Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Kabel Terbakar di Taman Shangrila 2, Warga Jakarta Selatan Panik di Tengah Malam

518
×

Kabel Terbakar di Taman Shangrila 2, Warga Jakarta Selatan Panik di Tengah Malam

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id  – Kepanikan melan­da war­ga Taman Shangri­la 2, Petukan­gan Sela­tan, Pesang­gra­han, Jakar­ta Sela­tan, sete­lah sebuah insi­d­en kebakaran kabel ter­ja­di pada Selasa (26/8/2025) dini hari. Petu­gas pemadam kebakaran diter­junkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berko­bar dari kabel yang men­jun­tai di sek­i­tar per­muki­man war­ga.

Insi­d­en kebakaran ini men­ja­di per­ha­t­ian war­ga sek­i­tar, teruta­ma kare­na lokasinya bera­da di area pemuki­man padat pen­duduk. Berdasarkan infor­masi yang diung­gah akun Insta­gram infopetukan­gan sek­i­tar satu jam sete­lah keja­di­an, ter­li­hat kobaran api mem­bara di kabel yang ter­pasang di tiang listrik di kawasan terse­but. Dalam ung­ga­han terse­but juga dis­er­tai keteran­gan, “KABEL TERBAKAR… Petu­gas pemadam kebakaran berusa­ha memadamkan api dari kabel yang ter­bakar di Taman Shangri­la 2, Petukan­gan Sela­tan, Pesang­gra­han, Jakar­ta Sela­tan, Selasa dini hari tadi, 26 Agus­tus 2025. Tidak dike­tahui penye­bab kebakaran kabel terse­but, ‘itu kabel listrik apa kabel telpon yaaak,’ kata war­ga.”

Video yang dibagikan oleh akun terse­but mem­per­li­hatkan suasana mencekam. Kobaran api tam­pak jelas di ujung tiang listrik, semen­tara war­ga sek­i­tar tam­pak berkumpul den­gan rasa was-was. Lam­pu jalan yang menyala terang mem­per­li­hatkan lokasi keja­di­an den­gan jelas. Api ter­li­hat menyam­bar kabel, semen­tara petu­gas pemadam kebakaran ter­li­hat beru­paya keras men­gen­da­likan situ­asi agar api tidak merem­bet ke rumah war­ga atau fasil­i­tas umum di sek­i­tarnya.

  Seorang Boca Tenggelam Saat Mandi di Sungai Kuantan

Petu­gas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera mengam­bil tin­dakan den­gan menyem­pro­tkan air ke arah sum­ber api. Berdasarkan kesak­sian war­ga, mobil pemadam tiba tidak lama sete­lah lapo­ran kebakaran masuk ke call cen­ter dinas pemadam kebakaran setem­pat.

“Kami lang­sung tele­pon pemadam begi­tu lihat api. Takut­nya merem­bet ke rumah soal­nya di sini kan kabel­nya banyak yang sal­ing silang,” ujar Sumarni, salah satu war­ga yang rumah­nya bera­da di dekat lokasi keja­di­an.

Kebakaran kabel di kawasan perko­taan seper­ti Jakar­ta Sela­tan memang bukan kali per­ta­ma ter­ja­di. Banyaknya kabel listrik, inter­net, dan tele­pon yang meng­gan­tung di tiang ker­ap men­ja­di poten­si bahaya tersendiri, teruta­ma saat musim hujan atau ter­ja­di gang­guan tek­nis. Namun, keja­di­an kali ini menim­bulkan kekhawati­ran lebih besar kare­na api tam­pak mem­be­sar dan ter­li­hat hing­ga radius puluhan meter.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, pihak berwe­nang belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait penye­bab kebakaran kabel di Taman Shangri­la 2. Pihak PLN dan oper­a­tor jaringan teleko­mu­nikasi dise­but telah dik­er­ahkan untuk memerik­sa kabel yang ter­bakar.

“Belum bisa dipastikan itu kabel apa, listrik atau tele­pon, kare­na masih dalam penye­lidikan. Saat ini fokus kami adalah memas­tikan kea­manan war­ga dan mence­gah ter­jadinya kebakaran susu­lan,” ujar salah satu petu­gas di lokasi yang eng­gan dise­butkan namanya.

War­ga pun berharap pihak berwe­nang segera melakukan penge­cekan menyelu­ruh agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang. “Kalau bisa, sete­lah ini dicek semua kabel-kabel­nya. Soal­nya di sini kabel­nya sem­rawut, takut keja­di­an kayak gini lagi,” kata Heri, war­ga lain­nya.

  Minibus Terbakar di Area Parkir RS Siti Rahmah, Warga Panik Saat Api Membesar

Kebakaran kabel di ten­gah malam ten­tu memicu kepanikan. Beber­a­pa war­ga yang rumah­nya bera­da tidak jauh dari lokasi segera kelu­ar rumah untuk menye­la­matkan diri dan memas­tikan api tidak men­jalar. Dalam video yang viral terse­but, tam­pak sejum­lah war­ga berdiri di kejauhan sam­bil mengabadikan momen terse­but den­gan pon­sel mere­ka.

“Tadi saya den­gar suara kayak letu­pan kecil, pas kelu­ar rumah sudah ada api di kabel. Kita panik, lang­sung teri­ak-teri­ak minta tolong,” ungkap Iwan, sak­si mata yang ikut mem­ban­tu men­gatur lalu lin­tas war­ga di sek­i­tar lokasi keja­di­an.

Beber­a­pa war­ga lain ter­li­hat berin­isi­atif mem­ban­tu memadamkan api den­gan per­ala­tan seadanya sebelum petu­gas tiba. Namun, kare­na lokasi api bera­da di ket­ing­gian, usa­ha war­ga tidak mem­buahkan hasil.

Peri­s­ti­wa kebakaran kabel ini kem­bali meny­oroti masalah tata kelo­la jaringan kabel di Jakar­ta. Di banyak wilayah, kabel listrik, inter­net, dan tele­pon ker­ap digan­tung secara bersamaan di tiang yang sama, bahkan ser­ing kali tan­pa penataan rapi. Hal ini tidak hanya meng­gang­gu esteti­ka kota, tetapi juga menim­bulkan risiko kebakaran atau korslet­ing listrik.

“Kalau hujan atau ada angin ken­cang, kabel suka sal­ing menyen­tuh. Ini yang bikin rawan korslet­ing,” kata Rid­wan, war­ga lain­nya yang men­gaku ser­ing meli­hat per­cikan api dari kabel di sek­i­tar lingkun­gan­nya.

Dinas terkait dihara­p­kan segera menin­dak­lan­ju­ti peri­s­ti­wa ini den­gan melakukan penge­cekan menyelu­ruh, ter­ma­suk mer­apikan jaringan kabel di kawasan pemuki­man padat.

  Truk Kontainer Bermuatan Air Mineral Terguling di Jalan Raya Bandung–Garut

Kepala Suku Dinas Penang­gu­lan­gan Kebakaran dan Penye­la­matan (Gulka­r­mat) Jakar­ta Sela­tan, yang dihubun­gi secara ter­pisah, mengim­bau masyarakat untuk segera mela­por jika men­e­mukan per­cikan api atau kabel yang ter­li­hat tidak aman. “War­ga harus lebih was­pa­da dan jan­gan menye­pelekan tan­da-tan­da bahaya, seper­ti per­cikan api atau suara mende­sis dari kabel. Segera laporkan agar bisa segera ditan­gani,” ujarnya.

Selain itu, war­ga juga dim­inta untuk tidak mendirikan ban­gu­nan ter­lalu dekat den­gan jaringan kabel, ser­ta memas­tikan pohon-pohon di sek­i­tar rumah tidak men­ge­nai kabel. “Pence­ga­han lebih baik dari­pa­da penan­ganan. Kese­la­matan war­ga adalah pri­or­i­tas uta­ma,” tam­bah­nya.

Menu­rut infor­masi ter­akhir yang diter­i­ma redak­si, api berhasil dipadamkan sek­i­tar satu jam sete­lah keja­di­an per­ta­ma dila­porkan. Tidak ada lapo­ran kor­ban jiwa atau luka-luka aki­bat kebakaran ini. Namun, seba­gian war­ga sem­pat men­gala­mi gang­guan ali­ran listrik dan konek­si inter­net kare­na kabel yang ter­bakar.

Saat ini, petu­gas masih ber­ja­ga di lokasi untuk memas­tikan tidak ada api yang ter­sisa, semen­tara teknisi listrik dan teleko­mu­nikasi mulai melakukan pemerik­saan dan per­baikan kabel.

Peri­s­ti­wa kebakaran kabel di Taman Shangri­la 2 men­ja­di pengin­gat pent­ing bagi masyarakat dan pihak berwe­nang untuk lebih mem­per­hatikan kese­la­matan jaringan infra­struk­tur listrik dan komu­nikasi di kawasan perko­taan. Keja­di­an ini juga mene­gaskan pent­ingnya kesadaran war­ga untuk segera mela­porkan poten­si bahaya, ser­ta per­lun­ya langkah pre­ven­tif dari pemer­in­tah dan pihak terkait agar kasus seru­pa tidak kem­bali ter­ja­di. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *