Berita Daerah

Ngabean Wetan Guyub Rukun Rayakan HUT RI ke-80 dengan Kreativitas dan Persatuan

194
×

Ngabean Wetan Guyub Rukun Rayakan HUT RI ke-80 dengan Kreativitas dan Persatuan

Sebarkan artikel ini

Ngabean Wetan, (14 Agustus 2025) – Suasana semarak dan penuh warna mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Desa Ngabean Wetan. Warga dari berbagai kalangan bersatu padu menyajikan rangkaian kegiatan kreatif, mulai dari lomba, pawai, hiasan, hingga penampilan seni yang memukau. Perayaan ini bukan sekadar pesta tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya rasa kebersamaan dan persatuan warga desa.

Melalui unggahan di media sosial Threads, tokoh masyarakat H. Harda Kiswaya membagikan kebanggaannya atas kekompakan warganya. “Meriah dan penuh kreativitas! Warga Ngabean Wetan benar-benar kompak dalam memeriahkan HUT RI ke-80,” tulisnya. Ia menambahkan, dari hiasan, lomba, pawai, hingga gelak tawa yang mengiringi, semuanya menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan.

Puncak perayaan dimeriahkan oleh pawai budaya yang melibatkan warga dari berbagai usia. Salah satu momen mencuri perhatian adalah penampilan sekelompok peserta mengenakan busana tradisional merah yang anggun, lengkap dengan aksesori kepala bercorak khas Nusantara. Mereka membawa spanduk bertuliskan “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 – Guyub Rukun Agawe Santosa”, yang artinya kebersamaan dan kerukunan membawa kesejahteraan.

  Pekan Semarak Petualangan Literasi BKKBN Resmi Dimulai

Pawai ini tidak hanya diwarnai kostum tradisional, tetapi juga dekorasi jalan yang dipenuhi bendera merah putih dan umbul-umbul warna-warni. Sejak pagi, warga sudah memadati jalan desa untuk menyaksikan arak-arakan. Suasana semakin hangat ketika musik tradisional mengiringi langkah peserta pawai, memadukan irama khas daerah dengan semangat nasionalisme.

Lomba dan Hiburan Rakyat
Selain pawai, berbagai lomba khas 17 Agustus digelar, mulai dari panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, hingga tarik tambang. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa ikut serta, menandakan bahwa momen ini milik semua generasi. Lomba tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan, tetapi juga wahana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Gelak tawa dan sorakan penonton mengiringi setiap perlombaan. Tidak sedikit warga yang datang membawa camilan dan duduk bersama di pinggir jalan untuk menikmati jalannya acara. Kegembiraan itu menjadi potret nyata dari semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang hidup di tengah masyarakat.

Pesan Persatuan dan Harmoni
Dalam unggahannya, H. Harda Kiswaya mengingatkan bahwa energi positif dan semangat kemerdekaan hendaknya tidak hanya terasa pada momen perayaan, tetapi juga terus terjaga sepanjang tahun. “Mari kita rawat kerukunan, jaga persatuan, dan saling mendukung demi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa yang harmonis,” tulisnya.

  Komunitas Ojol Lampung Sepakat Tidak Ikut Aksi Demo 1 September 2025

Pesan tersebut sejalan dengan tema perayaan yang diangkat warga tahun ini: Guyub Rukun Agawe Santosa. Filosofi ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga harmoni, saling membantu, dan mengedepankan kepentingan bersama demi kemajuan desa dan bangsa.

Makna Lebih dari Sekadar Perayaan
Bagi warga Ngabean Wetan, perayaan HUT RI bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkokoh rasa cinta tanah air. Setiap detail acara disiapkan dengan gotong royong, mulai dari pembuatan dekorasi, persiapan kostum, hingga konsumsi bagi peserta. Hal ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kerja sama nyata di tingkat lokal.

Pawai budaya juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda. Anak-anak diajak mengenal warisan budaya lewat busana, tarian, dan musik tradisional. Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya melestarikan nilai-nilai nasionalisme, tetapi juga menjaga identitas budaya agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Antusiasme Warga dan Dampak Sosial
Antusiasme warga terlihat dari partisipasi yang merata. Bahkan warga perantauan yang kebetulan pulang kampung ikut serta membantu persiapan acara. Beberapa kelompok pemuda menginisiasi pembuatan gapura tematik di pintu masuk desa, menampilkan ornamen merah putih dengan sentuhan khas lokal.

  Perpustakaan Keliling, Bikin Warga Makin Melek Literasi!

Acara ini juga berdampak positif bagi perekonomian warga. Pedagang kaki lima, penjual makanan, dan penyedia jasa hiburan merasakan peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pengunjung dari luar desa menambah keramaian dan memperkenalkan Ngabean Wetan sebagai desa yang aktif menjaga tradisi.

Perayaan HUT RI ke-80 di Ngabean Wetan adalah contoh nyata bagaimana semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam bentuk kebersamaan, kreativitas, dan persatuan. Pawai budaya, lomba rakyat, dan hiasan meriah menjadi simbol rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus sarana mempererat hubungan sosial.

Pesan moral yang diangkat, yakni guyub rukun dan menjaga harmoni, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Jika semangat ini terus dirawat sepanjang tahun, bukan tidak mungkin Ngabean Wetan menjadi teladan bagi daerah lain dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, kreatif, dan sejahtera.

Dengan dukungan semua pihak, perayaan seperti ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga inspirasi untuk menghidupkan kembali gotong royong di era modern. Seperti yang diungkapkan H. Harda Kiswaya, menjaga persatuan dan saling mendukung adalah kunci menuju kehidupan berbangsa yang harmonis dan berkelanjutan. (Abdul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *