Gianyar, SniperNew.id – Seorang perempuan bernama Ibu Suweni dilaporkan hilang setelah diduga terseret banjir saat melintasi kawasan dekat sungai di daerah Batubulan, Gianyar, Bali. Hingga saat ini, korban belum ditemukan meski tim keluarga dan warga sekitar telah melakukan upaya pencarian intensif sejak pagi hingga malam hari, Kamis (11/09/2025).
Kabar hilangnya Ibu Suweni pertama kali disampaikan oleh akun media sosial komunitas lokal @gorangers_bali, yang mengunggah kronologi dan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk membantu pencarian.
Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa Ibu Suweni kemungkinan besar nekat menerobos genangan banjir ketika sedang dalam perjalanan pulang.
“Update kronologi: Ibu (korban) kemungkinan menerobos banjir di dekat sungai daerah Batubulan (Bumi Linggah). Keluarga beserta warga sudah melakukan upaya pencarian dan menemukan sepeda motor korban, namun korban belum ditemukan. Upaya pencarian sampai malam tadi diberhentikan dan akan dilanjutkan besok pagi. Mohon doa semeton, semoga ada petunjuk dan korban segera ditemukan,” tulis akun tersebut.
Selain itu, akun tersebut juga meminta masyarakat yang sempat melihat atau bertemu korban untuk segera memberikan informasi kepada admin akun atau menghubungi keluarga.
“Info bagi semeton yang sempat melihat/bertemu dengan ciri yang bersangkutan bisa DM admin atau akun FB di atas, suksma,” tambahnya.
Keluarga korban, melalui akun pribadi I Putu Juliantika, juga membagikan informasi serupa. Dalam unggahan tersebut, keluarga menjelaskan bahwa Ibu Suweni adalah seorang pedagang di Pasar Dewi Sri. Ia terakhir kali terlihat berangkat menuju pasar pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WITA dan sejak itu tidak kembali ke rumah.
“Om swastiastu. Mohon bantuannya semeton, niki ada orang hilang, atas nama Ibu Suweni. Beliau pedagang di Pasar Dewi Sri, dari Desa Guwang, Banjar Tatag. Dari jam 03.00 WITA dini hari 10 September 2025 berangkat ke Pasar Dewi Sri, Terminal Batubulan. Sampai saat ini belum pulang ke rumahnya. Mungkin terjebak banjir, mohon bagi yang melihat segera menginformasikan dan hubungi keluarga atau kerabat terdekat. Mohon bantuannya,” tulis keluarga.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, hujan deras mengguyur kawasan Batubulan sejak Selasa dini hari. Sejumlah ruas jalan dan daerah dekat aliran sungai dilaporkan tergenang air. Diduga, korban berusaha pulang melalui jalur yang tergenang banjir dan kehilangan kendali hingga terseret arus.
Keluarga yang menyadari korban tak kunjung pulang kemudian melakukan pencarian bersama warga sekitar. Mereka menyisir jalur yang biasa dilalui korban. Pada sore hari, warga menemukan sepeda motor korban di tepi jalur banjir, namun keberadaan korban tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Upaya pencarian dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi cuaca dan arus air yang cukup deras, yang dinilai membahayakan keselamatan tim pencari. Pencarian dijadwalkan dilanjutkan pada pagi hari dengan harapan korban segera ditemukan.
Salah satu warga yang turut membantu pencarian menyebutkan bahwa arus air di kawasan tersebut cukup deras. “Air dari hulu meluap karena hujan tidak berhenti dari semalam. Sangat berbahaya bagi pejalan kaki atau pengendara motor. Tidak heran kalau ada yang hanyut,” ujarnya.
Warga lainnya menuturkan bahwa Ibu Suweni dikenal sebagai sosok yang rajin dan setiap hari berangkat berdagang ke pasar pada dini hari. “Biasanya sekitar jam 9 pagi sudah pulang, tapi kemarin tidak ada kabar. Kami semua ikut khawatir dan membantu mencari,” tambahnya.
Pencarian melibatkan keluarga, warga, dan pihak desa adat. Mereka menggunakan senter, bambu, dan peralatan sederhana untuk menyisir tepi sungai dan daerah yang diduga menjadi lokasi hanyutnya korban. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat desa untuk mengatur jalur pencarian agar lebih efektif.
Hari ini, pencarian dijadwalkan dimulai sejak pagi buta dengan melibatkan lebih banyak relawan. Beberapa warga mengusulkan agar Basarnas dan BPBD turut dikerahkan agar pencarian lebih maksimal, mengingat medan yang cukup berbahaya dan luasnya area pencarian.
Keluarga korban dan akun komunitas lokal mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau melihat korban di sekitar lokasi banjir untuk segera menghubungi pihak keluarga. Setiap informasi sekecil apa pun dianggap dapat membantu mempercepat pencarian.
Masyarakat juga diingatkan agar berhati-hati saat melintas di daerah rawan banjir, terutama pada malam atau dini hari ketika jarak pandang terbatas. Pihak desa berencana memasang tanda peringatan di beberapa titik yang sering dilanda banjir agar kejadian serupa tidak terulang.
Daerah Batubulan, terutama sekitar Bumi Linggah, dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir musiman di Gianyar. Ketika hujan deras turun dalam waktu lama, aliran sungai meluap dan menggenangi akses jalan utama. Sejumlah kejadian serupa pernah dilaporkan sebelumnya, namun jarang memakan korban jiwa.
Keberadaan pasar tradisional Dewi Sri yang berlokasi tidak jauh dari area tersebut menyebabkan banyak pedagang melewati jalur ini setiap hari, termasuk pada jam-jam rawan dini hari. Hal ini membuat warga setempat berharap pemerintah daerah segera memperbaiki sistem drainase agar air tidak mudah meluap ke jalan.
Unggahan tentang hilangnya Ibu Suweni mendapat banyak perhatian dari warganet. Ratusan komentar doa dan dukungan mengalir di kolom komentar akun komunitas tersebut. Banyak yang berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Semoga Ibu segera ditemukan, tetap kuat untuk keluarga,” tulis salah satu pengguna.
Beberapa warganet juga menawarkan diri untuk membantu pencarian dengan ikut menyisir area sungai atau menyediakan peralatan penerangan tambahan. Solidaritas warga menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencarian ini.
Keluarga korban berharap pencarian hari ini dapat membuahkan hasil. “Kami mohon doa dan bantuan semua pihak. Kami ingin Ibu segera ditemukan, apa pun keadaannya, agar keluarga bisa tenang,” ujar salah satu anggota keluarga yang ditemui di lokasi.
Pihak keluarga juga menegaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan hingga korban ditemukan. Mereka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu sejak hari pertama pencarian.
Kasus hilangnya Ibu Suweni menjadi pengingat akan bahaya melintas di jalan yang tergenang banjir, terutama di daerah rawan luapan sungai. Upaya pencarian masih terus dilakukan, dan harapan besar masih ada bahwa korban dapat segera ditemukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera menghubungi pihak terkait jika melihat korban atau menemukan barang-barang miliknya. (Ahm/abd).













