Agam, SniperNew.id – Sebuah bus antar kota milik PT AGS dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Bawan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu siang (13 September 2025). Kendaraan berwarna biru itu diketahui terperosok ke dalam parit di tepi jalan, menimbulkan perhatian warga sekitar dan pengguna jalan lain.
Peristiwa ini pertama kali diketahui publik setelah unggahan video di akun Facebook seorang warganet bernama Miranti tersebar luas. Dalam rekaman video yang kemudian diunggah ulang di media sosial Threads oleh akun sumbarkita.id, terlihat jelas bus dalam kondisi miring di parit, sementara beberapa warga tampak berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan dan memeriksa situasi.
Kawasan Bawan, yang berada di jalur utama penghubung antar kabupaten di Sumatera Barat, dikenal memiliki kondisi jalan berkelok dan berada di area dataran tinggi. Rute ini kerap dilalui bus-bus antar kota seperti milik PT AGS yang melayani trayek dari dan menuju Pasaman Barat. Jalur tersebut juga ramai dilewati kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Menurut informasi yang dibagikan sumbarkita.id, bus biru tersebut sedang melakukan perjalanan reguler ketika tiba-tiba mengalami kecelakaan tunggal. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden ini.
Bus yang mengalami kecelakaan adalah milik PT AGS, salah satu operator transportasi antar kota di Sumatera Barat. Kendaraan ini sedang membawa penumpang dari arah Pasaman Barat menuju tujuan berikutnya. Hingga berita ini diturunkan, jumlah penumpang dan kondisi mereka belum dapat dipastikan secara resmi.
Pihak PT AGS sendiri belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan maupun langkah-langkah lanjutan yang mereka ambil. Namun, pihak kepolisian setempat dan warga sekitar segera turun tangan untuk membantu memastikan keselamatan penumpang.
Berdasarkan informasi awal dan rekaman video yang beredar, kejadian terjadi sekitar siang hari. Saat melintas di kawasan Bawan, bus diduga kehilangan kendali dan tergelincir ke parit di sisi jalan. Kondisi jalan yang sempit, berkelok, dan kemungkinan licin karena cuaca bisa menjadi salah satu faktor penyebab.
Dalam video yang diunggah ke media sosial, terlihat sejumlah warga berdiri di pinggir jalan sambil memperhatikan bus. Beberapa orang tampak mengarahkan ponsel mereka untuk merekam situasi. Rumah-rumah warga dan pepohonan di sekitar lokasi terlihat jelas, menunjukkan bahwa kejadian ini terjadi di area pemukiman.
Kecelakaan ini segera menjadi sorotan warganet setelah video diunggah ke Facebook dan kemudian disebarkan oleh media lokal. Banyak pengguna media sosial menyampaikan keprihatinan terhadap keselamatan penumpang dan meminta pihak terkait segera melakukan investigasi.
Seorang warga sekitar, yang menyaksikan kejadian tersebut, mengatakan bahwa jalur Bawan memang rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun dan berkelok. Warga berharap pihak berwenang dan perusahaan transportasi lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap armada mereka.
Petugas kepolisian dari Polres Agam dikabarkan segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Mereka melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sekitar tempat kejadian. Selain itu, upaya evakuasi bus dilakukan dengan bantuan warga dan alat berat.
Belum ada laporan resmi mengenai korban luka atau kerusakan parah, namun bus yang miring di parit memerlukan waktu untuk dievakuasi sepenuhnya. Pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi bus dan jalan.
Masyarakat berharap PT AGS segera memberikan penjelasan resmi dan menjamin keselamatan penumpang yang berada di dalam bus saat kejadian. Transparansi informasi dianggap penting agar publik mengetahui kondisi korban dan langkah-langkah yang diambil perusahaan.
Selain itu, warga setempat meminta pemerintah daerah dan dinas perhubungan untuk memeriksa kondisi jalan di kawasan Bawan, termasuk pemasangan rambu-rambu peringatan dan penguatan pengawasan terhadap angkutan umum.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi operator transportasi dan pengemudi bus antar kota untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di jalur-jalur rawan di Sumatera Barat.
Masyarakat dan warganet juga diingatkan untuk berhati-hati saat berbagi konten terkait kecelakaan, menjaga etika, dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, dan pihak kepolisian bersama perusahaan terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat pengawasan keselamatan lalu lintas untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Dengan informasi yang lebih akurat dan penanganan cepat dari berbagai pihak, diharapkan kondisi para penumpang dapat dipastikan aman, dan kejadian ini menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan keamanan transportasi antar kota di Sumatera Barat. (ABB/abd).













