, ia merasa per­lu mem­berikan keteran­gan yang sebe­narnya, agar pub­lik tidak salah paham men­ge­nai sta­tus tanah yang diper­soalkan.

  Pesona Jembatan Gentala Arasy, Ikon Wisata dan Sejarah Kota Jambi

“Saya san­gat mem­o­hon agar pemer­in­tah daer­ah dap­at segera meny­er­ti­fikasi ulang lahan yang ada di Keca­matan Mon­ta­lat terse­but. Saya ingin semuanya jelas dan tidak menim­bulkan salah pengert­ian. Supaya masyarakat juga tahu duduk per­soalan yang sebe­narnya,” tam­bah­nya den­gan nada berharap.

Ia mene­gaskan, per­masala­han ini seharus­nya bisa dis­e­le­saikan den­gan pen­dekatan musyawarah dan transparan­si data. Menu­rut­nya, Pem­da tidak memi­li­ki kewe­nan­gan untuk meny­er­ti­fikatkan tanah war­ga tan­pa pros­es yang sesuai den­gan keten­tu­an hukum per­tana­han.

“Saya prib­a­di san­gat merasa tidak enak, kare­na sudah muncul beri­ta-beri­ta ten­tang tanah ini, seo­lah-olah ada pelang­garan. Pada­hal yang sebe­narnya, Pem­da setem­pat tidak berhak untuk meny­er­ti­fikatkan tanah milik war­ga Kelu­ra­han Mon­ta­lat II terse­but,” ujar GM.

GM menam­bahkan, sejak awal tahun 2002, tanah di ping­gir jalan raya Kelu­ra­han Mon­ta­lat II den­gan luas sek­i­tar 2.400 meter perse­gi telah masuk dalam pros­es ser­ti­fikasi oleh pihak Pem­da. Namun pros­es terse­but, kata dia, tidak per­nah ditun­taskan den­gan transparan.

“Semen­jak dari tahun 2002, tanah di ping­gir jalan raya Kelu­ra­han Mon­ta­lat II selu­as 2.400 meter perse­gi sudah dis­er­ti­fikatkan oleh pihak Pem­da. Namun, sam­pai saat ini belum ada pen­je­lasan res­mi bagaimana pros­es itu bisa ter­ja­di,” jelas­nya.

Lebih jauh, GM berharap agar dalam wak­tu dekat, Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP) antara pihak-pihak terkait, ter­ma­suk Pemer­in­tah Daer­ah, Badan Per­tana­han Nasion­al (BPN), dan masyarakat setem­pat, dap­at segera dige­lar. Ia meni­lai forum terse­but pent­ing untuk mem­bu­ka selu­ruh data dan kro­nolo­gi secara ter­bu­ka agar tidak ter­ja­di kes­im­pang­si­u­ran infor­masi.

“Saya berharap RDP bisa segera dilak­sanakan. Saya ingin semua pihak hadir agar per­masala­han ini benar-benar jelas. Saya den­gar bulan Okto­ber ini ren­cananya akan dilakukan pem­ba­hasan, dan saya harap semua bisa terungkap dan tun­tas,” ucap­nya den­gan nada kece­wa namun tetap ten­ang.

  "Enam Bulan Amblas, Jembatan Ini Seolah Tak Terlihat!"

Kasus sen­gke­ta tanah antara pemer­in­tah daer­ah dan masyarakat bukan­lah hal baru di wilayah Bar­i­to Utara. Beber­a­pa kali, muncul per­soalan seru­pa aki­bat tumpang tindih kepemi­likan lahan, keti­dak­sesua­ian data ser­ti­fikat, ser­ta min­im­nya sosial­isasi kepa­da war­ga terkait pros­es admin­is­trasi per­tana­han.

Dalam kasus yang diungkap GM ini, lokasi tanah yang dimak­sud bera­da di area strate­gis, tidak jauh dari pusat kegiatan pub­lik, yakni RSUD Muara Teweh. Tanah terse­but dise­but per­nah men­ja­di bagian dari ren­cana tukar gul­ing aset antara Pem­da den­gan pihak lain, namun mekanis­menya dini­lai tidak tun­tas secara hukum.

Prak­tik tukar gul­ing aset atau ruis­lag sebe­narnya diatur dalam per­at­u­ran pemer­in­tah, den­gan syarat harus men­da­p­atkan per­se­tu­juan dari DPRD, peni­la­ian aset oleh lem­ba­ga res­mi, ser­ta pen­catatan yang jelas di ner­a­ca aset daer­ah. Tan­pa melalui mekanisme terse­but, ser­ti­fikat lahan berpoten­si bermasalah dan memu­nculkan klaim dari pihak lain.

Semen­tara itu, menu­rut pen­gakuan GM, sejak awal ia sudah men­yarankan agar semua pros­es admin­is­trasi tanah di Mon­ta­lat dilakukan secara ter­bu­ka. Namun, kare­na dinami­ka poli­tik dan per­gant­ian peja­bat, ia men­duga banyak doku­men yang kini tidak lagi tertelusuri den­gan baik.

Man­tan peja­bat berin­isial GM ini dike­nal seba­gai salah satu tokoh yang cukup lama mengab­di di lingkun­gan Pemer­in­tah Daer­ah Bar­i­to Utara. Sela­ma masa jabatan­nya, ia ter­li­bat dalam beber­a­pa proyek pem­ban­gu­nan fasil­i­tas umum, ter­ma­suk pen­gelo­laan aset daer­ah.

Menu­rut GM, alasan­nya baru mem­berikan keteran­gan sekarang adalah kare­na muncul­nya pem­ber­i­taan yang menu­rut­nya tidak berim­bang dan dap­at merugikan nama baik dirinya maupun masyarakat Mon­ta­lat II.

  Dugaan Pungutan Liar di SMPN 1 Kecamatan Panti: Wali Murid Resah, Dinas Pendidikan Akan Telusuri

“Saya tidak ingin ada kesalah­pa­haman. Saya bicara bukan untuk men­cari pem­be­naran, tapi untuk melu­ruskan fak­ta yang sebe­narnya. Saya ingin masalah ini sele­sai secara baik-baik dan ter­bu­ka,” ujarnya.

GM meni­lai bah­wa penye­le­sa­ian kasus seper­ti ini harus mengede­pankan musyawarah dan kead­i­lan admin­is­tratif. Ia berharap Pem­da bersama instan­si terkait bisa duduk bersama, memerik­sa ulang doku­men tanah yang ada, dan melakukan pen­in­jauan lapan­gan.

Selain itu, ia men­gusulkan agar pemer­in­tah daer­ah melakukan inven­tarisasi ulang aset tanah milik Pem­da di selu­ruh wilayah Bar­i­to Utara, guna mence­gah teru­langnya per­masala­han seru­pa di masa depan.

“Saya kira solusi ter­baik adalah duduk bersama. Jan­gan sam­pai tanah yang sta­tus­nya belum jelas malah menim­bulkan masalah sosial di kemu­di­an hari. Saya yakin semua pihak sebe­narnya ingin masalah ini sele­sai den­gan baik,” tuturnya menut­up pem­bicaraan.

Per­masala­han yang diungkap oleh GM mem­per­li­hatkan masih adanya ker­an­cuan dalam pen­gelo­laan aset daer­ah, khusus­nya terkait tanah hasil tukar gul­ing. Hal ini mene­gaskan pent­ingnya pen­gawasan yang ketat ter­hadap pros­es ser­ti­fikasi tanah milik pemer­in­tah maupun masyarakat.

Kasus ini juga men­ja­di cer­mi­nan bah­wa transparan­si dan doku­men­tasi yang baik san­gat dibu­tuhkan dalam tata kelo­la pemer­in­ta­han daer­ah. Tan­pa hal terse­but, poten­si sen­gke­ta dan keti­dak­pas­t­ian hukum akan terus ter­ja­di.

Kini, masyarakat menan­ti langkah nya­ta dari Pemer­in­tah Daer­ah Bar­i­to Utara untuk menin­dak­lan­ju­ti perny­ataan GM dan segera mem­fasil­i­tasi perte­muan res­mi antara pihak-pihak terkait. Semua pihak berharap agar bulan Okto­ber ini, seba­gaimana hara­pan GM, kebe­naran dap­at terungkap dan masalah ini tun­tas secara adil dan ter­bu­ka.

Penulis: (Hendry)
Edi­tor: (ahm/ahh).
Sum­ber: Wawan­cara lang­sung den­gan GM dan doku­men­tasi lapan­gan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *