Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Curhatan Eks Anggota DPRD Gorontalo Usai Videonya Viral, Kini Rencanakan Pulang Kampung

475
×

Curhatan Eks Anggota DPRD Gorontalo Usai Videonya Viral, Kini Rencanakan Pulang Kampung

Sebarkan artikel ini

Goronta­lo, SniperNew.id – Nama Wahyudin Moridu, man­tan anggota DPRD Provin­si Goronta­lo dari PDI Per­juan­gan, men­dadak ramai diperbin­cangkan pub­lik usai sebuah video dirinya men­ja­di viral di media sosial. Dalam ung­ga­han yang terse­bar, Wahyudin menyam­paikan cura­han hatinya kepa­da sang istri sete­lah tidak lagi men­ja­bat seba­gai anggota DPRD.

Pria beru­sia 28 tahun itu men­gungkap­kan ren­cana hidup ke depan, ter­ma­suk kemu­ngk­i­nan kem­bali ke kam­pung hala­man untuk mem­u­lai usa­ha kecil atau bahkan kem­bali meneku­ni pro­fe­si lamanya seba­gai sopir.

Curhatan itu men­u­ai beragam tang­ga­pan dari war­ganet. Ada yang mem­beri seman­gat agar ia bangk­it, ada pula yang mel­on­tarkan kri­tik dan cibi­ran terkait per­jalanan hidup dan posisinya seba­gai man­tan wak­il raky­at.

Tokoh uta­ma dalam peri­s­ti­wa ini adalah Wahyudin Moridu, S.H, man­tan anggota DPRD Provin­si Goronta­lo dari Par­tai Demokrasi Indone­sia Per­juan­gan (PDI‑P). Ia lahir pada 11 Novem­ber 1995 dan ter­pil­ih men­ja­di anggota leg­is­latif di usia muda, yakni 28 tahun.

Namun, posisinya kini tidak lagi di DPRD sete­lah kasus videonya men­ja­di sorotan pub­lik dan memen­garuhi keber­lang­sun­gan kari­er poli­tiknya.

Isi curhatan Wahyudin kepa­da istrinya yang diung­gah di media sosial men­ja­di pokok perbin­can­gan. Dalam curhatan terse­but, Wahyudin menye­but bah­wa dirinya siap kem­bali ke kam­pung hala­man. Ia juga menyam­paikan dua pil­i­han hidup sete­lah tidak lagi men­ja­bat di DPRD, yakni:

  Warga Muara Sibuntuon Bertaruh Nyawa Menyebrangi Sungai Deras

1. Mem­bu­ka usa­ha di kam­pung

2. Kem­bali bek­er­ja seba­gai sopir

Ung­ga­han itu kemu­di­an ditang­gapi beragam oleh war­ganet. Seba­gian neti­zen mem­berikan saran agar Wahyudin tidak berke­cil hati, semen­tara seba­gian lain jus­tru mel­on­tarkan kri­tik atas per­jalanan hidup­nya.

Ung­ga­han terse­but dike­tahui mulai terse­bar pada Sab­tu, 21 Sep­tem­ber 2025, melalui akun media sosial Threads. Sejak diung­gah, postin­gan terse­but sudah diton­ton ratu­san kali dan men­u­ai puluhan komen­tar dari war­ganet.

Kasus ini terkait den­gan Provin­si Goronta­lo, tem­pat Wahyudin Moridu per­nah men­ja­bat seba­gai anggota DPRD. Namun, respons pub­lik jus­tru melu­as ke berba­gai daer­ah, ter­ma­suk dari peng­gu­na media sosial di luar Goronta­lo, seper­ti Jakar­ta, Makas­sar, hing­ga Cikarang, seba­gaimana ter­li­hat dari komen­tar-komen­tar neti­zen.

Peri­s­ti­wa ini men­cu­at kare­na adanya video viral yang menim­bulkan sorotan negatif ter­hadap Wahyudin. Pub­lik meni­lai per­i­lakun­ya tidak mencer­minkan wak­il raky­at yang seharus­nya men­ja­ga integri­tas.

Pas­ca-viral, posisinya di DPRD pun goy­ah dan akhirnya ia tidak lagi men­ja­bat. Kon­disi itu memak­sanya untuk memikirkan kem­bali jalan hidup, yang kemu­di­an dis­am­paikan­nya kepa­da sang istri.

Dalam ung­ga­han Threads, akun berna­ma pakar­its menuliskan isi curhatan Wahyudin seba­gai berikut.

“Isi Curhatan Wahyudin Moridu Man­tan Anggota DPRD Goronta­lo ke Istri Usai Videonya Viral – Sete­lah Tidak Jadi Anggota DPRD Ren­cana Akan Kem­bali ke Kam­pung dan Mem­bu­ka Usa­ha atau Kem­bali Men­ja­di Sopir.”

  Sekolah Tanpa Murid Tetap Terima MBG, Unggahan Warga Sampang Jadi Alarm Pengawasan Publik

Postin­gan itu dilengkapi den­gan foto pro­fil Wahyudin semasa men­ja­bat di DPRD. Ung­ga­han terse­but segera memicu diskusi pub­lik di kolom komen­tar.

Komen­tar war­ganet menun­jukkan beragam per­spek­tif men­ge­nai curhatan Wahyudin:

1. Kur­nia­leyn menulis, “Oo man­tan Sopir? Hmmm ya tau sendiri­lah kita dia manu­sia macam apa.”
Komen­tar ini berna­da sinis ter­hadap latar belakang Wahyudin.

2. Antod­ws mem­beri saran, “Usia 28 tahun? Masih bisa lamar ker­ja, jadi buruh pabrik di Cikarang atau mela­mar jadi sales tak­ing order di Jakar­ta, masih banyak yang buka lowon­gan. Gaji UMR Rp 5 juta. Masih muda, dipecat dari DPRD gak masalah, kecuali sudah di atas 35 tahun sudah masuk usia pen­si­un di Indone­sia.

”3. Mrs.happy_p jus­tru tam­pak kaget, “Loh.. anggota DPR ini man­tan sopir semua?”

4. Arnold.s.youtuber berko­men­tar, “Pokoknya harus berhen­tikan dari secara tidak hor­mat.. ini.. dari par­tainya.. kurang ajar.”
Ia meni­lai kepu­tu­san par­tai sudah tepat kare­na meni­lai ada pelang­garan moral.

5. Agit46 menuliskan singkat, “🤣 mulut mu hari­mau mu.”

6. Arnold kem­bali menulis komen­tar lain, “Lidah­mu gelatik-rasain lo.. mulut­mu mulut­mu.”

7. Pes­on­a­day­i­taku menulis pan­jang den­gan nada kri­tis:
“Kita mulai semua dari nol den­gan ngana, makanya bang, jauh-jauh dari tak­abur, dari oll ama bini. Ada duit lo colek-coleknya perem­puan lain, diba­lik kesuk­sesan lo ada doa istri, istri lo sel­ingkuhin hilang semua doa ter­baiknya buat lo. Masih bagus sang istri masih mau sama lo, huh zolim mak­si­mal lu!”

  Buaya Viral Warga Diperingatkan Waspada

Komen­tar ini menun­jukkan adanya keke­ce­waan war­ganet yang meni­lai per­soalan rumah tang­ga turut memen­garuhi kejatuhan kari­er Wahyudin.

Kasus ini menggam­barkan bagaimana kari­er poli­tik sese­o­rang bisa den­gan cepat berubah aki­bat per­i­laku prib­a­di yang men­ja­di kon­sum­si pub­lik. Mes­ki usianya relatif muda, yakni 28 tahun, Wahyudin kini dihadap­kan pada real­i­tas berat: kehi­lan­gan jabatan poli­tik dan harus kem­bali memikirkan peker­jaan untuk menghidupi kelu­ar­ga.

Namun, pelu­ang masih ter­bu­ka lebar. Di usianya yang masih pro­duk­tif, ia bisa kem­bali bek­er­ja di sek­tor swasta, mem­u­lai usa­ha mandiri, atau melan­jutkan kari­er poli­tik jika tetap memi­li­ki dukun­gan.

Fenom­e­na curhatan Wahyudin Moridu pas­ca-viral men­ja­di pela­jaran pent­ing bah­wa jabatan poli­tik bukan­lah posisi yang per­ma­nen. Pub­lik menun­tut wak­il raky­at untuk men­ja­ga moral, integri­tas, dan keper­cayaan.

Bagi Wahyudin, curhatan­nya kepa­da sang istri mencer­minkan sikap real­is­tis meng­hadapi keny­ataan. Mes­ki men­da­p­at sorotan dan kri­tik pedas dari war­ganet, banyak juga yang mem­beri doron­gan agar ia tidak meny­er­ah dan tetap melan­jutkan hidup den­gan pil­i­han ter­baik.

Catatan Redak­si:
Infor­masi ini bersi­fat semen­tara dan dihim­pun dari ung­ga­han media sosial Threads. Hing­ga kini belum ada keteran­gan res­mi lang­sung dari pihak Wahyudin Moridu maupun PDI Per­juan­gan terkait langkah poli­tiknya ke depan. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *