Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Membangun Integritas dan Mencegah Korupsi, Kemenkum Tekankan Pentingnya Pencegahan Kejahatan

304
×

Membangun Integritas dan Mencegah Korupsi, Kemenkum Tekankan Pentingnya Pencegahan Kejahatan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Keber­hasi­lan sis­tem peradi­lan pidana di dunia mod­ern bukan hanya diukur dari bagaimana aparat pene­gak hukum mam­pu menghukum pelaku keja­hatan, tetapi lebih pada bagaimana sis­tem terse­but dap­at mence­gah ter­jadinya tin­dak pidana sejak awal. Hal terse­but men­ja­di sorotan Kementer­ian Hukum dan HAM (Kemenkum) dalam ung­ga­han res­mi mere­ka di media sosial pada Rabu (20/8/2025).

Dalam ung­ga­han itu, Kemenkum mene­gaskan bah­wa pence­ga­han keja­hatan pidana seharus­nya dim­u­lai dari diri sendiri, yakni den­gan mem­ban­gun kesadaran, men­ja­ga integri­tas, ser­ta meno­lak segala ben­tuk prak­tik korup­si. “Kita seharus­nya dap­at melakukan pence­ga­han tin­dak keja­hatan pidana dari dalam diri kita sendiri, yaitu den­gan meningkatkan integri­tas dan mence­gah ter­jadinya korup­si,” tulis akun res­mi Kemenkum.

Perny­ataan terse­but sekali­gus menekankan bah­wa upaya mem­ber­an­tas keja­hatan, khusus­nya tin­dak pidana korup­si, tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat hukum melalui pros­es peradi­lan. Lebih dari itu, dibu­tuhkan par­tisi­pasi aktif selu­ruh lapisan masyarakat untuk mem­bi­asakan diri men­jun­jung nilai keju­ju­ran dan meno­lak peny­im­pan­gan.

  Baru Dibangun, Jalan Way Ngison Rusak: Komisi III DPRD Pringsewu Ambil Sikap

Sejalan den­gan prin­sip hukum mod­ern, keber­hasi­lan sis­tem peradi­lan pidana memang banyak diukur dari efek­tiv­i­tas pence­ga­han. Sis­tem peradi­lan yang hanya berfokus pada penin­dakan diang­gap kurang mam­pu men­cip­takan lingkun­gan yang sehat. Oleh kare­na itu, Kemenkum men­dorong masyarakat untuk lebih menekankan aspek pence­ga­han.

“Keber­hasi­lan sis­tem peradi­lan pidana di dunia mod­ern ter­letak pada bagaimana dia mence­gah keja­hatan,” tulis Kemenkum dalam ung­ga­han terse­but.

Pence­ga­han di sini tidak hanya beru­pa kebi­jakan hukum atau reg­u­lasi, melainkan juga peruba­han per­i­laku indi­vidu. Den­gan kata lain, keti­ka seti­ap orang memi­li­ki kesadaran integri­tas yang kuat, ruang ger­ak bagi keja­hatan dan prak­tik korup­si akan semakin sem­pit.

Dalam ung­ga­han yang sama, Kemenkum juga men­ga­jak masyarakat luas untuk men­jadikan integri­tas seba­gai kebi­asaan sehari-hari. “Mari kita ban­gun kesadaran integri­tas dan anti korup­si men­ja­di kebi­asaan,” demikian imbauan yang dis­am­paikan den­gan sim­bol senyum ramah di akhir kali­mat.

Seru­an ini bukan sekadar slo­gan, melainkan sebuah ajakan moral agar nilai keju­ju­ran dan antiko­rup­si benar-benar melekat dalam kese­har­i­an masyarakat. Den­gan mem­bi­asakan sikap terse­but, dihara­p­kan muncul budaya baru yang lebih sehat, bersih, dan jauh dari prak­tik peny­im­pan­gan.

Seba­gai lem­ba­ga pemer­in­tah yang berg­er­ak di bidang hukum dan hak asasi manu­sia, Kemenkum memi­li­ki per­an pent­ing dalam men­dorong kesadaran masyarakat ten­tang pent­ingnya integri­tas. Selain menyusun reg­u­lasi, kementer­ian ini juga berper­an aktif dalam sosial­isasi nilai-nilai antiko­rup­si melalui berba­gai media, ter­ma­suk media sosial.

  Chat Singkat, Polemik Panjang

Ung­ga­han yang menekankan integri­tas dan pence­ga­han korup­si terse­but turut dilengkapi den­gan sejum­lah tan­da pagar (#) seper­ti #Kemente­ri­an­Hukum, #Layanan­Hukum­Mak­in­Mu­dah, #BPS­DMHukum, dan #ItjenKe­menkum. Tan­da pagar ini mengindikasikan bah­wa pesan terse­but juga meru­pakan bagian dari pro­gram inter­nal Kemenkum dalam rang­ka edukasi hukum dan pelayanan masyarakat.

Melalui berba­gai pro­gram pen­didikan, pelati­han, dan sosial­isasi, Kemenkum berharap masyarakat tidak hanya paham ten­tang atu­ran hukum, tetapi juga benar-benar men­er­ap­kan nilai keju­ju­ran dalam kehidu­pan sehari-hari.

Korup­si hing­ga kini masih men­ja­di tan­ta­n­gan besar bagi bangsa Indone­sia. Mes­ki berba­gai upaya penin­dakan telah dilakukan oleh lem­ba­ga pene­gak hukum, prak­tik korup­si masih terus ter­ja­di di berba­gai sek­tor. Hal ini menun­jukkan bah­wa penin­dakan saja tidak cukup untuk mem­ber­an­tas korup­si, melainkan harus dibaren­gi den­gan pence­ga­han yang menyen­tuh akar masalah.

Kemenkum dalam ung­ga­han­nya ingin menekankan bah­wa seti­ap indi­vidu memi­li­ki tang­gung jawab moral untuk ikut ser­ta dalam upaya pem­ber­an­tasan korup­si. Den­gan meningkatkan integri­tas prib­a­di, seti­ap orang bisa men­ja­di ben­teng awal untuk mence­gah tin­dak pidana, baik dalam lingkup kecil maupun besar.

  IPI Lampung Dukung Penuh Permendes 3/2024, Dorong Literasi hingga Ke Desa

Ajakan Kemenkum ini men­da­p­at per­ha­t­ian kare­na menyen­tuh aspek fun­da­men­tal dalam mem­ban­gun bangsa. Integri­tas bukan hanya uru­san aparat pene­gak hukum, melainkan juga bagian dari pem­ban­gu­nan karak­ter bangsa.

Masyarakat yang berin­tegri­tas akan men­cip­takan lingkun­gan sosial dan poli­tik yang bersih. Den­gan begi­tu, pem­ban­gu­nan nasion­al dap­at ber­jalan lebih baik tan­pa ter­ham­bat oleh prak­tik korup­si yang merugikan negara.

Ke depan, Kemenkum berharap kesadaran antiko­rup­si dap­at tum­buh men­ja­di kebi­asaan kolek­tif. Bukan lagi sekadar seru­an atau kam­pa­nye, melainkan bagian dari iden­ti­tas bangsa Indone­sia. Den­gan begi­tu, sis­tem peradi­lan pidana tidak hanya berfungsi menghukum, tetapi juga melin­dun­gi masyarakat dari kemu­ngk­i­nan keja­hatan sejak dini.

Melalui pesan singkat di media sosial, Kementer­ian Hukum dan HAM mengin­gatkan bah­wa keber­hasi­lan peradi­lan mod­ern adalah bagaimana mence­gah keja­hatan, bukan sema­ta menghukum­nya. Pence­ga­han itu dap­at dim­u­lai dari diri sendiri den­gan cara men­jun­jung ting­gi integri­tas dan meno­lak segala ben­tuk korup­si.

Den­gan mem­bi­asakan sikap antiko­rup­si dalam kehidu­pan sehari-hari, dihara­p­kan lahir masyarakat yang lebih bermoral, berkead­i­lan, dan berin­tegri­tas ting­gi. Pada akhirnya, integri­tas yang kuat dari seti­ap indi­vidu akan men­ja­di fon­dasi uta­ma dalam mem­ban­gun bangsa yang bebas dari korup­si dan tin­dak keja­hatan.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *