Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun 2025, berbagai instansi dan elemen masyarakat turut menyemarakkan suasana dengan menggelar beragam perlombaan kreatif dan menyenangkan, Jumat (08/08/2025)
Tak terkecuali salah satu kegiatan yang ditampilkan dalam potongan video yang baru dua jam diunggah di media sosial, memperlihatkan keseruan pegawai dan masyarakat yang tengah memainkan lomba unik: menyusun gelas kertas setinggi mungkin.
Kegiatan tersebut diadakan di lingkungan Rumah Sakit milik BUMN yang tergabung dalam jaringan IHC (Indonesia Healthcare Corporation), dengan suasana penuh semangat gotong royong dan keceriaan.
Nuansa kemerdekaan begitu terasa, dengan peserta dari berbagai latar belakang mengenakan seragam bertuliskan “AKHLAK”, nilai-nilai utama yang diusung oleh ASN dan pegawai BUMN.
Tertangkap dalam frame video adalah wajah-wajah antusias para peserta yang berusaha dengan hati-hati dan teliti menyusun gelas-gelas kertas bertuliskan “Coffee Time” menjadi menara tinggi. Tak hanya menampilkan kepiawaian dan keseimbangan, lomba ini juga menumbuhkan kerja sama tim, kesabaran, dan strategi. Meski terlihat sederhana, namun ketegangan dan keceriaan tampak berpadu dalam suasana lomba yang meriah itu.
Peringatan HUT RI selalu menjadi momen penting yang tidak hanya mengenang sejarah panjang perjuangan bangsa, namun juga menguatkan ikatan kebangsaan. Tahun ini, dengan mengusung semangat “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, berbagai instansi dan komunitas memilih untuk menyambut kemerdekaan dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Di halaman rumah sakit yang dipenuhi warna-warni baju peserta lomba, gelak tawa dan semangat juang yang bersahabat menggema. Pegawai dari berbagai divisi berkumpul tanpa sekat, menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang membangun kebersamaan dan harmoni di masa kini.
Panitia acara dengan ramah membimbing jalannya perlombaan, memastikan semua peserta mendapat giliran dan menikmati momen seru ini. Lomba tumpuk gelas bukan hanya soal siapa yang tercepat atau tertinggi, tapi juga siapa yang mampu bekerja sama dan menjaga ketenangan dalam tekanan waktu.
Simbol Kebersamaan dan Semangat Nasionalisme
Gelas-gelas kertas itu pun menjadi simbol dari kebersamaan. Setiap gelas yang ditumpuk bukan hanya mewakili satu individu, melainkan kerja sama yang erat antar rekan tim. Menara gelas berdiri tegak sebagai cerminan semangat gotong royong dan nasionalisme dalam bingkai permainan yang sehat.
Salah satu peserta lomba mengungkapkan, “Kami sangat senang bisa ikut meramaikan kegiatan ini. Walau terlihat sederhana, tapi ada nilai kebersamaan dan sportivitas yang kami rasakan. Ini jadi semacam refleksi bahwa perjuangan tidak selalu harus berat, kadang cukup dengan hati yang ringan dan senyum yang tulus.”
Tak hanya lomba tumpuk gelas, kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai lomba khas 17-an lainnya seperti tarik tambang, balap karung, estafet air, hingga makan kerupuk. Semua peserta larut dalam kemeriahan yang tidak hanya memupuk semangat, tetapi juga mempererat hubungan antarkaryawan yang selama ini mungkin hanya bertegur sapa di lorong kantor.
Acara seperti ini juga menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya nasional yang sarat nilai-nilai luhur. Di tengah tantangan zaman dan dinamika dunia kerja yang semakin cepat, momen seperti ini menjadi oase penyegar semangat dan mempererat jalinan batin sesama anak bangsa.
Selain sebagai hiburan dan pelepas penat dari rutinitas kerja, kegiatan ini juga menyampaikan pesan kuat: bahwa semangat kemerdekaan harus terus hidup dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya dalam upacara formal, tetapi juga dalam tindakan-tindakan kecil yang membangun, seperti gotong royong, kolaborasi, dan rasa memiliki terhadap tanah air.
Logo “IHC” dan “AKHLAK” yang tampak dalam video juga mempertegas komitmen institusi ini untuk tidak hanya menjalankan tugas kesehatan, tapi juga memperkuat nilai-nilai karakter bangsa di dalam internal karyawan. Melalui lomba ini, mereka membuktikan bahwa semangat nasionalisme bisa tumbuh di manapun bahkan di tengah hiruk pikuk aktivitas rumah sakit.
Yang menarik, acara ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang, termasuk tenaga medis, staf administrasi, hingga pengunjung rumah sakit. Hal ini menunjukkan semangat inklusivitas yang kental. Tidak ada perbedaan kasta atau jabatan; semua bersatu dalam keceriaan yang hangat.
Di antara tawa dan tepuk tangan, terlihat pula banyak peserta mengenakan masker atau penutup kepala, sebuah pengingat bahwa meski masa pandemi telah mereda, kehati-hatian dan kepedulian terhadap sesama tetap dijunjung tinggi.
Acara ini turut menjadi contoh positif bagaimana sebuah institusi dapat menjadi pusat edukasi dan inspirasi, tidak hanya dalam hal layanan publik, tetapi juga dalam membangun budaya kerja yang sehat dan nasionalis.
Perayaan seperti ini tentu meninggalkan pesan penting, terutama bagi generasi muda. Bahwa merayakan kemerdekaan bukan hanya dengan upacara bendera, tapi juga dengan aksi nyata yang menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lewat kreativitas, kerja sama, dan kegembiraan, nilai-nilai kebangsaan bisa ditanamkan dengan cara yang menyenangkan dan menyentuh hati.
Lomba tumpuk gelas mungkin akan cepat usai, tetapi nilai yang tertanam dari pengalaman bersama itu akan terus hidup dan membekas dalam jiwa para peserta. Sebagaimana para pendiri bangsa meletakkan dasar negeri ini dengan susah payah, demikian pula kita meletakkan satu demi satu ‘gelas’ peradaban untuk membangun Indonesia yang lebih maju, kuat, dan bersatu.
Semoga semangat ini terus bergelora, tidak hanya di bulan Agustus, tetapi juga dalam setiap hari kita menjalani hidup sebagai warga negara yang cinta tanah air.
Momen peringatan HUT RI ke-80 ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya warisan, tapi juga tanggung jawab bersama. Melalui lomba sederhana seperti tumpuk gelas kertas, masyarakat diajak untuk menyalakan kembali api semangat merah putih, menyatukan hati dalam tawa, dan meneguhkan tekad untuk terus membangun Indonesia yang lebih baik.
Dengan semangat “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, mari kita jaga dan isi kemerdekaan ini dengan kebaikan, kerja keras, serta semangat gotong royong dari gelas pertama hingga puncak menara harapan.
Editor: (Ahmad)













