Morowali, SniperNew.id – Setiap kali menjejakkan kaki di tanah kelahiran, Morowali, anggota DPR RI Anwar Hafid selalu memulai langkahnya dengan berziarah ke makam kedua orang tuanya. Tradisi ini ia anggap sebagai wujud bakti sekaligus pengingat bahwa keberadaannya tak lepas dari doa dan jasa sang ayah dan ibu, Selasa (19/08/25).
Melalui unggahan di media sosial Threads, akun resmi Anwar Hafid (@anwarhafid14) menulis pesan yang sarat makna. “Setiap kali kaki ini menjejak Morowali, langkah pertama yang selalu saya lakukan adalah berziarah ke makam ayah dan ibu tercinta. Doa yang terpanjatkan di pusara mereka menjadi pengingat, bahwa saya bukan apa-apa tanpa mereka berdua,” tulisnya.
Anwar Hafid menambahkan, Morowali bukan sekadar kampung halaman. Baginya, daerah ini adalah tempat peristirahatan paling nyaman, tempat yang membuat hati terasa damai dan jiwa kembali tenang. “Dan bagi saya, Morowali bukan hanya kampung halaman, tetapi juga tempat istirahat yang paling nyaman, tempat di mana hati terasa damai, dan jiwa kembali tenang,” lanjutnya.
Unggahan itu disertai video yang merekam momen Anwar Hafid disambut masyarakat Morowali. Dalam rekaman tersebut, tampak suasana hangat penuh keakraban. Warga berdesak-desakan untuk bersalaman, sementara Anwar Hafid bersama sejumlah tokoh lokal membalasnya dengan senyum dan jabat tangan.
Acara tersebut berlangsung di salah satu titik penyambutan, yang dihiasi umbul-umbul dan ornamen khas daerah. Tampak latar belakang bertuliskan “Bumi Tepe Asa Morowali”, yang menegaskan identitas daerah di mana acara berlangsung. Kehadiran masyarakat yang antusias menunjukkan besarnya perhatian dan dukungan terhadap sosok Anwar Hafid yang memang dikenal dekat dengan warga.
Anwar Hafid selama ini dikenal memiliki hubungan emosional kuat dengan Morowali. Sebagai tanah kelahirannya, daerah ini selalu menjadi tempat ia kembali untuk menenangkan diri di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat. Tradisi berziarah ke makam orang tua bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga sumber kekuatan batin bagi dirinya.
Ungkapan itu sekaligus menunjukkan nilai budaya yang kental di Sulawesi Tengah, di mana berziarah ke makam leluhur menjadi kebiasaan yang dijunjung tinggi. Kegiatan ini dianggap sebagai wujud syukur, bakti, dan doa yang tak terputus bagi mereka yang telah mendahului.
Dalam video unggahannya, masyarakat tampak menyambut hangat kedatangan Anwar Hafid. Sebagian warga mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, sementara yang lain mengulurkan tangan untuk bersalaman langsung. Anwar Hafid, yang mengenakan kemeja kotak-kotak dipadukan dengan syal bermotif khas daerah, membalas dengan senyum ramah.
Momen ini memperlihatkan kedekatan personal seorang tokoh nasional dengan masyarakat daerah. Bukan hanya hadir sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai anak daerah yang tak melupakan akar dan asal-usulnya. Sentuhan humanis inilah yang membuat sambutan masyarakat terasa tulus dan penuh kehangatan.
Selain itu, pernyataan Anwar Hafid tentang Morowali sebagai tempat yang membawa kedamaian mencerminkan rasa cinta mendalam pada tanah kelahiran. Di tengah dinamika politik dan kesibukan tugas di ibu kota, ia menganggap pulang kampung sebagai cara memulihkan energi dan menenangkan jiwa.
Pesan ini juga bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda tentang pentingnya menghormati orang tua, menjaga hubungan dengan kampung halaman, dan tidak melupakan jati diri meskipun telah meraih posisi atau jabatan tinggi.
Kegiatan ziarah semacam ini juga menjadi sarana refleksi diri. Dalam doa yang dipanjatkan di pusara orang tua, seseorang diingatkan akan perjalanan hidupnya, asal-usulnya, dan nilai-nilai yang diwariskan keluarga. Bagi Anwar Hafid, doa itu adalah pengingat bahwa semua pencapaian yang diraih tak lepas dari jasa dan restu kedua orang tua.
Kehadiran masyarakat yang memenuhi lokasi penyambutan menunjukkan bahwa Anwar Hafid tetap mendapatkan tempat istimewa di hati warga Morowali. Banyak warga yang terlihat antusias, bahkan berebut untuk sekadar berjabat tangan dan menyampaikan salam. Situasi ini menegaskan bahwa keakraban dan kedekatan seorang tokoh dengan masyarakat bukan hanya dibangun lewat jabatan, tetapi juga lewat sikap rendah hati dan keterbukaan.
Suasana di lokasi penyambutan juga tampak meriah, dengan latar belakang alam Morowali yang hijau dan rindang. Di balik keramaian, semangat kebersamaan dan rasa bangga warga terhadap tanah kelahiran mereka tampak jelas. Sambutan ini seakan menjadi bukti bahwa nilai kekeluargaan masih sangat kuat di daerah tersebut.
Dalam unggahan Threads tersebut, tidak disebutkan agenda spesifik kunjungan Anwar Hafid di Morowali. Namun, jelas terlihat bahwa momen pulang kampung ini bukan hanya soal kegiatan formal, melainkan juga sarana bersilaturahmi dan mempererat hubungan dengan masyarakat.
Pernyataan Anwar Hafid tentang dirinya yang “bukan apa-apa tanpa orang tua” merupakan pesan mendalam yang patut dicatat. Di tengah kehidupan publik yang sering penuh sorotan, ungkapan ini menunjukkan sisi personal dan kerendahan hati seorang pejabat publik.
Dengan menegaskan bahwa Morowali adalah tempat yang memberikan ketenangan batin, Anwar Hafid tidak hanya berbicara tentang kampung halaman, tetapi juga tentang makna kehidupan: menghormati asal-usul, menjaga hubungan keluarga, dan selalu bersyukur atas segala yang telah diberikan.
Unggahan ini pun menuai tanggapan positif dari warganet. Beberapa komentar memuji sikap hormat Anwar Hafid kepada kedua orang tuanya dan kedekatannya dengan masyarakat. Hal ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai luhur seperti bakti kepada orang tua dan cinta kampung halaman masih sangat diapresiasi.
Dengan semangat yang sama, kehadiran Anwar Hafid di Morowali kali ini tidak hanya sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi simbol ikatan kuat antara seorang anak daerah dengan tanah kelahirannya, serta pengingat bagi semua orang tentang pentingnya menghormati leluhur dan menjaga hubungan dengan masyarakat tempat kita berasal.
Editor: (Ahmad)













