Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Wabup Pringsewu Sidak Sekolah, Kepsek Diduga Mangkir dan Beri Alasan Sinyal Putus-putus

565
×

Wabup Pringsewu Sidak Sekolah, Kepsek Diduga Mangkir dan Beri Alasan Sinyal Putus-putus

Sebarkan artikel ini
Gambar Screenshot video unggahan akun Treands @akisukidi, Rabu (17/09/2025), saat Wabup Pringsewu, Hj. Ummi Laila menelpon Kepala sekolah,

Pringsewu, SniperNew.id – Sebuah peri­s­ti­wa unik sekali­gus men­gun­dang per­ha­t­ian pub­lik ter­ja­di di Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung. Wak­il Bupati (Wabup) Pringsewu, Hj. Ummi Laila, melakukan inspeksi men­dadak (sidak) ke sebuah Seko­lah Dasar (SD) di wilayah setem­pat, Rabu (17/99/2025).

Sidak terse­but men­gungkap dugaan bah­wa Kepala Seko­lah (Kepsek) jarang hadir di seko­lah, bahkan nyaris tidak per­nah ter­li­hat men­jalankan tugas seba­gaimana mestinya.

Keja­di­an ini men­ja­di viral sete­lah akun media sosial @akisukidi mem­bagikan infor­masi terse­but di plat­form Threads. Dalam ung­ga­han­nya, akun itu menuliskan bah­wa saat Wak­il Bupati melakukan penge­cekan ke seko­lah, Kepala Seko­lah tidak hadir. Bahkan, keti­ka dihubun­gi via tele­pon untuk kon­fir­masi, Kepala Seko­lah jus­tru bert­ingkah seo­lah-olah men­gala­mi gang­guan sinyal.

“Wak­il Bupati Pringsewu, Lam­pung melakukan inspeksi men­dadak (Sidak) ke sebuah Seko­lah Dasar dan dida­p­ati Kepala Seko­lah tidak per­nah hadir. Lalu Bu Wak­il Bupati telpon Bapak Kepsek untuk kon­fir­masi, tp saat di tele­pon Bapak Kepsek bert­ingkah seo­lah-olah sinyal­nya jelek. ‘Halo…halo…halo…maaf Bu, sinyal­nya putus-putus,’” tulis akun terse­but den­gan meny­er­takan video suasana sidak.

Fenom­e­na ini lang­sung men­u­ai banyak komen­tar dari war­ganet, baik yang meny­oroti kin­er­ja aparatur sip­il negara (ASN), maupun yang men­gaitkan den­gan kepemimp­inan daer­ah saat ini.

  Banjir Nyelonong dari Belakang Rumah, Warga: ‘Lima Langkah Lagi Kena Juga!’

Inspeksi dilakukan lang­sung oleh Wak­il Bupati Pringsewu Hj. Ummi Laila, yang men­dampin­gi Bupati Pringsewu H. Riyan­to Pamungkas dalam masa kepemimp­inan­nya. Langkah ini meru­pakan bagian dari komit­men pemer­in­tah daer­ah untuk memas­tikan pelayanan pub­lik, khusus­nya di bidang pen­didikan, ber­jalan den­gan baik dan disi­plin.

Dalam sidak terse­but, Wak­il Bupati men­e­mukan fak­ta menge­jutkan: Kepala Seko­lah diduga tidak per­nah hadir di seko­lah. Saat ingin melakukan kon­fir­masi melalui tele­pon, Kepala Seko­lah itu beralasan bah­wa sinyal sedang ter­gang­gu. Ung­ga­han di Threads menggam­barkan ade­gan per­caka­pan tele­pon yang terke­san dibu­at-buat, sehing­ga memicu kri­tik pub­lik.

Berdasarkan ung­ga­han di Threads, peri­s­ti­wa ini diung­gah sek­i­tar 3 jam sebelum viral, dan per­caka­pan ser­ta komen­tar pub­lik bermuncu­lan dalam hitun­gan jam sete­lah itu. Sejum­lah komen­tar yang terekam dalam tangka­pan layar menun­jukkan war­ganet aktif mem­berikan pen­da­p­at dalam kurun wak­tu 1–3 jam sete­lah ung­ga­han tayang.

Sidak dilakukan di salah satu Seko­lah Dasar di Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung. Lokasi seko­lah tidak dise­butkan secara spe­si­fik dalam ung­ga­han, tetapi yang pasti meru­pakan seko­lah dasar negeri di bawah naun­gan Dinas Pen­didikan Kabu­pat­en Pringsewu.

Ung­ga­han ini viral kare­na menggam­barkan keti­dakhadi­ran Kepala Seko­lah yang meru­pakan fig­ur pent­ing di lem­ba­ga pen­didikan. Dita­m­bah lagi, ade­gan Kepala Seko­lah yang berpu­ra-pura men­gala­mi gang­guan sinyal menim­bulkan kesan tidak pro­fe­sion­al dan men­gun­dang gelak tawa sekali­gus kri­tik tajam masyarakat.

Pub­lik meni­lai tin­dakan Kepala Seko­lah terse­but mencer­minkan ren­dah­nya integri­tas dan kedisi­plinan seo­rang ASN, ter­lebih keti­ka banyak guru hon­or­er bek­er­ja keras dan berharap men­da­p­atkan kesem­patan yang sama men­ja­di tena­ga pen­ga­jar.

  Ratusan Warga Terisolasi Berjalan Puluhan Kilometer Akibat Longsor di Jalur Sipirok–Batu Jomba

Komen­tar war­ganet yang dihim­pun dari ung­ga­han Threads menun­jukkan keca­man keras ter­hadap sikap Kepala Seko­lah. Berikut beber­a­pa kuti­pan komen­tar neti­zen:

Akun debbysahara3 menulis.
“Ingat jaman seko­lah SMA dulu, mau wakasek, kepsek nya… semua ikut nga­jar, jadi seti­ap hari hadir di seko­lah.”

Akun aku_kancane_kancamu mene­gaskan. “Banyak guru hon­or­er yang tulus bek­er­ja. Banyak yang antri men­da­p­atkan kesem­patan men­ga­jar. Pecat. Dia telah memainkan watak. PNS hadir gak hadir tetap bayaran. Itu yang ada dalam piki­ran­nya.”

Akun naw­ilyss men­yarankan.
“Pecat aja Bu, pin­dahin jadi tukang jaga seko­lah aja.”

Akun imam.suko14 menam­bahkan.
“Yang begi­ni kepsek yang seharus­nya diber­hen­tikan. Kalau per­lu berhen­tikan saja dari ker­janya atau suruh resign.”

Akun muqolik_agus mem­per­tanyakan atu­ran. “Apakah ada atu­ran bah­wa PNS tidak bisa dipecat?”

Akun kms_zainal berko­men­tar kri­tis.
“Nah kalau gini, bolehlah digan­ti… diband­ingkan den­gan kepala seko­lah yang dipecat gara-gara tegur anak peja­bat walikotanya, yang lagi viral.”

Akun meroket­lambe­mu men­yarankan.
“Bukankah eval­u­asi harus­nya rutin, ya? Tidak per­lu nung­gu ada kesala­han­nya ketahuan dulu baru eval­u­asi. Jus­tru seharus­nya dari eval­u­asi rutin, akan dite­mukan kesala­han-kesala­han.”

Akun yohanes­ber­ch­mans menulis singkat.
“Pecat aja lah napain di eval­u­asi bu.”

Akun ucu­p­li­ciouzzz menyindir.
“Baru jadi kepala seko­lah udah begi­tu, gimana jadi kepala BUMN.”

Akun arirahmadi0 mene­gaskan.
“Lang­sung copot. Pin­dahkan ke ped­ala­man.”

Akun mamajapa.design mem­berikan pen­gala­man prib­a­di.
“Bisa-bisanya. Aku pas ngan­terin anakku malah kepsek udah hadir lagi nya­pu hala­man seko­lah. Pada­hal gasik lho itu. Kepseknya laki-laki.”

  Sore Mencekam, Puting Beliung Hantam Pasar Karangpandan

Akun denimaja711 meny­oroti.
“Lho jaman gini makan gaji buta.”

Akun yuniarsih122 meny­im­pulkan.
“Masih banyak yang mau ker­ja serius.”

Komen­tar-komen­tar terse­but menggam­barkan keke­ce­waan masyarakat ter­hadap sikap abai seo­rang peja­bat seko­lah yang seharus­nya men­ja­di teladan.

Di bawah kepemimp­inan Bupati H. Riyan­to Pamungkas dan Wak­il Bupati Hj. Ummi, Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu berkomit­men mene­gakkan disi­plin aparatur, khusus­nya di sek­tor pen­didikan. Inspeksi men­dadak ini men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa pemimpin daer­ah tidak segan untuk turun lang­sung meman­tau kin­er­ja ASN.

Langkah ini juga dihara­p­kan men­ja­di peringatan bagi peja­bat pub­lik lain­nya agar tidak main-main den­gan tugas dan tang­gung jawab­nya. Pen­didikan adalah sek­tor vital yang menyangkut masa depan gen­erasi muda, sehing­ga integri­tas tena­ga pen­didik dan kepala seko­lah mut­lak diper­lukan.

Kasus Kepala Seko­lah yang diduga mangkir dari tugas ini meny­oroti pent­ingnya eval­u­asi berkala ter­hadap kin­er­ja ASN, khusus­nya mere­ka yang men­dudu­ki posisi strate­gis. Reak­si pub­lik yang keras menun­jukkan bah­wa masyarakat menginginkan peruba­han nya­ta dan meno­lak prak­tik “makan gaji buta.”

Wak­il Bupati Pringsewu telah menun­jukkan kete­gasan melalui sidak ini, semen­tara pub­lik menun­tut tin­dak lan­jut yang tegas, mulai dari eval­u­asi hing­ga pem­ber­hent­ian jika ter­buk­ti melakukan pelang­garan.

Den­gan demikian, peri­s­ti­wa ini men­ja­di cer­mi­nan bah­wa kepemimp­inan daer­ah di bawah H. Riyan­to Pamungkas dan Hj. Ummi Laila sedang beru­paya mem­perku­at budaya disi­plin dan tang­gung jawab, demi kual­i­tas pen­didikan yang lebih baik di Kabu­pat­en Pringsewu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *