Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

Sekolah Rakyat, Jalan Harapan Bebas dari Putus Sekolah

285
×

Sekolah Rakyat, Jalan Harapan Bebas dari Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Agnes Novalia tahu betul bagaimana rasanya berjuang di ten­gah keter­batasan. Per­nah men­ja­di bagian dari anak-anak yang berjuang untuk tetap berseko­lah di ten­gah kesuli­tan hidup, kini ia memil­ih untuk mem­balas per­juan­gan­nya den­gan men­ja­di guru di Seko­lah Raky­at  tem­pat di mana hara­pan ditanam dan mimpi ditum­buhkan.

  Seragam Sekolah Dilarang Dijual? Sekolah Pelosok Bicara: Kami Bukan Cari Untung, Kami Cari Solusi!

Seko­lah Raky­at bukan sekadar ruang kelas biasa. Di sana, seti­ap anak diberikan kesem­patan untuk meraih masa depan yang lebih cer­ah. Bagi Agnes, seti­ap senyum murid­nya adalah pengin­gat bah­wa pen­didikan bukan sekadar hak, tapi juga satu-sat­un­ya jalan kelu­ar dari kemiski­nan.

Dalam sebuah ung­ga­han inspi­ratif di akun Threads res­mi @kemensosri, tergam­bar jelas seman­gat per­juan­gan anak-anak yang bela­jar den­gan tekun. “Satu anak yang berani bermimpi,” ter­tulis dalam video yang mem­per­li­hatkan siswa Seko­lah Raky­at menulis di buku tulis­nya. Di balik gam­bar seder­hana itu ter­sim­pan mak­na besar: bah­wa mimpi layak dim­i­li­ki sia­pa saja, tan­pa terke­cuali.

  Dua Guru Dipecat Gegara Rp20 Ribu, PGRI Luwu Utara Gelar Aksi Damai

Ung­ga­han itu menyam­paikan pesan men­dalam: “Seko­lah Raky­at bukan hanya ruang kelas, tapi ruang hara­pan. Di sini­lah kemerdekaan men­ja­di nyata—bebas dari putus seko­lah.” Pesan terse­but meng­garis­bawahi per­an pent­ing pen­didikan dalam men­cip­takan kead­i­lan sosial dan mem­persem­pit jurang kemiski­nan antar gen­erasi.

Kementer­ian Sosial Repub­lik Indone­sia, melalui pro­gram Seko­lah Raky­at, menun­jukkan bah­wa pemer­in­tah hadir dalam mem­beri pelu­ang bela­jar bagi anak-anak dari kelu­ar­ga kurang mam­pu. Pro­gram ini men­ja­di buk­ti bah­wa den­gan keber­pi­hakan yang tepat, anak-anak Indone­sia tetap bisa tum­buh men­ja­di gen­erasi yang mandiri dan penuh cita-cita.

  Dana BOS Tak Hanya untuk Siswa? Ini Penjelasan Mengejutkan Dinas Sulut

Kisah Agnes Novalia dan murid-murid­nya adalah cer­min dari ketang­guhan dan hara­pan. Di ten­gah keter­batasan, mere­ka tidak meny­er­ah. Mere­ka melangkah maju, kare­na mere­ka per­caya: pen­didikan adalah kemerdekaan sejati.

Seko­lah Raky­at adalah suara sun­yi dari pelosok negeri yang akhirnya diden­gar. Kini, saat­nya kita semua ikut men­ja­ga dan mer­awat ruang hara­pan ini, agar tidak ada lagi anak Indone­sia yang harus memu­tus mimpi hanya kare­na tak bisa berseko­lah.

 

Sum­ber: Threads res­mi @kemensosri) | #Kemen­sos­Se­lalu­A­da

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *