Gorontalo, SniperNew.id – Nama Wahyudin Moridu, mantan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari PDI Perjuangan, mendadak ramai diperbincangkan publik usai sebuah video dirinya menjadi viral di media sosial. Dalam unggahan yang tersebar, Wahyudin menyampaikan curahan hatinya kepada sang istri setelah tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD.
Pria berusia 28 tahun itu mengungkapkan rencana hidup ke depan, termasuk kemungkinan kembali ke kampung halaman untuk memulai usaha kecil atau bahkan kembali menekuni profesi lamanya sebagai sopir.
Curhatan itu menuai beragam tanggapan dari warganet. Ada yang memberi semangat agar ia bangkit, ada pula yang melontarkan kritik dan cibiran terkait perjalanan hidup dan posisinya sebagai mantan wakil rakyat.
Tokoh utama dalam peristiwa ini adalah Wahyudin Moridu, S.H, mantan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI‑P). Ia lahir pada 11 November 1995 dan terpilih menjadi anggota legislatif di usia muda, yakni 28 tahun.
Namun, posisinya kini tidak lagi di DPRD setelah kasus videonya menjadi sorotan publik dan memengaruhi keberlangsungan karier politiknya.
Isi curhatan Wahyudin kepada istrinya yang diunggah di media sosial menjadi pokok perbincangan. Dalam curhatan tersebut, Wahyudin menyebut bahwa dirinya siap kembali ke kampung halaman. Ia juga menyampaikan dua pilihan hidup setelah tidak lagi menjabat di DPRD, yakni:
1. Membuka usaha di kampung
2. Kembali bekerja sebagai sopir
Unggahan itu kemudian ditanggapi beragam oleh warganet. Sebagian netizen memberikan saran agar Wahyudin tidak berkecil hati, sementara sebagian lain justru melontarkan kritik atas perjalanan hidupnya.
Unggahan tersebut diketahui mulai tersebar pada Sabtu, 21 September 2025, melalui akun media sosial Threads. Sejak diunggah, postingan tersebut sudah ditonton ratusan kali dan menuai puluhan komentar dari warganet.
Kasus ini terkait dengan Provinsi Gorontalo, tempat Wahyudin Moridu pernah menjabat sebagai anggota DPRD. Namun, respons publik justru meluas ke berbagai daerah, termasuk dari pengguna media sosial di luar Gorontalo, seperti Jakarta, Makassar, hingga Cikarang, sebagaimana terlihat dari komentar-komentar netizen.
Peristiwa ini mencuat karena adanya video viral yang menimbulkan sorotan negatif terhadap Wahyudin. Publik menilai perilakunya tidak mencerminkan wakil rakyat yang seharusnya menjaga integritas.
Pasca-viral, posisinya di DPRD pun goyah dan akhirnya ia tidak lagi menjabat. Kondisi itu memaksanya untuk memikirkan kembali jalan hidup, yang kemudian disampaikannya kepada sang istri.
Dalam unggahan Threads, akun bernama pakarits menuliskan isi curhatan Wahyudin sebagai berikut.
“Isi Curhatan Wahyudin Moridu Mantan Anggota DPRD Gorontalo ke Istri Usai Videonya Viral – Setelah Tidak Jadi Anggota DPRD Rencana Akan Kembali ke Kampung dan Membuka Usaha atau Kembali Menjadi Sopir.”
Postingan itu dilengkapi dengan foto profil Wahyudin semasa menjabat di DPRD. Unggahan tersebut segera memicu diskusi publik di kolom komentar.
Komentar warganet menunjukkan beragam perspektif mengenai curhatan Wahyudin:
1. Kurnialeyn menulis, “Oo mantan Sopir? Hmmm ya tau sendirilah kita dia manusia macam apa.”
Komentar ini bernada sinis terhadap latar belakang Wahyudin.
2. Antodws memberi saran, “Usia 28 tahun? Masih bisa lamar kerja, jadi buruh pabrik di Cikarang atau melamar jadi sales taking order di Jakarta, masih banyak yang buka lowongan. Gaji UMR Rp 5 juta. Masih muda, dipecat dari DPRD gak masalah, kecuali sudah di atas 35 tahun sudah masuk usia pensiun di Indonesia.
”3. Mrs.happy_p justru tampak kaget, “Loh.. anggota DPR ini mantan sopir semua?”
4. Arnold.s.youtuber berkomentar, “Pokoknya harus berhentikan dari secara tidak hormat.. ini.. dari partainya.. kurang ajar.”
Ia menilai keputusan partai sudah tepat karena menilai ada pelanggaran moral.
5. Agit46 menuliskan singkat, “🤣 mulut mu harimau mu.”
6. Arnold kembali menulis komentar lain, “Lidahmu gelatik-rasain lo.. mulutmu mulutmu.”
7. Pesonadayitaku menulis panjang dengan nada kritis:
“Kita mulai semua dari nol dengan ngana, makanya bang, jauh-jauh dari takabur, dari oll ama bini. Ada duit lo colek-coleknya perempuan lain, dibalik kesuksesan lo ada doa istri, istri lo selingkuhin hilang semua doa terbaiknya buat lo. Masih bagus sang istri masih mau sama lo, huh zolim maksimal lu!”
Komentar ini menunjukkan adanya kekecewaan warganet yang menilai persoalan rumah tangga turut memengaruhi kejatuhan karier Wahyudin.
Kasus ini menggambarkan bagaimana karier politik seseorang bisa dengan cepat berubah akibat perilaku pribadi yang menjadi konsumsi publik. Meski usianya relatif muda, yakni 28 tahun, Wahyudin kini dihadapkan pada realitas berat: kehilangan jabatan politik dan harus kembali memikirkan pekerjaan untuk menghidupi keluarga.
Namun, peluang masih terbuka lebar. Di usianya yang masih produktif, ia bisa kembali bekerja di sektor swasta, memulai usaha mandiri, atau melanjutkan karier politik jika tetap memiliki dukungan.
Fenomena curhatan Wahyudin Moridu pasca-viral menjadi pelajaran penting bahwa jabatan politik bukanlah posisi yang permanen. Publik menuntut wakil rakyat untuk menjaga moral, integritas, dan kepercayaan.
Bagi Wahyudin, curhatannya kepada sang istri mencerminkan sikap realistis menghadapi kenyataan. Meski mendapat sorotan dan kritik pedas dari warganet, banyak juga yang memberi dorongan agar ia tidak menyerah dan tetap melanjutkan hidup dengan pilihan terbaik.
Catatan Redaksi:
Informasi ini bersifat sementara dan dihimpun dari unggahan media sosial Threads. Hingga kini belum ada keterangan resmi langsung dari pihak Wahyudin Moridu maupun PDI Perjuangan terkait langkah politiknya ke depan. (Ahm/abd).













