Berita Daerah

Lumbirejo Galang Rembuk Stunting: Kepala Desa Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat

513
×

Lumbirejo Galang Rembuk Stunting: Kepala Desa Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat

Sebarkan artikel ini

Lumbire­jo, SniperNew.id – Pemer­in­tah Desa Lumbire­jo, Keca­matan Negeri Katon, menun­jukkan komit­men kuat dalam upaya pence­ga­han dan penu­runan angka stunt­ing. Langkah nya­ta ini ditandai den­gan pelak­sanaan Rem­buk Stunt­ing di kan­tor desa setem­pat pada Kamis (18/9/2025). Acara terse­but berlang­sung meri­ah dan penuh antu­si­asme dari war­ga yang hadir, mulai dari tokoh masyarakat, perangkat desa, hing­ga tena­ga kese­hatan.

Kepala Desa Lumbire­jo, Rid­ho S.Kom, mene­gaskan bah­wa pence­ga­han stunt­ing adalah peker­jaan bersama yang mem­bu­tuhkan keter­li­batan semua pihak, bukan hanya pemer­in­tah desa.

> “Untuk mence­gah dari awal gejala stunt­ing ini, kita harus bersama-sama bek­er­ja sama. Tan­pa dukun­gan masyarakat dan tena­ga kese­hatan terkait, saya tidak bisa apa-apa. Den­gan adanya dukun­gan saudara semua, saya yakin apa yang men­ja­di tujuan kita Insya Allah ter­ca­pai,” ujarnya di hada­pan war­ga.

Stunt­ing masih men­ja­di salah satu per­soalan kese­hatan nasion­al yang men­da­p­at per­ha­t­ian khusus pemer­in­tah. Kon­disi gagal tum­buh aki­bat keku­ran­gan gizi kro­nis ini berdampak pada perkem­ban­gan fisik dan kecer­dasan anak. Pemer­in­tah menar­getkan penu­runan prevalen­si stunt­ing secara sig­nifikan pada 2025.

Di tingkat desa, Lumbire­jo kini tampil seba­gai con­toh desa yang proak­tif dalam menyusun pro­gram nya­ta. Dalam forum rem­buk ini, berba­gai langkah strate­gis dipa­parkan, antara lain pen­ingkatan pelayanan posyan­du untuk ibu hamil dan bali­ta, penye­di­aan posyan­du rema­ja, ser­ta pen­gawasan ketat ter­hadap kon­disi gizi masyarakat.

  Safari Ramadan Kapolda Sumsel di Ogan Ilir: Pererat Silaturahmi, Sinergi Polisi dan Pemerintah Daerah

Bu Okta Rini, bidan desa sekali­gus utu­san dari Keca­matan Negeri Katon, menam­bahkan bah­wa kon­disi war­ga Lumbire­jo sejauh ini masih aman dari kasus stunt­ing. Namun, ia mene­gaskan kewas­padaan harus terus dija­ga.

“Untuk saat ini Alham­dulil­lah war­ga desa Lumbire­jo masih aman. Bil­a­mana kemu­ngk­i­nan ada war­ga yang men­gala­mi hal yang tidak diinginkan, kita akan kaw­al sam­pai sele­sai,” ungkap­nya.

Keber­adaan tena­ga kese­hatan di desa men­ja­di ujung tombak dalam memas­tikan layanan gizi dan kese­hatan ber­jalan opti­mal. Kehadi­ran bidan desa di seti­ap kegiatan kese­hatan diang­gap pent­ing agar war­ga dap­at berkon­sul­tasi lang­sung men­ge­nai tum­buh kem­bang anak maupun pola gizi kelu­ar­ga.

Acara rem­buk yang dige­lar di kan­tor desa Lumbire­jo ini dihadiri puluhan war­ga den­gan penuh seman­gat. Mere­ka aktif bertanya, berdiskusi, dan mem­berikan masukan terkait pola asuh, kese­hatan ibu hamil, pem­ber­ian ASI eksklusif, hing­ga kebu­tuhan gizi anak rema­ja.

Bagi war­ga, rem­buk ini bukan hanya perte­muan for­mal, tetapi juga ruang ter­bu­ka untuk menyam­paikan pen­gala­man sekali­gus kere­sa­han mere­ka. Salah satu war­ga, Sulas­tri, men­gaku ter­ban­tu den­gan adanya forum seper­ti ini.

“Kami jadi tahu pent­ingnya gizi seim­bang sejak hamil sam­pai anak rema­ja. Semoga pro­gram ini ber­jalan terus, kare­na anak-anak adalah masa depan desa kita,” ucap­nya.

Kepala Desa Rid­ho menekankan bah­wa pihaknya telah mer­an­cang sebuah ger­akan yang diberi nama Desa Lumbire­jo Bebas Stunt­ing. Pro­gram ini meli­batkan sin­er­gi perangkat desa, kad­er posyan­du, puskesmas, tena­ga medis, hing­ga masyarakat.

  Propam Polres Tegal Gaktibplin Personel Pos Adiwerna

Beber­a­pa langkah konkret yang akan dilakukan antara lain:

1. Posyan­du Ibu Hamil dan Bali­ta – untuk memas­tikan peman­tauan sejak kehami­lan hing­ga usia dini.

2. Posyan­du Rema­ja – ino­vasi baru di tingkat desa yang menar­getkan rema­ja agar men­da­p­atkan edukasi gizi dan kese­hatan repro­duk­si.

3. Posyan­du Lan­sia – seba­gai dukun­gan tam­ba­han agar orang tua tetap sehat dan dap­at men­dampin­gi tum­buh kem­bang anak den­gan baik.

4. Edukasi Gizi – kam­pa­nye makanan bergizi seim­bang, peman­faatan pekarangan untuk tana­man pan­gan, dan pen­ingkatan kesadaran pent­ingnya pro­tein hewani.

5. Kolab­o­rasi den­gan Puskesmas – untuk melakukan skrin­ing kese­hatan dan gizi berkala.

Pro­gram Desa Bebas Stunt­ing yang dicanangkan di Lumbire­jo selaras den­gan ara­han pemer­in­tah pusat. Pres­i­den dan Kementer­ian Kese­hatan RI telah menekankan pent­ingnya ker­ja lin­tas sek­tor dalam men­gu­ran­gi angka stunt­ing. Tar­get nasion­al penu­runan prevalen­si stunt­ing dari 24,4 persen (2021) men­ja­di 14 persen pada 2024 terus didorong hing­ga ke tingkat desa.

Lumbire­jo men­ja­di salah satu desa yang berusa­ha menyam­but tar­get terse­but den­gan langkah nya­ta. Hara­pan­nya, pro­gram ini tidak hanya berman­faat untuk war­ganya, tetapi juga bisa men­ja­di con­toh bagi desa lain di Keca­matan Negeri Katon.

Dalam rem­buk stunt­ing, hadir pula tokoh masyarakat, kad­er PKK, ser­ta per­wak­i­lan karang taruna. Mere­ka siap men­dukung pro­gram ini agar ber­jalan mak­si­mal. Kepala Desa Rid­ho mene­gaskan, keber­hasi­lan pro­gram tidak akan ter­ca­pai jika hanya men­gan­dalkan pemer­in­tah desa.

  DPRD Pringsewu Tanggapi Masalah Pupuk Subsidi: Pengawasan Diperketat demi Kepastian Harga dan Ketahanan Pangan

“Yang kita per­lukan adalah kolab­o­rasi. Semua war­ga harus merasa memi­li­ki tang­gung jawab yang sama. Kita ingin gen­erasi ke depan sehat, cer­das, dan bisa ber­saing,” katanya.

War­ga menyam­but posi­tif ger­akan ini. Banyak yang berharap agar kegiatan seper­ti posyan­du rema­ja bisa segera dire­al­isas­ikan. Sebab, masa rema­ja diang­gap seba­gai fase pent­ing dalam menen­tukan kual­i­tas gen­erasi berikut­nya.

Menu­rut para orang tua, sela­ma ini per­ha­t­ian posyan­du hanya ter­fokus pada bali­ta dan ibu hamil, semen­tara rema­ja ker­ap luput dari pan­tauan. Den­gan adanya pro­gram baru ini, desa Lumbire­jo berkomit­men meng­hadirkan layanan yang lebih menyelu­ruh.

Ger­akan Lumbire­jo Bebas Stunt­ing dihara­p­kan men­ja­di fon­dasi menu­ju gen­erasi emas desa. Pro­gram ini diyaki­ni akan berdampak luas, tidak hanya pada sek­tor kese­hatan, tetapi juga pen­didikan, ekono­mi, dan kual­i­tas hidup masyarakat secara keselu­ruhan.

Jika angka stunt­ing bisa ditekan, maka poten­si sum­ber daya manu­sia desa akan meningkat. Anak-anak tum­buh sehat, pin­tar, dan pro­duk­tif. Hal ini selaras den­gan cita-cita pem­ban­gu­nan desa yang berke­lan­ju­tan.

Rem­buk stunt­ing di Desa Lumbire­jo menandai babak baru per­juan­gan desa melawan masalah stunt­ing. Den­gan antu­si­asme masyarakat, dukun­gan tena­ga kese­hatan, dan komit­men kepala desa, pro­gram Desa Lumbire­jo Bebas Stunt­ing diyaki­ni mam­pu mem­bawa peruba­han nya­ta.

Hara­pan besar pun ter­tu­ju pada keber­lan­ju­tan pro­gram ini agar gen­erasi men­datang tum­buh lebih sehat, kuat, dan cer­das. Desa Lumbire­jo kini menat­ap masa depan den­gan opti­misme, men­jadikan kese­hatan dan gizi seba­gai pri­or­i­tas uta­ma demi ter­cip­tanya masyarakat yang sejahtera. (Suf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *