Berita Investigasi

Laporan Belanja Tahunan Kecamatan Teweh Selatan Jadi Sorotan

1455
×

Laporan Belanja Tahunan Kecamatan Teweh Selatan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id — Isu men­ge­nai lapo­ran belan­ja tahu­nan Keca­matan Teweh Sela­tan, Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Kali­man­tan Ten­gah, meny­isakan tan­da tanya besar. Media ini men­co­ba menelusuri kebe­naran daf­tar belan­ja tahu­nan terse­but melalui serangka­ian kon­fir­masi kepa­da peja­bat keca­matan.

Namun, jawa­ban yang diper­oleh jus­tru mem­bin­gungkan pub­lik dan mem­bu­ka ruang per­tanyaan men­ge­nai transparan­si peng­gu­naan anggaran daer­ah.

Awal Kon­fir­masi: Ben­da­hara Men­gaku Tidak Tahu. Pada 16 Sep­tem­ber 2025, Snifernew.id melakukan kon­fir­masi lang­sung den­gan ben­da­hara Keca­matan Teweh Sela­tan, Bapak Thomas Hosiana Davi­t­ra. Per­tanyaan uta­ma menyasar soal daf­tar kelengka­pan uang belan­ja tahu­nan keca­matan untuk peri­ode 2024.

Namun, jawa­ban yang diberikan jus­tru mem­bu­at situ­asi semakin tidak jelas.

“Mohon maaf bang, saya gak paham masalah itu, kare­na saya ben­da­hara baru,” ujar Thomas den­gan singkat.

Perny­ataan terse­but menim­bulkan tan­da tanya: jika ben­da­hara keca­matan yang baru saja men­ja­bat tidak menge­tahui secara detail men­ge­nai lapo­ran belan­ja tahu­nan, bagaimana seharus­nya pub­lik mem­per­oleh infor­masi yang sahih?

Camat Mem­be­narkan Daf­tar Belan­ja, Sehari berse­lang, pada 17 Sep­tem­ber 2025, media ini melan­jutkan kon­fir­masi kepa­da Camat Teweh Sela­tan, Bapak Sodiq. Per­tanyaan yang sama dia­jukan: apakah benar daf­tar terse­but meru­pakan lapo­ran belan­ja tahu­nan Keca­matan Teweh Sela­tan?

  Banyak Kegiatan BLUD RSUD Pringsewu Diduga Terdapat Kekurangan Volume

Camat Sodiq den­gan tegas men­jawab: “Iya, itu benar. Itu sudah res­mi dan sudah diperik­sa di BPK-RI,” tegas­nya.

Jawa­ban terse­but seo­lah menut­up ker­aguan. Namun, perny­ataan camat berbe­da jauh den­gan jawa­ban ben­da­hara, sehing­ga menim­bulkan kebin­gun­gan pub­lik.

Pada Jumat, 26 Sep­tem­ber 2025, SniperNew.id kem­bali melakukan kon­fir­masi kepa­da Camat Sodiq melalui pesan What­sApp berdurasi 43 detik. Kali ini, jawa­ban yang diberikan tidak lagi seje­las sebelum­nya.

“Silahkan diper­tanyakan sama ben­da­hara keca­matan kami. Dan lapo­ran terkait anggaran terse­but, silahkan diper­tanyakan ke inspek­torat. Lang­sung saja tanyakan ke kejak­saan. Kan lapo­ran­nya itu dulu sudah di tan­gan BPK,” tutur Sodiq.

Perny­ataan ini menim­bulkan dua mak­na. Di satu sisi, camat mene­gaskan lapo­ran belan­ja tahu­nan sudah melalui jalur res­mi dan sam­pai di Badan Pemerik­sa Keuan­gan (BPK). Namun, di sisi lain, ia jus­tru mem­inta agar media dan pub­lik menanyakan lang­sung ke ben­da­hara, inspek­torat, bahkan kejak­saan.

Sete­lah itu, SniperNew.id kem­bali berusa­ha menghubun­gi ben­da­hara keca­matan, Thomas Hosiana Davi­t­ra, melalui pesan What­sApp. Pesan sudah ter­ba­ca, namun tidak ada bal­asan hing­ga beri­ta ini dinaikkan.

Sikap bungkam dari ben­da­hara menam­bah daf­tar pan­jang kebin­gun­gan men­ge­nai lapo­ran belan­ja tahu­nan Keca­matan Teweh Sela­tan. Pub­lik pun makin sulit mema­ha­mi keje­lasan anggaran yang seharus­nya transparan.

Kasus ini beraw­al dari muncul­nya daf­tar lapo­ran belan­ja tahu­nan Keca­matan Teweh Sela­tan, Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, tahun anggaran 2024. Media men­co­ba melakukan klar­i­fikasi men­ge­nai keab­sa­han lapo­ran terse­but. Namun, jawa­ban dari pihak keca­matan jus­tru menim­bulkan kebin­gun­gan: ben­da­hara men­gaku tidak tahu, semen­tara camat menye­but lapo­ran terse­but res­mi.

  Belum Ada Kejelasan Kasus Dugaan Penyalahgunaan Migas Hasil Lidik oleh Polsek Cileungsi

Tokoh uta­ma dalam kon­fir­masi ini adalah: Thomas Hosiana Davi­t­ra, Ben­da­hara Keca­matan Teweh Sela­tan, yang men­gaku tidak menge­tahui detail lapo­ran kare­na baru men­ja­bat.

Sodiq, Camat Teweh Sela­tan, yang mem­berikan jawa­ban kon­tradik­tif: per­ta­ma menye­but lapo­ran res­mi, lalu mem­inta agar per­tanyaan diarahkan ke ben­da­hara, inspek­torat, bahkan kejak­saan.

Badan Pemerik­sa Keuan­gan (BPK-RI) dise­but telah mener­i­ma lapo­ran terse­but, mes­ki belum ada keteran­gan res­mi yang dipub­likasikan.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Keca­matan Teweh Sela­tan, Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Provin­si Kali­man­tan Ten­gah. Kon­fir­masi dilakukan melalui wawan­cara lang­sung dan komu­nikasi dar­ing via What­sApp.

Pada tang­gal 16 Sep­tem­ber 2025: Kon­fir­masi per­ta­ma den­gan ben­da­hara keca­matan.

Pada tang­gal 17 Sep­tem­ber 2025: Kon­fir­masi den­gan camat, yang meny­atakan lapo­ran terse­but res­mi.

Dan hari ini Jumat 26 Sep­tem­ber 2025: Kon­fir­masi lan­ju­tan via What­sApp den­gan camat, yang men­yarankan agar media bertanya ke ben­da­hara, inspek­torat, dan kejak­saan.

Isu ini men­ja­di sorotan kare­na ter­da­p­at keti­dak­se­larasan perny­ataan antarpe­ja­bat keca­matan men­ge­nai lapo­ran belan­ja tahu­nan. Pub­lik menun­tut transparan­si dan kepas­t­ian, apala­gi anggaran belan­ja tahu­nan bersum­ber dari dana pub­lik yang harus dikelo­la den­gan akunt­abel.

Pros­es inves­ti­gasi dim­u­lai dari upaya kon­fir­masi berjen­jang oleh media kepa­da pihak keca­matan. Namun, jawa­ban yang diper­oleh berbe­da-beda: Ben­da­hara men­gaku tidak tahu. Camat meny­atakan lapo­ran sudah res­mi dan diperik­sa BPK. Pada kon­fir­masi lan­ju­tan, camat jus­tru melem­par per­tanyaan ke ben­da­hara, inspek­torat, dan kejak­saan.

  Mafia Solar di SPBU: Surat Palsu, Solar Dijual ke Perusahaan

Kon­disi ini mem­per­li­hatkan min­im­nya koor­di­nasi inter­nal, ser­ta lemah­nya komu­nikasi pub­lik terkait pen­gelo­laan anggaran di tingkat keca­matan.

Keja­di­an ini mem­bu­ka ruang kri­tik ter­hadap sis­tem pen­gelo­laan keuan­gan daer­ah. Ada tiga catatan pent­ing. Perny­ataan kon­tradik­tif antara ben­da­hara dan camat menun­jukkan infor­masi yang belum kon­sis­ten. Pada­hal, lapo­ran anggaran meru­pakan doku­men pub­lik yang seharus­nya dap­at diak­ses den­gan mudah oleh masyarakat.

Jika benar lapo­ran belan­ja tahu­nan sudah diperik­sa BPK, maka mestinya tidak sulit bagi pihak keca­matan mem­berikan keteran­gan yang jelas. Jus­tru, kebin­gun­gan yang ter­ja­di menim­bulkan dugaan adanya per­masala­han dalam penyusunan atau pela­po­ran anggaran.

Den­gan adanya saran dari camat agar per­tanyaan diarahkan ke inspek­torat dan kejak­saan, pub­lik patut men­duga bah­wa lapo­ran ini berpoten­si masuk dalam ranah pen­gawasan hukum. Namun, hing­ga kini belum ada keteran­gan res­mi dari ked­ua lem­ba­ga terse­but.

Kasus lapo­ran belan­ja tahu­nan Keca­matan Teweh Sela­tan mem­per­li­hatkan adanya kebin­gun­gan dan min­im­nya komu­nikasi pub­lik dari pihak keca­matan. Jawa­ban berbe­da-beda antara ben­da­hara dan camat mem­bu­at masyarakat tidak men­da­p­atkan kepas­t­ian men­ge­nai pen­gelo­laan anggaran.

Pub­lik berharap ada keter­bukaan dari pihak keca­matan, inspek­torat, hing­ga BPK terkait lapo­ran ini. Transparan­si anggaran adalah kun­ci mem­ban­gun keper­cayaan masyarakat ter­hadap pemer­in­ta­han daer­ah.

Media ini akan terus menelusuri perkem­ban­gan kasus ini dan menung­gu jawa­ban res­mi dari pihak terkait, ter­ma­suk inspek­torat, kejak­saan, dan BPK-RI. (Hendryanus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *