Berita Peristiwa

Kecelakaan Kereta Api dan Minibus di Pariaman, Empat Penumpang Terselamatkan

457
×

Kecelakaan Kereta Api dan Minibus di Pariaman, Empat Penumpang Terselamatkan

Sebarkan artikel ini

Pariaman, SniperNew.id –  Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Sabtu siang (6/9/2025). Insiden ini melibatkan sebuah kereta api dengan satu unit minibus Honda Brio berpelat nomor BA 1343 OT di perlintasan Jalan Syekh Abdul Arif, Pasir Pauh Barat, tepatnya di samping Masjid Raya Pauh Kota Pariaman, Sabtu (06/09).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.19 WIB, dan langsung mengundang perhatian masyarakat sekitar. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari keterangan warga dan laporan akun media sosial Info Minang, di dalam mobil tersebut terdapat empat penumpang, yakni seorang suami, seorang istri, serta dua orang anak balita.

Menurut saksi di lokasi, mobil Honda Brio tersebut tengah melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu resmi. Saat kendaraan memasuki jalur rel, secara bersamaan datang kereta api yang melaju dari arah utara menuju selatan.

Benturan pun tidak dapat dihindari. Bagian samping kendaraan tersenggol rangkaian kereta, sehingga mobil terdorong hingga ke pinggir lintasan. Warga yang berada di sekitar lokasi bergegas menolong penumpang yang berada di dalam kendaraan.

  Risma Turun ke Lumpur, Air Mata Warga Pecah

Dari empat penumpang, dua orang mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD Pariaman untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara dua lainnya, termasuk anak-anak, dilaporkan selamat dengan kondisi trauma dan luka ringan.

Insiden berlangsung di Jalan Syekh Abdul Arif, Pasir Pauh Barat, Kota Pariaman, tepat di samping Masjid Raya Pauh. Lokasi ini dikenal sebagai jalur perlintasan kereta api yang ramai dilalui warga, namun tidak dilengkapi palang pintu permanen atau sistem peringatan otomatis.

Keberadaan rel di kawasan pemukiman padat seringkali menimbulkan risiko tinggi, terutama saat pengendara kurang waspada atau terburu-buru menyeberang.

Korban dalam peristiwa ini adalah satu keluarga, terdiri atas. Suami (pengemudi mobil), Istri (penumpang depan), Dua anak balita

Menurut keterangan warga dan laporan awal, dua orang di antaranya mengalami luka yang cukup serius sehingga perlu penanganan medis segera. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Pariaman dengan menggunakan kendaraan darurat.

Sedangkan dua lainnya, termasuk anak kecil, sempat mengalami syok dan luka ringan, namun masih dalam pengawasan tenaga medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban meninggal dunia.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Namun, dugaan awal menyebutkan bahwa faktor utama adalah minimnya fasilitas keselamatan di perlintasan rel tersebut, ditambah kurangnya kewaspadaan pengendara saat melintasi jalur kereta api.

Perlintasan tanpa palang pintu resmi kerap menjadi titik rawan kecelakaan. Ketika pengendara tidak melihat keberadaan kereta yang datang dengan kecepatan tinggi, potensi tabrakan sangat besar.

  Kebakaran Berulang Paesan Kedungwuni, Warga Masih Waspada

Setelah kejadian, warga sekitar segera melakukan pertolongan darurat. Beberapa orang terlihat berupaya mengevakuasi korban dari dalam mobil yang ringsek.

Video amatir yang diunggah ke media sosial memperlihatkan sejumlah warga dan petugas berjibaku mengangkat korban ke tepi jalan.

Tak lama kemudian, petugas medis dan aparat kepolisian tiba di lokasi untuk membantu evakuasi serta mengatur arus lalu lintas. Mobil korban kemudian diamankan, sementara kereta api yang terlibat tetap melanjutkan perjalanan setelah dipastikan tidak mengalami kerusakan berarti.

Pasca kecelakaan, puluhan warga berkumpul di sekitar rel. Mereka menyaksikan langsung proses evakuasi sekaligus menunjukkan keprihatinan terhadap keluarga korban.

Beberapa warga menuturkan bahwa kecelakaan di titik tersebut bukan yang pertama kali terjadi. “Sering kali orang terburu-buru lewat sini, padahal kereta bisa tiba-tiba datang. Kalau ada palang pintu resmi, mungkin kejadian ini bisa dicegah,” ujar seorang warga setempat.

Kondisi mobil Honda Brio berwarna gelap tersebut tampak mengalami kerusakan parah di bagian samping akibat benturan keras dengan kereta api. Potongan video yang beredar di media sosial menampilkan masyarakat bahu membahu membantu korban.

Pihak kepolisian sektor Kota Pariaman bersama PT KAI segera melakukan koordinasi untuk mengusut kejadian ini. Mereka juga akan melakukan evaluasi terkait fasilitas keselamatan di perlintasan kereta api Pasir Pauh Barat.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Kepolisian menegaskan bahwa setiap pengendara harus ekstra waspada saat melintasi rel kereta, terlebih di jalur yang belum memiliki palang pintu otomatis. “Keselamatan harus jadi prioritas. Pengemudi wajib berhenti sejenak, menengok kiri dan kanan sebelum melewati lintasan,” ungkap seorang petugas kepolisian di lokasi.

Sementara itu, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa korban yang dirawat saat ini dalam kondisi stabil. Dokter jaga RSUD Pariaman menyebutkan, korban yang mengalami luka serius sudah mendapatkan tindakan medis darurat dan dalam tahap observasi lanjutan.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api. Berdasarkan catatan, banyak perlintasan di wilayah Sumatera Barat yang masih belum dilengkapi palang pintu otomatis maupun petugas jaga.

PT KAI sebelumnya sudah mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. Setiap kendaraan wajib berhenti 5 meter sebelum rel, melihat arah kedatangan kereta, dan hanya melintas setelah benar-benar aman.

Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan minibus di Kota Pariaman ini menambah daftar panjang peristiwa serupa di jalur perlintasan tanpa palang pintu. Beruntung, keempat penumpang berhasil selamat meskipun dua di antaranya mengalami luka serius.

Insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan fasilitas keselamatan di jalur perlintasan, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada.

Dengan adanya perbaikan sistem pengamanan serta kesadaran kolektif pengguna jalan, kejadian serupa diharapkan tidak lagi terulang. Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *