Berita Peristiwa

BEM SI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Jakarta

268
×

BEM SI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Jakarta

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Ribuan maha­siswa yang ter­gabung dalam Alian­si Badan Ekseku­tif Maha­siswa Selu­ruh Indone­sia (BEM-SI) kem­bali mengge­lar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakar­ta, Kamis (4/9/2025) sore. Aksi yang berta­juk “Sela­matkan Indone­sia” itu berlang­sung di bawah pen­gawalan aparat kea­manan, den­gan mas­sa maha­siswa yang men­ge­nakan jas alma­mater kun­ing khas mere­ka, Kamis (04/09/25).

Pan­tauan lapan­gan dari akun media sosial @jakarta.terkini, mem­per­li­hatkan suasana demon­strasi yang cukup ramai. Maha­siswa mem­bawa span­duk besar bertuliskan #Refor­masi, ser­ta sejum­lah poster yang menyuarakan tun­tu­tan mere­ka. Para peser­ta aksi ter­li­hat men­gangkat tan­gan sam­bil berorasi, semen­tara sejum­lah jur­nalis dan videografer turut men­doku­men­tasikan jalan­nya demon­strasi di depan pagar Gedung DPR RI.

Alian­si BEM-SI sela­ma ini dike­nal seba­gai motor ger­akan maha­siswa lin­tas kam­pus di Indone­sia. Mere­ka ker­ap menyuarakan isu-isu nasion­al, mulai dari demokrasi, kebi­jakan pemer­in­tah, hing­ga refor­masi insti­tusi.

Aksi pada 4 Sep­tem­ber 2025 ini dise­but seba­gai ben­tuk kepri­hati­nan ter­hadap kon­disi bangsa, yang menu­rut maha­siswa ten­gah meng­hadapi berba­gai per­soalan serius. Dalam seru­an aksi berta­juk “Sela­matkan Indone­sia”, maha­siswa meni­lai per­lun­ya pen­gawasan ketat ter­hadap kebi­jakan pemer­in­tah maupun DPR RI agar tetap berpi­hak kepa­da kepentin­gan raky­at.

Isu-isu yang diangkat maha­siswa antara lain soal refor­masi kepolisian, transparan­si kebi­jakan pub­lik, ser­ta kon­sis­ten­si para wak­il raky­at dalam men­jalankan amanah kon­sti­tusi. Mes­ki belum selu­ruh poin tun­tu­tan res­mi dipub­likasikan, span­duk bertuliskan “Refor­masi Pol­ri” yang diben­tangkan maha­siswa men­ja­di salah satu tan­da bah­wa per­baikan sek­tor pene­gakan hukum masih men­ja­di sorotan pent­ing.

  Markas Ormas Kena ‘Semprot’ Satpol PP, Warganet: Bersih-Bersih Sekalian, Pak!

Dari reka­man yang dibagikan akun @jakarta.terkini, mas­sa maha­siswa mulai memenuhi area depan pagar Gedung DPR sejak sore hari.

Mere­ka berdiri rap­at, may­ori­tas men­ge­nakan jas alma­mater berwar­na kun­ing, yang sela­ma ini ker­ap iden­tik den­gan ger­akan maha­siswa dari beber­a­pa per­gu­ru­an ting­gi negeri.

Sejum­lah maha­siswa mem­bawa span­duk putih bertuliskan #Refor­masi den­gan cat mer­ah besar.

Beber­a­pa peser­ta aksi juga tam­pak men­gibarkan poster dan ben­dera kecil seba­gai sim­bol per­lawanan.

Orasi dis­am­paikan bergant­ian meng­gu­nakan pengeras suara, den­gan sorakan mas­sa yang mengiku­ti.

Situ­asi lalu lin­tas di sek­i­tar kawasan Senayan dila­porkan padat, namun aparat kepolisian men­gatur arus kendaraan agar tetap terk­endali. Kendaraan tak­tis juga disi­a­gakan tidak jauh dari lokasi seba­gai langkah anti­si­pasi.

Walaupun dalam ung­ga­han belum tert­era secara rin­ci, aksi BEM-SI biasanya mem­bawa sejum­lah tun­tu­tan pokok. Berdasarkan pola aksi sebelum­nya, beber­a­pa isu yang ker­ap mere­ka soroti adalah:

1. Transparan­si Pemer­in­ta­han
Maha­siswa menun­tut agar pemer­in­tah dan DPR bek­er­ja secara ter­bu­ka, tidak menyem­bun­yikan agen­da yang merugikan masyarakat.

2. Refor­masi Pene­gakan Hukum
Tun­tu­tan refor­masi kepolisian ter­li­hat jelas dari span­duk yang dibawa mas­sa. Hal ini menun­jukkan adanya doron­gan maha­siswa agar insti­tusi kepolisian lebih pro­fe­sion­al, transparan, dan berpi­hak kepa­da raky­at.

3. Pen­gawasan DPR RI
Seba­gai lem­ba­ga leg­is­latif, DPR memi­li­ki kewa­jiban untuk men­ja­di pen­gawas pemer­in­tah. Maha­siswa meni­lai DPR harus lebih tegas dan tidak hanya men­ja­di stem­pel kebi­jakan ekseku­tif.

  Tragedi Wisata Bislab, Jane dan Resky Ditemukan, Syadsya Asal Mallawa Masih Hilang

4. Kon­sis­ten­si ter­hadap Refor­masi 1998
Seman­gat refor­masi masih men­ja­di jar­gon uta­ma dalam seti­ap aksi maha­siswa. BEM-SI ingin memas­tikan agen­da refor­masi tidak dilu­pakan, khusus­nya dalam hal demokrati­sasi, pem­ber­an­tasan korup­si, dan per­lin­dun­gan hak asasi manu­sia.

Ung­ga­han @jakarta.terkini di media sosial men­u­ai per­ha­t­ian war­ganet. Dalam video singkat yang dibagikan, ter­li­hat maha­siswa berbaris rapi sam­bil men­gangkat tan­gan. Beber­a­pa komen­tar war­ganet meny­oroti keberan­ian maha­siswa yang tetap kri­tis ter­hadap pemer­in­tah, meskipun tan­ta­n­gan zaman semakin kom­pleks.

Ada pula war­ganet yang mengin­gatkan agar aksi tetap berlang­sung damai dan tidak anarkis, mengin­gat pen­gala­man demon­strasi sebelum­nya yang ker­ap beru­jung ben­trokan.

Media lokal dan nasion­al juga diperki­rakan akan meny­oroti aksi ini, mengin­gat per­an BEM-SI yang ker­ap men­ja­di barom­e­ter suara maha­siswa di Indone­sia.

Pihak kepolisian menu­runk­an per­son­el dalam jum­lah sig­nifikan untuk men­ja­ga ketert­iban jalan­nya demon­strasi. Penga­manan dilakukan den­gan mem­ba­gi barisan aparat di depan pagar Gedung DPR, ser­ta menyi­ap­kan sat­u­an pen­gen­dali mas­sa (Dal­mas) di sek­i­tar lokasi.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, tidak ada lapo­ran men­ge­nai ker­icuhan. Mas­sa maha­siswa masih menyuarakan aspi­rasi mere­ka den­gan tert­ib, semen­tara aparat tam­pak men­ja­ga situ­asi agar tetap kon­dusif.

Aksi maha­siswa di depan Gedung DPR bukan­lah hal baru. Sejak era Orde Baru hing­ga Refor­masi 1998, ger­akan maha­siswa selalu men­ja­di bagian pent­ing dalam men­gaw­al per­jalanan bangsa. Gedung DPR RI bahkan ker­ap dise­but seba­gai “sak­si bisu” berba­gai momen­tum berse­jarah yang meli­batkan maha­siswa.

BEM-SI seba­gai alian­si maha­siswa lin­tas kam­pus telah beber­a­pa kali mengge­lar aksi besar, ter­ma­suk meno­lak UU Omnibus Law, isu per­pan­jan­gan masa jabatan pres­i­den, hing­ga kebi­jakan-kebi­jakan yang diang­gap tidak pro raky­at. Den­gan men­gusung tema “Sela­matkan Indone­sia”, aksi kali ini mem­perte­gas bah­wa maha­siswa tetap kon­sis­ten men­jalankan fungsi kon­trol sosial mere­ka.

  Menyentuh Hati: Pelajar yang Gagal Tawuran di Bogor Sujud di Kaki Orang Tua

Melalui aksi ini, maha­siswa berharap suara mere­ka tidak hanya sekadar men­ja­di sorakan di jalanan, tetapi juga benar-benar diden­gar oleh wak­il raky­at dan pemer­in­tah.

Mere­ka ingin agar kebi­jakan yang lahir dari DPR benar-benar berpi­hak kepa­da raky­at kecil.

Mere­ka menekankan pent­ingnya pene­gakan hukum yang adil dan pro­fe­sion­al.

Mere­ka menyerukan agar agen­da refor­masi tidak dikhi­a­nati oleh kepentin­gan poli­tik sesaat.

Demon­strasi BEM-SI pada Kamis (4/9/2025) di depan Gedung DPR RI Jakar­ta kem­bali menun­jukkan eksis­ten­si ger­akan maha­siswa seba­gai pen­gaw­al demokrasi dan suara raky­at.

Aksi yang berlang­sung den­gan damai ini mem­bawa pesan jelas: maha­siswa tidak ting­gal diam meli­hat kon­disi bangsa. Mere­ka turun ke jalan untuk menyuarakan kepedu­lian, sekali­gus mengin­gatkan pemer­in­tah dan DPR agar tetap berpe­gang pada amanah kon­sti­tusi.

Mes­ki tun­tu­tan detail masih menung­gu kon­fir­masi res­mi dari BEM-SI, sorotan ter­hadap refor­masi kepolisian dan pen­gawasan ter­hadap DPR RI sudah ter­li­hat jelas. Pub­lik kini menan­ti bagaimana respon para wak­il raky­at atas suara lan­tang maha­siswa.

Catatan Redak­si: Beri­ta ini dis­usun berdasarkan pan­tauan lang­sung dari ung­ga­han media sosial Jakar­ta Terki­ni ser­ta infor­masi yang dap­at diver­i­fikasi hing­ga Kamis sore, 4 Sep­tem­ber 2025. Selu­ruh isi beri­ta dit­ulis secara berim­bang tan­pa bermak­sud mem­pro­vokasi ataupun memi­hak salah satu pihak. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *