Berita Hukum

Warga Gugat Pemdes Pidoli Lombang ke PN Madina soal APBDes

387
×

Warga Gugat Pemdes Pidoli Lombang ke PN Madina soal APBDes

Sebarkan artikel ini

Mandail­ing Natal, SniperNew.id —  Sen­gke­ta keter­bukaan infor­masi pub­lik kem­bali men­cu­at di Kabu­pat­en Mandail­ing Natal (Mad­i­na), Sumat­era Utara. Muham­mad Amarul­lah, war­ga Desa Huta Ban­gun Jae, Keca­matan Buk­it Mal­in­tang, res­mi men­ga­jukan per­mo­ho­nan eksekusi ke Pen­gadi­lan Negeri (PN) Mad­i­na sete­lah Pemer­in­tah Desa (Pemdes) Pidoli Lom­bang diduga mengabaikan putu­san Komisi Infor­masi Provin­si (KIP) Sumat­era Utara terkait peny­er­a­han doku­men Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Desa (APB­Des) Tahun Anggaran 2024.

Langkah hukum ini beraw­al dari Putu­san KIP Sumat­era Utara Nomor: 21/PTS/KIP-SU/VI/2025 yang diba­cakan dalam sidang ter­bu­ka pada 9 Juli 2025. Dalam putu­san terse­but, Pemdes Pidoli Lom­bang diwa­jibkan meny­er­ahkan sali­nan doku­men APB­Des 2024 kepa­da Amarul­lah selaku pemo­hon infor­masi. Putu­san itu bersi­fat final dan mengikat, sesuai keten­tu­an perun­dang-undan­gan yang berlaku.

Namun, sebu­lan sete­lah putu­san diba­cakan, Pemdes Pidoli Lom­bang belum juga memenuhinya. Amarul­lah men­gaku telah beru­paya men­em­puh langkah per­suasif sebelum mem­bawa perkara ini ke ranah eksekusi pen­gadi­lan. Ia men­gir­imkan surat res­mi ke kan­tor desa dan men­co­ba men­datan­gi lokasi, tetapi kan­tor desa ter­tut­up dan tidak ada petu­gas yang melayani.

  PENYERAHAN TERSANGKA DAN BARANG BUKTI PERKARA PENJUALAN ASET YAYASAN BATANGHARI SEMBILAN DI JALAN MAYOR RUSLAN PALEMBANG

“Keti­ka saya hubun­gi lang­sung Kepala Desa, jawa­ban­nya jus­tru terke­san aro­gan dan sama sekali tidak menun­jukkan itikad untuk mematuhi putu­san KIP,” kata Amarul­lah, Kamis (7/8/2025).

Menu­rut­nya, keti­dak­patuhan ini bukan sekadar masalah admin­is­tratif, melainkan pelang­garan serius ter­hadap Pasal 60 Per­at­u­ran Komisi Infor­masi Nomor 1 Tahun 2013 ten­tang Prose­dur Penye­le­sa­ian Sen­gke­ta Infor­masi Pub­lik, ser­ta Pasal 47 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 ten­tang Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik.

“Ini bukan sema­ta-mata soal doku­men APB­Des, tapi soal keberan­ian men­jun­jung ting­gi keter­bukaan dan supre­masi hukum. Kalau putu­san lem­ba­ga res­mi saja dia­baikan, apa jadinya prin­sip negara hukum kita?” tegas­nya.

Dalam surat per­mo­ho­nan eksekusi yang dia­jukan ke PN Mad­i­na, Amarul­lah melam­pirkan sejum­lah doku­men pent­ing seba­gai buk­ti. Di antaranya:

1. Sali­nan res­mi putu­san KIP Sumat­era Utara.

2. Buk­ti per­mo­ho­nan infor­masi pub­lik yang per­nah diajukan.3. Buk­ti-buk­ti keti­dak­patuhan Pemdes Pidoli Lom­bang ter­hadap putu­san.

4. Fotokopi iden­ti­tas diri.

 

Semua doku­men terse­but dis­usun rapi untuk mem­perku­at per­mo­ho­nan eksekusi. Amarul­lah berharap PN Mad­i­na dap­at mere­spons cepat dan mem­pros­es perkara ini den­gan serius. Ia mene­gaskan bah­wa langkah­nya ini bukan sekadar demi kepentin­gan prib­a­di, melainkan bagian dari per­juan­gan war­ga desa untuk mem­per­oleh hak atas infor­masi pub­lik.

“War­ga berhak tahu bagaimana uang desa dikelo­la. APB­Des itu bukan milik prib­a­di peja­bat desa, melainkan doku­men pub­lik yang harus ter­bu­ka untuk semua,” ujarnya.

  Proyek BUMDesma Sei Bamban Disorot, Kandang Rp85 Juta Diduga Sarat Korupsi

Tem­bu­san ke Lem­ba­ga Terkait

Seba­gai ben­tuk transparan­si, tem­bu­san surat per­mo­ho­nan eksekusi ini juga dikir­imkan kepa­da beber­a­pa pihak, antara lain:

Komisi Infor­masi Provin­si Sumat­era Utara.

Kepala Desa Pidoli Lom­bang.

Dinas Pem­ber­dayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabu­pat­en Mad­i­na.

Langkah ini, menu­rut Amarul­lah, dilakukan agar semua pihak terkait menge­tahui perkem­ban­gan kasus, sekali­gus men­ja­di ben­tuk akunt­abil­i­tas pub­lik.

Sen­gke­ta Infor­masi Pub­lik yang Beru­lang

Kasus yang diala­mi Amarul­lah bukan­lah yang per­ta­ma di Sumat­era Utara. Beber­a­pa tahun ter­akhir, sen­gke­ta infor­masi pub­lik terkait APB­Des ker­ap muncul, teruta­ma kare­na masih adanya pemer­in­tah desa yang eng­gan mem­pub­likasikan doku­men anggaran. Pada­hal, UU Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik sudah tegas men­gatur bah­wa APB­Des ter­ma­suk kat­e­gori infor­masi yang wajib terse­dia seti­ap saat.

Penga­mat hukum tata negara, Dr. Faisal Hara­hap, meni­lai keti­dak­patuhan ter­hadap putu­san KIP adalah preseden buruk. “Jika pemer­in­tah desa tidak patuh pada putu­san yang bersi­fat final dan mengikat, itu sama saja mengabaikan hukum. PN memi­li­ki kewe­nan­gan untuk mengek­sekusi putu­san ini agar tidak ada lagi kepala desa yang main-main den­gan keter­bukaan infor­masi,” ujarnya.

Faisal juga mengin­gatkan bah­wa keter­bukaan infor­masi pub­lik bukan hanya soal transparan­si, tetapi juga mence­gah ter­jadinya penyalah­gu­naan anggaran. “APB­Des adalah salah satu instru­men pent­ing untuk memas­tikan dana desa digu­nakan sesuai perun­tukan,” tam­bah­nya.

  Tim Satgas SIRI Amankan Buronan DPO Tuju Tahun

Perkara ini men­da­p­at per­ha­t­ian luas dari war­ga setem­pat dan pegiat transparan­si anggaran. Mere­ka berharap PN Mad­i­na bertin­dak cepat agar putu­san KIP benar-benar dijalankan.

Media sosial juga mulai ramai mem­bicarakan kasus ini, den­gan tagar #BukaAPB­Des dan #Transparan­siD­esa trend­ing di tingkat lokal.

Beber­a­pa war­ga men­gaku kece­wa den­gan sikap Pemdes Pidoli Lom­bang yang terke­san menut­up-nutupi infor­masi. “Kami ingin tahu uang desa digu­nakan untuk apa. Kalau dikelo­la benar, kena­pa harus takut dibu­ka?” kata Sahrul, war­ga setem­pat.

Tekanan pub­lik ini diyaki­ni akan semakin kuat jika Pemdes tetap bersikukuh meno­lak meny­er­ahkan doku­men APB­Des. Aktivis LSM Mad­i­na Transparan, Rini Sire­gar, men­gatakan pihaknya siap men­dampin­gi Amarul­lah hing­ga putu­san ini diek­sekusi. “Ini adalah momen­tum pent­ing untuk mene­gakkan keter­bukaan infor­masi di tingkat desa,” tegas­nya.

PN Mad­i­na kini dihadap­kan pada tugas untuk mem­pros­es per­mo­ho­nan eksekusi terse­but. Jika eksekusi dik­ab­ulkan, aparat pen­gadi­lan akan turun lang­sung memer­in­tahkan Pemdes Pidoli Lom­bang meny­er­ahkan doku­men APB­Des 2024 kepa­da Amarul­lah.

Bila tetap tidak dipatuhi, Pemdes berpoten­si meng­hadapi sanksi lebih berat, ter­ma­suk pidana sesuai keten­tu­an UU KIP. Hal ini akan men­ja­di pengin­gat bagi selu­ruh pemer­in­tah desa bah­wa transparan­si bukan pil­i­han,  (Magri­fat­ul­lah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *