Berita Daerah

Anggaran Rutin Kecamatan Pantura Dipertanyakan Warga

325
×

Anggaran Rutin Kecamatan Pantura Dipertanyakan Warga

Sebarkan artikel ini

Page­laran Utara, SniperNew.id – Sejum­lah masyarakat Keca­matan Page­laran Utara (Pan­tu­ra) mem­per­tanyakan transparan­si ser­ta real­isasi peng­gu­naan anggaran rutin keca­matan tahun ber­jalan. Beber­a­pa pos belan­ja yang ter­catat dalam doku­men anggaran menim­bulkan tan­da tanya besar, teruta­ma men­ge­nai keber­adaan kendaraan dinas, belan­ja komu­nikasi, listrik, hing­ga kon­sum­si rap­at yang seti­ap tahun­nya dini­lai selalu muncul dalam daf­tar pen­gelu­aran, Rabu (01/10).

Per­tanyaan pub­lik ini menge­mu­ka sete­lah infor­masi terkait beber­a­pa item belan­ja keca­matan. War­ga meni­lai pent­ing adanya keje­lasan men­ge­nai peng­gu­naan dana yang bersum­ber dari uang raky­at terse­but.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun, berikut daf­tar belan­ja yang men­ja­di sorotan masyarakat:

1. Belan­ja Pemeli­haraan Alat Angku­tan-Alat Angku­tan Darat Bermo­tor-Kendaraan Dinas Bermo­tor Per­oran­gan Rp 52.000.000
Masyarakat mem­per­tanyakan kendaraan dinas yang dimak­sud, sebab dalam penga­matan war­ga, kendaraan roda tiga yang diduga ter­ma­suk dalam aset keca­matan jus­tru ser­ing ter­li­hat bera­da di rumah salah satu pegawai keca­matan di Pekon Kemilin. Hal ini menim­bulkan kecuri­gaan terkait peman­faatan kendaraan terse­but apakah benar digu­nakan untuk menun­jang opera­sion­al keca­matan ataukah dipakai secara prib­a­di.

2. Belan­ja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlang­ganan Rp 7.500.000
War­ga meni­lai, di era dig­i­tal saat ini kebu­tuhan komu­nikasi memang pent­ing. Namun, anggaran terse­but dirasa cukup besar untuk lingkup satu keca­matan. Pub­lik mem­per­tanyakan sejauh mana belan­ja inter­net atau TV berlang­ganan benar-benar diman­faatkan untuk pelayanan masyarakat.

  Dapur Sekolah Panas, Netizen Ikut Gerah

3. Belan­ja Tag­i­han Listrik Rp 9.605.000
Anggaran listrik yang men­ca­pai ham­pir Rp 10 juta dalam setahun juga men­u­ai per­tanyaan. Beber­a­pa war­ga mem­band­ingkan den­gan peng­gu­naan listrik di rumah tang­ga besar, yang umum­nya jauh lebih kecil biayanya. Per­tanyaan muncul, apakah memang kebu­tuhan listrik kan­tor keca­matan sebe­sar itu?

4. Belan­ja Makanan dan Minu­man Rap­at Rp 23.205.000
Pos anggaran untuk kon­sum­si rap­at men­ja­di sorotan pal­ing tajam. Pasal­nya, seti­ap tahun belan­ja kon­sum­si ini selalu ter­catat den­gan jum­lah relatif besar. War­ga mem­per­tanyakan frekuen­si rap­at ser­ta efek­tiv­i­tas anggaran kon­sum­si yang dini­lai mem­be­bani keuan­gan daer­ah.

5. Belan­ja Makanan dan Minu­man Rap­at Tam­ba­han Rp 6.120.000
Selain angka belan­ja kon­sum­si yang per­ta­ma, ter­da­p­at tam­ba­han anggaran kon­sum­si lain­nya. Hal ini semakin mem­perku­at dugaan bah­wa anggaran kon­sum­si beru­lang kali diang­garkan dan berpoten­si men­ja­di pos yang tidak efisien.

Menang­gapi per­tanyaan masyarakat, Pelak­sana Tugas (Plt) Camat Page­laran Utara, Faseh, mem­berikan keteran­gan singkat melalui pesan What­sApp pada Selasa (30/09/2025). Dalam pesan­nya, ia men­yarankan agar per­tanyaan men­ge­nai rin­cian anggaran lang­sung ditu­jukan kepa­da ben­da­hara keca­matan.

“Coba mas tanyakan ben­da­hara di keca­matan,” tulis Faseh singkat keti­ka dim­intai kon­fir­masi.

Jawa­ban terse­but belum mem­berikan keje­lasan detail terkait bagaimana real­isasi mas­ing-mas­ing pos belan­ja. Namun, perny­ataan itu sekali­gus mene­gaskan bah­wa pihak ben­da­hara memi­li­ki kewe­nan­gan penuh untuk men­je­laskan peng­gu­naan anggaran.

Sejum­lah war­ga men­gaku menaruh per­ha­t­ian khusus pada transparan­si anggaran daer­ah. Mere­ka meni­lai bah­wa dana pub­lik harus digu­nakan seefek­tif mungkin untuk kepentin­gan masyarakat luas, bukan untuk kepentin­gan prib­a­di atau kebu­tuhan yang diang­gap kurang mende­sak.

  Tokoh Agama Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Pemilihan Kepling Bagelen

“Kalau memang anggaran untuk kendaraan, ya kendaraan itu harus jelas keber­adaan­nya dan digu­nakan untuk dinas, bukan dis­im­pan di rumah pegawai,” ungkap salah satu war­ga yang mem­inta namanya dira­hasi­akan.

Hal sena­da juga dis­am­paikan tokoh masyarakat setem­pat. Menu­rut­nya, meskipun nom­i­nal anggaran ter­li­hat tidak ter­lalu besar diband­ingkan den­gan anggaran kabu­pat­en, transparan­si harus tetap dija­ga. “Seke­cil apapun uang negara, itu harus jelas perun­tukan­nya. Jan­gan sam­pai muncul persep­si negatif di masyarakat,” katanya.

Polemik ini muncul pada akhir Sep­tem­ber 2025 sete­lah beber­a­pa war­ga mulai mem­per­tanyakan lapo­ran anggaran rutin keca­matan. Infor­masi ini kemu­di­an men­cu­at ke pub­lik keti­ka beber­a­pa pihak men­co­ba mem­inta klar­i­fikasi lang­sung kepa­da camat.

Momen muncul­nya polemik ini juga bertepatan den­gan eval­u­asi kin­er­ja tahu­nan di beber­a­pa instan­si daer­ah. Kon­disi ini menam­bah sorotan pub­lik ter­hadap tata kelo­la keuan­gan di tingkat keca­matan.

Fokus uta­ma per­tanyaan pub­lik ter­tu­ju pada Keca­matan Page­laran Utara atau yang biasa dise­but Keca­matan Pan­tu­ra. Keca­matan ini men­ja­di sorotan lan­taran sejum­lah item belan­ja yang dini­lai kurang wajar ser­ta beru­lang seti­ap tahun.

War­ga yang ting­gal di sek­i­tar kan­tor keca­matan, ter­ma­suk di Pekon Kemilin, men­gaku ser­ing menga­mati lang­sung keber­adaan aset maupun aktiv­i­tas pegawai. Dari sini­lah muncul dugaan ser­ta per­tanyaan sep­utar real­isasi anggaran.

Masyarakat meng­hara­p­kan agar pemer­in­tah keca­matan lebih ter­bu­ka dalam menyam­paikan lapo­ran keuan­gan secara rin­ci. Salah satu usu­lan yang men­cu­at adalah pub­likasi lapo­ran real­isasi anggaran seti­ap tri­wu­lan yang dap­at diak­ses war­ga secara ter­bu­ka.

  Nanda Indira Lantik 9 Kades PAW, Tekankan Integritas dan Transparansi

“Kalau ada keter­bukaan, masyarakat bisa tahu lang­sung untuk apa saja uang dipakai. Jadi tidak ada lagi kecuri­gaan,” ujar seo­rang pemu­da setem­pat.

Selain itu, beber­a­pa tokoh pemu­da juga beren­cana men­ga­jukan per­mintaan infor­masi res­mi berdasarkan Undang-Undang Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik (KIP). Langkah ini dini­lai pent­ing untuk memas­tikan akunt­abil­i­tas peng­gu­naan dana pub­lik.

Jika isu ini tidak segera men­da­p­at klar­i­fikasi res­mi, dikhawatirkan akan menim­bulkan keti­dakper­cayaan masyarakat ter­hadap pemer­in­ta­han keca­matan. Dalam jang­ka pan­jang, hal ini bisa merem­bet pada menu­run­nya par­tisi­pasi war­ga dalam men­dukung pro­gram pem­ban­gu­nan.

Dari sisi hukum, apa­bi­la dite­mukan adanya penyalah­gu­naan aset atau anggaran, bukan tidak mungkin per­soalan ini akan masuk dalam ranah aparat pene­gak hukum. Oleh kare­na itu, pent­ing bagi pihak keca­matan untuk mem­berikan jawa­ban yang transparan dan meyakinkan.

Per­tanyaan masyarakat men­ge­nai real­isasi anggaran rutin Keca­matan Page­laran Utara men­ja­di sinyal kuat bah­wa transparan­si keuan­gan daer­ah masih san­gat dibu­tuhkan. Item belan­ja seper­ti kendaraan dinas, inter­net, listrik, hing­ga kon­sum­si rap­at harus dipa­parkan secara jelas agar tidak menim­bulkan kecuri­gaan pub­lik.

Perny­ataan singkat Plt Camat Faseh yang men­yarankan agar menanyakan lang­sung ke ben­da­hara keca­matan menun­jukkan bah­wa bola kini ada di tan­gan pihak ben­da­hara untuk mem­berikan pen­je­lasan lebih lengkap.

Masyarakat berharap agar seti­ap rupi­ah anggaran digu­nakan tepat sasaran, sesuai den­gan prin­sip akunt­abil­i­tas dan keter­bukaan. Den­gan begi­tu, keper­cayaan pub­lik ter­hadap pemer­in­tah keca­matan dap­at tetap ter­ja­ga. (red/Ahm).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *