Jakarta, SniperNew.id — Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025) sore. Aksi yang bertajuk “Selamatkan Indonesia” itu berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan, dengan massa mahasiswa yang mengenakan jas almamater kuning khas mereka, Kamis (04/09/25).
Pantauan lapangan dari akun media sosial @jakarta.terkini, memperlihatkan suasana demonstrasi yang cukup ramai. Mahasiswa membawa spanduk besar bertuliskan #Reformasi, serta sejumlah poster yang menyuarakan tuntutan mereka. Para peserta aksi terlihat mengangkat tangan sambil berorasi, sementara sejumlah jurnalis dan videografer turut mendokumentasikan jalannya demonstrasi di depan pagar Gedung DPR RI.
Aliansi BEM-SI selama ini dikenal sebagai motor gerakan mahasiswa lintas kampus di Indonesia. Mereka kerap menyuarakan isu-isu nasional, mulai dari demokrasi, kebijakan pemerintah, hingga reformasi institusi.
Aksi pada 4 September 2025 ini disebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa, yang menurut mahasiswa tengah menghadapi berbagai persoalan serius. Dalam seruan aksi bertajuk “Selamatkan Indonesia”, mahasiswa menilai perlunya pengawasan ketat terhadap kebijakan pemerintah maupun DPR RI agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.
Isu-isu yang diangkat mahasiswa antara lain soal reformasi kepolisian, transparansi kebijakan publik, serta konsistensi para wakil rakyat dalam menjalankan amanah konstitusi. Meski belum seluruh poin tuntutan resmi dipublikasikan, spanduk bertuliskan “Reformasi Polri” yang dibentangkan mahasiswa menjadi salah satu tanda bahwa perbaikan sektor penegakan hukum masih menjadi sorotan penting.
Dari rekaman yang dibagikan akun @jakarta.terkini, massa mahasiswa mulai memenuhi area depan pagar Gedung DPR sejak sore hari.
Mereka berdiri rapat, mayoritas mengenakan jas almamater berwarna kuning, yang selama ini kerap identik dengan gerakan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi negeri.
Sejumlah mahasiswa membawa spanduk putih bertuliskan #Reformasi dengan cat merah besar.
Beberapa peserta aksi juga tampak mengibarkan poster dan bendera kecil sebagai simbol perlawanan.
Orasi disampaikan bergantian menggunakan pengeras suara, dengan sorakan massa yang mengikuti.
Situasi lalu lintas di sekitar kawasan Senayan dilaporkan padat, namun aparat kepolisian mengatur arus kendaraan agar tetap terkendali. Kendaraan taktis juga disiagakan tidak jauh dari lokasi sebagai langkah antisipasi.
Walaupun dalam unggahan belum tertera secara rinci, aksi BEM-SI biasanya membawa sejumlah tuntutan pokok. Berdasarkan pola aksi sebelumnya, beberapa isu yang kerap mereka soroti adalah:
1. Transparansi Pemerintahan
Mahasiswa menuntut agar pemerintah dan DPR bekerja secara terbuka, tidak menyembunyikan agenda yang merugikan masyarakat.
2. Reformasi Penegakan Hukum
Tuntutan reformasi kepolisian terlihat jelas dari spanduk yang dibawa massa. Hal ini menunjukkan adanya dorongan mahasiswa agar institusi kepolisian lebih profesional, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
3. Pengawasan DPR RI
Sebagai lembaga legislatif, DPR memiliki kewajiban untuk menjadi pengawas pemerintah. Mahasiswa menilai DPR harus lebih tegas dan tidak hanya menjadi stempel kebijakan eksekutif.
4. Konsistensi terhadap Reformasi 1998
Semangat reformasi masih menjadi jargon utama dalam setiap aksi mahasiswa. BEM-SI ingin memastikan agenda reformasi tidak dilupakan, khususnya dalam hal demokratisasi, pemberantasan korupsi, dan perlindungan hak asasi manusia.
Unggahan @jakarta.terkini di media sosial menuai perhatian warganet. Dalam video singkat yang dibagikan, terlihat mahasiswa berbaris rapi sambil mengangkat tangan. Beberapa komentar warganet menyoroti keberanian mahasiswa yang tetap kritis terhadap pemerintah, meskipun tantangan zaman semakin kompleks.
Ada pula warganet yang mengingatkan agar aksi tetap berlangsung damai dan tidak anarkis, mengingat pengalaman demonstrasi sebelumnya yang kerap berujung bentrokan.
Media lokal dan nasional juga diperkirakan akan menyoroti aksi ini, mengingat peran BEM-SI yang kerap menjadi barometer suara mahasiswa di Indonesia.
Pihak kepolisian menurunkan personel dalam jumlah signifikan untuk menjaga ketertiban jalannya demonstrasi. Pengamanan dilakukan dengan membagi barisan aparat di depan pagar Gedung DPR, serta menyiapkan satuan pengendali massa (Dalmas) di sekitar lokasi.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan mengenai kericuhan. Massa mahasiswa masih menyuarakan aspirasi mereka dengan tertib, sementara aparat tampak menjaga situasi agar tetap kondusif.
Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR bukanlah hal baru. Sejak era Orde Baru hingga Reformasi 1998, gerakan mahasiswa selalu menjadi bagian penting dalam mengawal perjalanan bangsa. Gedung DPR RI bahkan kerap disebut sebagai “saksi bisu” berbagai momentum bersejarah yang melibatkan mahasiswa.
BEM-SI sebagai aliansi mahasiswa lintas kampus telah beberapa kali menggelar aksi besar, termasuk menolak UU Omnibus Law, isu perpanjangan masa jabatan presiden, hingga kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. Dengan mengusung tema “Selamatkan Indonesia”, aksi kali ini mempertegas bahwa mahasiswa tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial mereka.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap suara mereka tidak hanya sekadar menjadi sorakan di jalanan, tetapi juga benar-benar didengar oleh wakil rakyat dan pemerintah.
Mereka ingin agar kebijakan yang lahir dari DPR benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.
Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan profesional.
Mereka menyerukan agar agenda reformasi tidak dikhianati oleh kepentingan politik sesaat.
Demonstrasi BEM-SI pada Kamis (4/9/2025) di depan Gedung DPR RI Jakarta kembali menunjukkan eksistensi gerakan mahasiswa sebagai pengawal demokrasi dan suara rakyat.
Aksi yang berlangsung dengan damai ini membawa pesan jelas: mahasiswa tidak tinggal diam melihat kondisi bangsa. Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan kepedulian, sekaligus mengingatkan pemerintah dan DPR agar tetap berpegang pada amanah konstitusi.
Meski tuntutan detail masih menunggu konfirmasi resmi dari BEM-SI, sorotan terhadap reformasi kepolisian dan pengawasan terhadap DPR RI sudah terlihat jelas. Publik kini menanti bagaimana respon para wakil rakyat atas suara lantang mahasiswa.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan pantauan langsung dari unggahan media sosial Jakarta Terkini serta informasi yang dapat diverifikasi hingga Kamis sore, 4 September 2025. Seluruh isi berita ditulis secara berimbang tanpa bermaksud memprovokasi ataupun memihak salah satu pihak. (Ahmad)













