Berita Daerah

Ibu Suweni Diduga Terseret Banjir di Batubulan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

214
×

Ibu Suweni Diduga Terseret Banjir di Batubulan, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini

Sebarkan artikel ini

Gian­yar, SniperNew.id  – Seo­rang perem­puan berna­ma Ibu Suweni dila­porkan hilang sete­lah diduga terseret ban­jir saat melin­tasi kawasan dekat sun­gai di daer­ah Batubu­lan, Gian­yar, Bali. Hing­ga saat ini, kor­ban belum dite­mukan mes­ki tim kelu­ar­ga dan war­ga sek­i­tar telah melakukan upaya pen­car­i­an inten­sif sejak pagi hing­ga malam hari, Kamis (11/09/2025).

Kabar hilangnya Ibu Suweni per­ta­ma kali dis­am­paikan oleh akun media sosial komu­ni­tas lokal @gorangers_bali, yang men­gung­gah kro­nolo­gi dan imbauan kepa­da masyarakat sek­i­tar untuk mem­ban­tu pen­car­i­an.

Dalam ung­ga­han terse­but dise­butkan bah­wa Ibu Suweni kemu­ngk­i­nan besar nekat men­er­o­bos genan­gan ban­jir keti­ka sedang dalam per­jalanan pulang.

“Update kro­nolo­gi: Ibu (kor­ban) kemu­ngk­i­nan men­er­o­bos ban­jir di dekat sun­gai daer­ah Batubu­lan (Bumi Ling­gah). Kelu­ar­ga beser­ta war­ga sudah melakukan upaya pen­car­i­an dan men­e­mukan sepe­da motor kor­ban, namun kor­ban belum dite­mukan. Upaya pen­car­i­an sam­pai malam tadi diber­hen­tikan dan akan dilan­jutkan besok pagi. Mohon doa seme­ton, semoga ada petun­juk dan kor­ban segera dite­mukan,” tulis akun terse­but.

Selain itu, akun terse­but juga mem­inta masyarakat yang sem­pat meli­hat atau berte­mu kor­ban untuk segera mem­berikan infor­masi kepa­da admin akun atau menghubun­gi kelu­ar­ga.

“Info bagi seme­ton yang sem­pat melihat/bertemu den­gan ciri yang bersangku­tan bisa DM admin atau akun FB di atas, suks­ma,” tam­bah­nya.

Kelu­ar­ga kor­ban, melalui akun prib­a­di I Putu Julianti­ka, juga mem­bagikan infor­masi seru­pa. Dalam ung­ga­han terse­but, kelu­ar­ga men­je­laskan bah­wa Ibu Suweni adalah seo­rang peda­gang di Pasar Dewi Sri. Ia ter­akhir kali ter­li­hat berangkat menu­ju pasar pada Selasa dini hari sek­i­tar pukul 03.00 WITA dan sejak itu tidak kem­bali ke rumah.

  Ngopi Serasi #20 dan Safari Ramadan Hadir di Banyuwangi

“Om swas­ti­as­tu. Mohon ban­tu­an­nya seme­ton, niki ada orang hilang, atas nama Ibu Suweni. Beli­au peda­gang di Pasar Dewi Sri, dari Desa Guwang, Ban­jar Tatag. Dari jam 03.00 WITA dini hari 10 Sep­tem­ber 2025 berangkat ke Pasar Dewi Sri, Ter­mi­nal Batubu­lan. Sam­pai saat ini belum pulang ke rumah­nya. Mungkin ter­je­bak ban­jir, mohon bagi yang meli­hat segera meng­in­for­masikan dan hubun­gi kelu­ar­ga atau ker­abat ter­dekat. Mohon ban­tu­an­nya,” tulis kelu­ar­ga.

Berdasarkan keteran­gan yang dihim­pun, hujan deras meng­guyur kawasan Batubu­lan sejak Selasa dini hari. Sejum­lah ruas jalan dan daer­ah dekat ali­ran sun­gai dila­porkan ter­ge­nang air. Diduga, kor­ban berusa­ha pulang melalui jalur yang ter­ge­nang ban­jir dan kehi­lan­gan kendali hing­ga terseret arus.

Kelu­ar­ga yang menyadari kor­ban tak kun­jung pulang kemu­di­an melakukan pen­car­i­an bersama war­ga sek­i­tar. Mere­ka meny­isir jalur yang biasa dilalui kor­ban. Pada sore hari, war­ga men­e­mukan sepe­da motor kor­ban di tepi jalur ban­jir, namun keber­adaan kor­ban tidak dite­mukan di lokasi terse­but.

Upaya pen­car­i­an dihen­tikan semen­tara pada malam hari kare­na kon­disi cua­ca dan arus air yang cukup deras, yang dini­lai mem­ba­hayakan kese­la­matan tim pen­cari. Pen­car­i­an dijad­walkan dilan­jutkan pada pagi hari den­gan hara­pan kor­ban segera dite­mukan.

Salah satu war­ga yang turut mem­ban­tu pen­car­i­an menye­butkan bah­wa arus air di kawasan terse­but cukup deras. “Air dari hulu melu­ap kare­na hujan tidak berhen­ti dari semalam. San­gat berba­haya bagi pejalan kaki atau pen­gen­dara motor. Tidak her­an kalau ada yang hanyut,” ujarnya.

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

War­ga lain­nya menu­turkan bah­wa Ibu Suweni dike­nal seba­gai sosok yang rajin dan seti­ap hari berangkat berda­gang ke pasar pada dini hari. “Biasanya sek­i­tar jam 9 pagi sudah pulang, tapi kemarin tidak ada kabar. Kami semua ikut khawatir dan mem­ban­tu men­cari,” tam­bah­nya.

Pen­car­i­an meli­batkan kelu­ar­ga, war­ga, dan pihak desa adat. Mere­ka meng­gu­nakan sen­ter, bam­bu, dan per­ala­tan seder­hana untuk meny­isir tepi sun­gai dan daer­ah yang diduga men­ja­di lokasi hanyut­nya kor­ban. Koor­di­nasi juga dilakukan den­gan aparat desa untuk men­gatur jalur pen­car­i­an agar lebih efek­tif.

Hari ini, pen­car­i­an dijad­walkan dim­u­lai sejak pagi buta den­gan meli­batkan lebih banyak relawan. Beber­a­pa war­ga men­gusulkan agar Basar­nas dan BPBD turut dik­er­ahkan agar pen­car­i­an lebih mak­si­mal, mengin­gat medan yang cukup berba­haya dan luas­nya area pen­car­i­an.

Kelu­ar­ga kor­ban dan akun komu­ni­tas lokal mengim­bau masyarakat yang memi­li­ki infor­masi atau meli­hat kor­ban di sek­i­tar lokasi ban­jir untuk segera menghubun­gi pihak kelu­ar­ga. Seti­ap infor­masi seke­cil apa pun diang­gap dap­at mem­ban­tu mem­per­cepat pen­car­i­an.

Masyarakat juga diin­gatkan agar berhati-hati saat melin­tas di daer­ah rawan ban­jir, teruta­ma pada malam atau dini hari keti­ka jarak pan­dang ter­batas. Pihak desa beren­cana memasang tan­da peringatan di beber­a­pa titik yang ser­ing dilan­da ban­jir agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang.

Daer­ah Batubu­lan, teruta­ma sek­i­tar Bumi Ling­gah, dike­nal seba­gai salah satu titik rawan ban­jir musi­man di Gian­yar. Keti­ka hujan deras turun dalam wak­tu lama, ali­ran sun­gai melu­ap dan mengge­nan­gi akses jalan uta­ma. Sejum­lah keja­di­an seru­pa per­nah dila­porkan sebelum­nya, namun jarang memakan kor­ban jiwa.

  BRI Hadir untuk Negeri, Podcast Polres Simalungun Didukung BRI Pematangsiantar

Keber­adaan pasar tra­di­sion­al Dewi Sri yang berlokasi tidak jauh dari area terse­but menye­babkan banyak peda­gang mele­wati jalur ini seti­ap hari, ter­ma­suk pada jam-jam rawan dini hari. Hal ini mem­bu­at war­ga setem­pat berharap pemer­in­tah daer­ah segera mem­per­bai­ki sis­tem drainase agar air tidak mudah melu­ap ke jalan.

Ung­ga­han ten­tang hilangnya Ibu Suweni men­da­p­at banyak per­ha­t­ian dari war­ganet. Ratu­san komen­tar doa dan dukun­gan men­galir di kolom komen­tar akun komu­ni­tas terse­but. Banyak yang berharap kor­ban segera dite­mukan dalam keadaan sela­mat.

“Semoga Ibu segera dite­mukan, tetap kuat untuk kelu­ar­ga,” tulis salah satu peng­gu­na.

Beber­a­pa war­ganet juga menawarkan diri untuk mem­ban­tu pen­car­i­an den­gan ikut meny­isir area sun­gai atau menye­di­akan per­ala­tan pen­eran­gan tam­ba­han. Sol­i­dar­i­tas war­ga men­ja­di salah satu fak­tor pent­ing dalam upaya pen­car­i­an ini.

Kelu­ar­ga kor­ban berharap pen­car­i­an hari ini dap­at mem­buahkan hasil. “Kami mohon doa dan ban­tu­an semua pihak. Kami ingin Ibu segera dite­mukan, apa pun keadaan­nya, agar kelu­ar­ga bisa ten­ang,” ujar salah satu anggota kelu­ar­ga yang dite­mui di lokasi.

Pihak kelu­ar­ga juga mene­gaskan bah­wa mere­ka akan terus berko­or­di­nasi den­gan aparat desa dan relawan hing­ga kor­ban dite­mukan. Mere­ka men­gu­cap­kan ter­i­ma kasih kepa­da semua pihak yang sudah mem­ban­tu sejak hari per­ta­ma pen­car­i­an.

Kasus hilangnya Ibu Suweni men­ja­di pengin­gat akan bahaya melin­tas di jalan yang ter­ge­nang ban­jir, teruta­ma di daer­ah rawan lua­pan sun­gai. Upaya pen­car­i­an masih terus dilakukan, dan hara­pan besar masih ada bah­wa kor­ban dap­at segera dite­mukan. Masyarakat diim­bau untuk tetap was­pa­da ter­hadap cua­ca ekstrem dan segera menghubun­gi pihak terkait jika meli­hat kor­ban atau men­e­mukan barang-barang miliknya. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *