Berita Pendidikan

Fenomena Dua Anak SD di Bandung Terekam Merokok di Jalan, Jadi Cermin Pentingnya Perhatian Orang Tua dan Lingkungan

272
×

Fenomena Dua Anak SD di Bandung Terekam Merokok di Jalan, Jadi Cermin Pentingnya Perhatian Orang Tua dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Ban­dung, SniperNew.id - Kabu­pat­en Ban­dung kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah sebuah video yang diung­gah akun sosial Trends den­gan nama peng­gu­na “qoate­wall­pa­pers” mem­per­li­hatkan dua anak yang masih duduk di bangku seko­lah dasar (SD) ten­gah men­gen­darai sepe­da motor di Jalan Pang­gilin­gan. Yang lebih menge­jutkan, ked­ua anak terse­but sem­pat berhen­ti di ping­gir jalan hanya untuk menyalakan rokok, kemu­di­an melan­jutkan per­jalanan, Kamis (21/08/2025).

Video terse­but seketi­ka memicu gelom­bang kepri­hati­nan masyarakat. Banyak war­ganet yang men­go­men­tari, mulai dari rasa her­an, pri­hatin, hing­ga kesal. Aksi terse­but bukan hanya berba­haya kare­na meli­batkan anak di bawah umur yang sudah berani men­gen­darai kendaraan bermo­tor tan­pa kelayakan, tetapi juga kare­na adanya kebi­asaan merokok di usia dini yang jelas berisiko merusak kese­hatan dan masa depan mere­ka.

Fenom­e­na ini pada dasarnya adalah sebuah cer­min. Cer­min bagi orang tua, seko­lah, masyarakat, dan kita semua ten­tang bagaimana sebuah lingkun­gan mem­beri pen­garuh besar pada tum­buh kem­bang seo­rang anak.

Psikolog anak ser­ing menye­butkan bah­wa anak kecil adalah peniru ulung. Apa yang mere­ka lihat, den­gar, dan rasakan di seke­lil­ingnya akan den­gan mudah mere­ka ser­ap tan­pa mem­per­tim­bangkan benar atau salah. Jika seo­rang anak ter­biasa meli­hat orang dewasa merokok, bukan hal aneh bila suatu saat ia men­co­ba hal seru­pa kare­na men­gang­gap­nya seba­gai sesu­atu yang nor­mal.

  Langkah Kecil, Mimpi Besar, MPLS RA Al Ikhwan Banjir Doa dan Haru

Dalam kasus ini, ter­li­hat jelas bah­wa ked­ua anak terse­but belum bisa mema­ha­mi risiko besar yang mere­ka ambil. Mere­ka men­gen­darai sepe­da motor tan­pa izin res­mi, tan­pa per­lengka­pan kese­la­matan, dan menam­bah bahaya den­gan kebi­asaan merokok. Semua itu ter­ja­di bukan kare­na mere­ka “nakal” sema­ta, melainkan kare­na pen­gawasan dan edukasi yang masih kurang.

Kelu­ar­ga adalah seko­lah per­ta­ma bagi seti­ap anak. Apa yang mere­ka pela­jari di rumah akan ter­bawa ke luar rumah. Keti­ka orang tua gagal mem­beri con­toh yang baik atau abai ter­hadap perkem­ban­gan anaknya, risiko besar menan­ti.

Video ini seakan men­ja­di peringatan keras bah­wa pen­gawasan ter­hadap anak tidak boleh seten­gah hati. Orang tua per­lu lebih hadir dalam kehidu­pan anak—bukan sekadar memenuhi kebu­tuhan materi, tetapi juga men­dampin­gi, menase­hati, dan menanamkan nilai moral ser­ta kese­hatan sejak dini.

Mene­gur anak agar tidak merokok saja tidak cukup. Orang tua juga per­lu menun­jukkan teladan nya­ta, seper­ti tidak merokok di depan anak, men­je­laskan bahaya rokok den­gan bahasa yang seder­hana, hing­ga men­cip­takan lingkun­gan rumah yang sehat dan bebas asap rokok.

Tidak bisa dipungkiri, pen­didikan for­mal juga memi­li­ki tang­gung jawab besar. Seko­lah bukan hanya tem­pat bela­jar hitung-hitun­gan atau mem­ba­ca buku, tetapi juga tem­pat pem­ben­tukan karak­ter. Guru dan pihak seko­lah per­lu mem­perku­at pen­didikan karak­ter, men­gadakan penyu­luhan ten­tang bahaya narko­ba, rokok, dan per­gaulan bebas sejak dini.

  Etika Siswa Dipertanyakan Usai Video di Kelas Viral di Media Sosial

Selain itu, masyarakat sek­i­tar juga seharus­nya ikut ambil bagian. Pepatah lama men­gatakan, “Butuh satu kam­pung untuk mem­be­sarkan seo­rang anak.” Artinya, lingkun­gan sek­i­tar pun pun­ya pen­garuh besar dalam mem­ben­tuk prib­a­di seo­rang anak. Jika lingkun­gan mem­biarkan anak-anak bebas merokok atau men­gen­darai motor, maka bukan tidak mungkin mere­ka akan men­gang­gap hal itu wajar.

Merokok di usia dini bukan­lah hal sepele. Berba­gai penelit­ian medis menye­butkan bah­wa paparan nikotin sejak kecil bisa menim­bulkan kerusakan per­ma­nen pada paru-paru, otak, dan jan­tung. Anak-anak yang ter­biasa merokok lebih berisiko men­gala­mi kecan­d­u­an di masa rema­ja hing­ga dewasa.

Selain itu, kebi­asaan merokok dap­at menu­runk­an kual­i­tas kon­sen­trasi bela­jar, memen­garuhi prestasi di seko­lah, dan mem­bu­ka pelu­ang bagi kebi­asaan buruk lain­nya. Belum lagi risiko kece­lakaan lalu lin­tas yang meningkat kare­na anak belum cukup matang untuk men­gen­darai kendaraan bermo­tor den­gan aman.

Mes­ki peri­s­ti­wa ini menyedihkan, kita bisa mengam­bil hikmah dan men­jadikan­nya seba­gai moti­vasi. Video dua anak SD yang merokok di jalan ini semestinya men­ja­di bahan reflek­si, bukan sekadar bahan olok-olok atau bahan can­daan di media sosial.

Kita per­lu men­gubah rasa kepri­hati­nan men­ja­di langkah nya­ta. Mulai dari orang tua yang lebih mem­per­hatikan anaknya, seko­lah yang mem­perku­at pen­didikan moral, masyarakat yang lebih peduli ter­hadap gen­erasi muda, hing­ga pemer­in­tah yang mene­gakkan atu­ran lebih tegas terkait pen­jualan rokok pada anak di bawah umur.

  Semangat Proklamasi Jadi Inspirasi, SMAN 1 Banyumas Gaungkan HUT RI ke-80

Seti­ap anak adalah aset berhar­ga bangsa. Gen­erasi muda adalah cer­min masa depan Indone­sia. Jika sejak kecil mere­ka sudah ter­jeru­mus pada kebi­asaan buruk, maka masa depan bangsa bisa ter­an­cam. Seba­liknya, jika mere­ka dibimb­ing den­gan baik, diberi teladan yang sehat, dan diarahkan pada hal-hal posi­tif, maka kelak mere­ka akan tum­buh men­ja­di gen­erasi yang kuat, cer­das, dan bermoral.

Peri­s­ti­wa ini harus mem­bu­ka mata kita semua bah­wa mem­ben­tuk karak­ter anak bukan tugas satu pihak saja, melainkan tang­gung jawab bersama.

Per­jalanan dua anak SD di Kabu­pat­en Ban­dung yang sem­pat direkam war­ga saat merokok di jalan bukan­lah sekadar beri­ta viral. Ini adalah pesan nya­ta yang menge­tuk hati: bah­wa ada anak-anak yang mem­bu­tuhkan per­ha­t­ian lebih, ada gen­erasi yang sedang men­cari arah, dan ada lingkun­gan yang harus lebih peduli.

Kita bisa mem­u­lai dari hal seder­hana: berhen­ti merokok di depan anak, mem­beri wak­tu untuk menden­garkan ceri­ta mere­ka, men­ga­jarkan nilai kebaikan, ser­ta men­cip­takan lingkun­gan yang sehat dan posi­tif.

Sebab, anak-anak hari ini adalah pemimpin di masa depan. Mari kita bersama-sama memas­tikan mere­ka tum­buh dalam lingkun­gan yang mem­beri teladan baik, agar tidak ter­jeru­mus pada kebi­asaan yang merugikan diri sendiri dan bangsa.

Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *