Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Kunjungan Walikota Prabumulih Tuai Sorotan Warga di Media Sosial

443
×

Kunjungan Walikota Prabumulih Tuai Sorotan Warga di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Prabu­mulih, SniperNew.id – Sebuah kun­jun­gan ker­ja Waliko­ta Prabu­mulih, H. Arlan, bersama jajaran peja­bat pemer­in­ta­han ke rumah Kepala Seko­lah SMP Negeri 1 Prabu­mulih, Roni Ardian­syah, S.Pd., M.Si, men­ja­di perbin­can­gan hangat di media sosial sete­lah ung­ga­han sebuah akun lokal viral. Ung­ga­han terse­but memu­at video dan keteran­gan kegiatan kun­jun­gan ker­ja yang berlang­sung pada Senin (tang­gal belum dise­butkan dalam ung­ga­han), sekali­gus menampilkan komen­tar beragam dari war­ganet.

Dalam ung­ga­han akun Threads @viral.prabumulih_id, dit­uliskan bah­wa Waliko­ta Prabu­mulih, H. Arlan, melakukan kun­jun­gan ker­ja bersama sejum­lah peja­bat. Ia didampin­gi oleh Sek­da H. Elman, ST, Kepala Inspek­torat H. Indra Bang­sawan, SH, MM, ser­ta beber­a­pa peja­bat lain. Rom­bon­gan terse­but men­datan­gi rumah Roni Ardian­syah, Kepala SMPN 1 Prabu­mulih.

Dalam keteran­gan ung­ga­han itu juga dise­butkan, Roni didampin­gi istrinya, Bapak Roni, dan turut hadir Ageng Win­toro dari Sat­pam SMPN 1 Prabu­mulih. Video yang dita­mpilkan mem­per­li­hatkan suasana perte­muan yang ter­li­hat san­tai, den­gan Waliko­ta dan peja­bat lain men­ge­nakan ser­agam batik khas Kor­pri biru.

Beber­a­pa pihak yang ter­catat hadir dalam kun­jun­gan ker­ja itu antara lain:

Waliko­ta Prabu­mulih, H. Arlan, Sek­da Prabu­mulih, H. Elman, ST., Kepala Inspek­torat Prabu­mulih, H. Indra Bang­sawan, SH, MM., Kepala SMPN 1 Prabu­mulih, Roni Ardian­syah, S.Pd., M.Si.,Istri Roni Ardiansyah.,Ageng Win­toro, Sat­pam SMPN 1 Prabumulih/

  Mayat Tanpa Kepala di Batang Anai Terungkap: Diduga Korban Mutilasi, Polisi Bongkar Sumur dan Tangkap Pelaku

Ung­ga­han terse­but juga meny­er­takan tagar seper­ti #viral­prabu­mulih #prabu­mulih #viral­reels #viral, yang menun­jukkan bah­wa kon­ten itu memang ditu­jukan untuk menye­bar luas.

Sete­lah video itu beredar, muncul gelom­bang komen­tar dari war­ga net. Banyak yang meni­lai bah­wa kun­jun­gan terse­but menim­bulkan kon­tro­ver­si, meskipun detail per­soalan uta­manya tidak dije­laskan secara lang­sung di ung­ga­han.

Namun, berdasarkan komen­tar war­ganet yang meny­er­tai ung­ga­han itu, seba­gian besar men­gaitkan isu viral ini den­gan dugaan sikap aro­gan­si peja­bat. War­ganet mem­per­tanyakan per­i­laku Waliko­ta dan jajaran­nya, bahkan seba­gian menye­but kun­jun­gan terse­but seba­gai tin­dakan yang dini­lai kurang pan­tas.

Kolom komen­tar ung­ga­han di Threads itu dipenuhi kri­tik tajam dari war­ganet. Berikut kuti­pan lengkap beber­a­pa komen­tar yang muncul:

1. fajaardyansah: “Klo gak viral pasti tetap dipecat.”

2. dilael­mu­na: “Peja­bat Arogan….menyalahgunakan kekuasaan. Dasar Ter­muul Pekook..pelu di Nepalakan kalie yee.”

3. sochib­sulisty­owati: “Basi ..udah viral baru minta maaf…..kemarin som­bong banget .. . pecat aja lah.gak bagus peran­gainya sbg pemimpin.”

4. herdyman13: “Minta maaf KLO udah viral.”

5. its.dwiinov: “🤣🤣 sepe­da listrik.”

6. roswitadahlilus: “Pela­jaran bagi peja­bat-peja­bat lain­nya untuk lebih hati hati beru­cap dan bertin­dak.”

7. arbik­i­to: “Sekarang jgn men­tang men­tang ya pk peja­bat dimana saja .. ama­rah kami blm kelu­ar selu­ruh­nya.”

8. m4jid_25: “Kalau kaca yang retak tak kan sem­pur­na lagi walaupun sal­ing memaafkan Jadi wali jgn ter­lalu sak­ti telun­juk­mu pk Gunakan telun­juk­mu tuk.mengucapkan 2x5 saha­dat bukan tuk meng­hardik som­bong.”

  Pemancing Dilaporkan Hilang di Bawah Kolong Jembatan Bangkir

9. spsuryadi02: “Itu waliko­ta digan­ti deh, ga guna ben­er­an SAMPAH.”

10. den­bre­wok: “Jan­gan ter­i­ma hadi­ah apapun, Pak Roni…”

11. lukman.man.336: “Takut seper­ti Nepal, nasi sdh Jdi bubur, awas modus.”

12. aris_180575: “Dra­ma maneh.”

13. munasrigendut720: “Tai….”

14. jemmy_rame: “Waliko­ta istri 4 + aro­gan/se­me­na-mena.. Tdk ada aksi turunk­an itu org??”

Dari sekian banyak komen­tar, may­ori­tas berna­da negatif dan berisi kri­tik ter­hadap Waliko­ta maupun para peja­bat. Ada pula komen­tar yang menyindir, bahkan meny­erang secara per­son­al.

Berdasarkan ung­ga­han, kegiatan itu berlang­sung di rumah Kepala SMPN 1 Prabu­mulih, Kota Prabu­mulih, Sumat­era Sela­tan. Wak­tu pastinya tidak dije­laskan, namun ung­ga­han akun Threads @viral.prabumulih_id menun­jukkan bah­wa video itu dipost­ing sek­i­tar satu jam sebelum tangka­pan layar dibu­at, sehing­ga peri­s­ti­wa terse­but diduga baru saja ter­ja­di.

Fenom­e­na viral ini mem­per­li­hatkan bagaimana dinami­ka hubun­gan antara peja­bat pub­lik dan masyarakat di era media sosial. Dalam hitun­gan jam, sebuah peri­s­ti­wa lokal bisa menye­bar luas dan men­u­ai respon pub­lik.

Kri­tik yang muncul dari war­ganet mencer­minkan keti­dakpuasan seba­gian masyarakat ter­hadap sikap peja­bat. Bahkan ada yang men­gaitkan den­gan isu eti­ka kepemimp­inan, kesom­bon­gan, hing­ga penyalah­gu­naan kekuasaan.

Mes­ki begi­tu, pent­ing dicatat bah­wa apa yang berkem­bang di media sosial tidak selalu sepenuh­nya mencer­minkan fak­ta yang utuh. Seba­gian komen­tar war­ganet mungkin dipicu oleh persep­si atau sen­ti­men poli­tik yang lebih luas.

Dalam kon­teks eti­ka pemer­in­ta­han, peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat pent­ing bagi peja­bat pub­lik agar berhati-hati dalam bersikap. Seti­ap tin­dakan, baik for­mal maupun non-for­mal, berpoten­si direkam dan dise­barkan oleh masyarakat.

  "Mobil Terguling di Titik Rawat Malam: Tanjakan Mama Neneng Kembali Jadi Sorotan!"

Pakar komu­nikasi pub­lik meni­lai, peja­bat per­lu mem­ban­gun cit­ra den­gan komu­nikasi yang ter­bu­ka, san­tun, ser­ta menghin­dari per­i­laku yang bisa ditafsirkan negatif. Di sisi lain, masyarakat juga diim­bau untuk bijak dalam menang­gapi infor­masi di media sosial, memas­tikan kebe­naran sebelum meny­im­pulkan.

Ung­ga­han komen­tar war­ganet menye­butkan bah­wa sebelum­nya sem­pat ada isu men­ge­nai sikap aro­gan dan kebi­jakan Waliko­ta yang memicu kon­tro­ver­si. Beber­a­pa komen­tar seper­ti “kalau tidak viral pasti tetap dipecat” dan “udah viral baru minta maaf” mengindikasikan bah­wa ter­da­p­at peri­s­ti­wa lain yang men­dahu­lui viral­nya video kun­jun­gan ini.

Namun, detail men­ge­nai peri­s­ti­wa sebelum­nya tidak dije­laskan secara rin­ci dalam ung­ga­han akun Threads terse­but. Hal ini menun­jukkan bah­wa viral­nya video kun­jun­gan ini juga terkait den­gan aku­mu­lasi persep­si negatif war­ga ter­hadap kepemimp­inan di tingkat lokal.

Kun­jun­gan Waliko­ta Prabu­mulih H. Arlan ke rumah Kepala SMPN 1 Prabu­mulih yang awal­nya meru­pakan agen­da ker­ja biasa, men­dadak men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah ung­ga­han akun media sosial lokal viral. Respons war­ganet yang may­ori­tas kri­tis mem­per­li­hatkan keti­dakpuasan masyarakat ter­hadap gaya kepemimp­inan yang dini­lai aro­gan.

Fenom­e­na ini sekali lagi mene­gaskan bah­wa peja­bat pub­lik bera­da di bawah sorotan masyarakat seti­ap saat. Per­i­laku seke­cil apa pun dap­at men­ja­di isu besar keti­ka direkam, diung­gah, lalu divi­ralkan di media sosial.

Di ten­gah dinami­ka terse­but, komu­nikasi yang san­tun, transparan, dan bijak­sana men­ja­di kun­ci bagi peja­bat pub­lik untuk men­ja­ga keper­cayaan masyarakat. (Red/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *