Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Modus Baru Penipuan COD: Kurir Hampir Jadi Korban di Grobogan

672
×

Modus Baru Penipuan COD: Kurir Hampir Jadi Korban di Grobogan

Sebarkan artikel ini

Grobo­gan, SniperNew.id - Seo­rang kurir eks­pe­disi nyaris men­ja­di kor­ban penipuan dalam pen­gi­r­i­man barang den­gan sis­tem Cash on Deliv­ery (COD) di wilayah Grobo­gan, Jawa Ten­gah. Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di keti­ka kurir men­gan­tarkan sebuah paket pon­sel seni­lai Rp4,6 juta kepa­da seo­rang pener­i­ma, yang kemu­di­an berusa­ha men­ge­labui den­gan mengk­laim paket berisi barang kosong, Senin (29/09).

Keja­di­an ini sem­pat menim­bulkan ker­icuhan di lokasi, sete­lah kurir bersik­eras bah­wa paket yang ia bawa masih berisi barang sesuai bobot nor­mal. Fak­ta sebe­narnya baru terungkap sete­lah pener­i­ma didesak untuk mem­berikan klar­i­fikasi. Terny­a­ta, pon­sel yang men­ja­di isi paket dite­mukan telah dis­em­bun­yikan di bawah das­bor mobil pener­i­ma.

Kasus ini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah poton­gan video dan keteran­gan keja­di­an diung­gah ke media sosial. Infor­masi awal diper­oleh dari ung­ga­han akun andi_atthira yang men­je­laskan kro­nolo­gi keja­di­an den­gan detail.

Kasus ini bermu­la keti­ka kurir men­gan­tarkan sebuah paket COD berisi pon­sel den­gan nilai transak­si sebe­sar Rp4,6 juta. Begi­tu paket diter­i­ma, pener­i­ma lang­sung mem­bu­ka kir­i­man tan­pa mem­inta kon­fir­masi dari kurir. Den­gan cepat, pener­i­ma mengk­laim bah­wa paket terse­but kosong dan tidak berisi barang.

Kurir yang sudah berpen­gala­man merasa ada yang jang­gal. Berdasarkan inst­ing dan pen­gala­man­nya, ia yakin bobot paket masih sesuai dan tidak mungkin kosong. Perde­batan pun ter­ja­di di lokasi antara kurir dan pener­i­ma.

  Bus Ziarah Tersesat di Ngawi, Warga Ramai-ramai Evakuasi Emak-emak Ikut Tarik!

Sete­lah tekanan dari pihak kurir dan sejum­lah sak­si, akhirnya ter­bongkar bah­wa pener­i­ma menyem­bun­yikan pon­sel terse­but di bawah das­bor mobil. Aksi ini jelas menun­jukkan adanya niat untuk menipu pihak eks­pe­disi den­gan modus men­gaku barang tidak terkir­im.

 

Pihak uta­ma yang ter­li­bat dalam kasus ini adalah:

1. Kurir Eks­pe­disi – yang bertu­gas men­gan­tarkan paket COD seni­lai Rp4,6 juta. Ia ham­pir dirugikan oleh klaim pal­su dari pener­i­ma.

2. Pener­i­ma Paket – seo­rang perem­puan yang men­co­ba melakukan kecu­ran­gan den­gan men­gaku paket kosong. Dari reka­man video yang beredar, ter­li­hat ia bera­da di dalam mobil dan men­co­ba menyem­bun­yikan pon­sel di bawah das­bor.

3. Perusa­haan Eks­pe­disi – meskipun tidak dise­butkan nama perusa­haan dalam lapo­ran awal, kasus ini men­coreng nama baik jasa pen­gi­r­i­man dan menim­bulkan per­tanyaan terkait kea­manan sis­tem COD.

4. Masyarakat Sek­i­tar – yang ikut menyak­sikan peri­s­ti­wa ini dan men­ja­di sak­si bagaimana modus penipuan berlang­sung.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Grobo­gan, Jawa Ten­gah. Lokasi tepat­nya tidak dise­butkan dalam lapo­ran, namun berdasarkan reka­man yang beredar, peri­s­ti­wa ter­ja­di di area parkir atau ping­gir jalan di mana pener­i­ma melakukan transak­si lang­sung di dalam mobil­nya.

Ung­ga­han yang beredar di media sosial menye­but bah­wa peri­s­ti­wa ini ter­ja­di baru-baru ini. Lapo­ran per­ta­ma kali dipub­likasikan sek­i­tar 30 menit sebelum ung­ga­han divi­ralkan di Threads, sehing­ga dap­at diperki­rakan kasus ini berlang­sung pada akhir Sep­tem­ber 2025.

Motif dari kasus ini jelas berhubun­gan den­gan niat penipuan. Pener­i­ma berusa­ha menghin­dari kewa­jiban pem­ba­yaran COD den­gan alasan paket kosong. Den­gan menyem­bun­yikan isi barang, pener­i­ma berharap kurir atau pihak eks­pe­disi tidak mam­pu mem­buk­tikan bah­wa barang benar-benar ada dalam paket.

  Driver Maxim Demo di Samarinda, Desak Kantor Gubernur Buka Segel

Sis­tem COD yang memu­ngkinkan pem­ba­yaran dilakukan di tem­pat memang ser­ing men­ja­di celah bagi pihak-pihak yang berni­at buruk. Dalam banyak kasus, pener­i­ma meman­faatkan momen pem­ba­yaran lang­sung ini untuk men­ga­jukan klaim pal­su.

 

Kro­nolo­gi keja­di­an berlang­sung seba­gai berikut:

1. Pen­gan­taran Paket
Kurir tiba di lokasi pener­i­ma den­gan mem­bawa paket COD berisi pon­sel seni­lai Rp4,6 juta.

2. Pem­bukaan Paket Tan­pa Kon­fir­masi
Pener­i­ma lang­sung mem­bu­ka paket tan­pa menung­gu kurir melakukan prose­dur stan­dar kon­fir­masi.

3. Klaim Paket Kosong
Pener­i­ma kemu­di­an meny­atakan bah­wa isi paket kosong dan meno­lak melakukan pem­ba­yaran.

4. Kecuri­gaan Kurir
Kurir merasa ada kejang­galan kare­na bobot paket masih sesuai den­gan barang yang seharus­nya dikir­im.

5. Penye­lidikan Singkat
Sete­lah dilakukan desakan, terungkap bah­wa pon­sel sebe­narnya dis­em­bun­yikan oleh pener­i­ma di bawah das­bor mobil­nya.

6. Upaya Kabur
Saat kurir mem­inta per­tang­gung­jawa­ban, pener­i­ma sem­pat berusa­ha kabur untuk menghin­dari kon­frontasi.

Kasus ini menam­bah catatan pan­jang risiko yang dihadapi para kurir dalam men­jalankan tugas­nya. Tidak hanya harus menang­gung beban ker­ja berat, kurir juga ker­ap meng­hadapi poten­si tin­dak penipuan dari oknum pener­i­ma.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pela­jaran pent­ing agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transak­si COD. Keper­cayaan antara pen­jual, eks­pe­disi, dan pem­be­li harus dija­ga, agar tidak ter­ja­di keru­gian sepi­hak.

Kasus ini memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak war­ganet menge­cam tin­dakan pener­i­ma yang diang­gap merugikan kurir, ser­ta menun­tut agar pihak berwa­jib menin­dak tegas pelaku penipuan seper­ti ini.

Sis­tem COD sebe­narnya diperke­nalkan untuk mem­per­mu­dah kon­sumen yang eng­gan melakukan pem­ba­yaran dig­i­tal atau trans­fer bank. Namun, di balik kemu­da­han itu, sis­tem ini ser­ing diman­faatkan oknum untuk melakukan penipuan, baik oleh pihak pem­be­li maupun pen­jual.

  Nyalip Nekat, Truk Hino Tewaskan Pemotor di Jalur Ngawi! Pengemudi Asal Lampung Tewas di Tempat

Kasus seru­pa per­nah ter­ja­di sebelum­nya, di mana kurir dituduh men­gir­imkan paket kosong pada­hal barang sudah ada. Ada pula modus di mana pener­i­ma mem­bu­ka paket di depan kurir, lalu menukar isinya den­gan barang pal­su. Semua ini men­ja­di tan­ta­n­gan besar bagi dunia eks­pe­disi di Indone­sia.

Penga­mat hukum kon­sumen meni­lai, per­lin­dun­gan bagi kurir dalam sis­tem COD masih min­im. Ser­ing kali kurir men­ja­di pihak yang ter­jepit antara perusa­haan, pen­jual, dan pem­be­li. Mere­ka yang bek­er­ja di lapan­gan ker­ap meng­hadapi risiko krim­i­nal­isasi jika tidak berhati-hati.

Perusa­haan eks­pe­disi dihara­p­kan meningkatkan prose­dur kea­manan, mis­al­nya den­gan mewa­jibkan pem­bukaan paket hanya boleh dilakukan sete­lah pem­ba­yaran dis­e­le­saikan. Selain itu, diper­lukan reg­u­lasi ketat agar pelaku penipuan dap­at ditin­dak secara hukum, sehing­ga menim­bulkan efek jera.

Kasus penipuan COD di Grobo­gan ini menun­jukkan bah­wa sis­tem pem­ba­yaran di tem­pat masih meny­im­pan banyak celah penyalah­gu­naan. Kurir eks­pe­disi yang ham­pir men­ja­di kor­ban berhasil meng­ga­galkan modus terse­but kare­na ketelit­ian dan kete­gasan dalam men­jalankan tugas.

Peri­s­ti­wa ini sekali­gus men­ja­di peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah ter­go­da melakukan tin­dakan curang. Keper­cayaan dalam sis­tem jual beli harus dija­ga bersama, kare­na jika dib­iarkan, kasus seru­pa akan merugikan banyak pihak, mulai dari kurir, perusa­haan eks­pe­disi, hing­ga kon­sumen yang jujur.

Den­gan adanya pub­likasi kasus ini, dihara­p­kan aparat pene­gak hukum dap­at mem­berikan per­ha­t­ian khusus untuk menin­dak tegas seti­ap upaya penipuan melalui sis­tem COD. (Ahm/ahh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *