Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Petani Berlindung Daun Pisang di Tengah Terik, Cuaca Panas Ekstrem Kian Memprihatinkan

191
×

Petani Berlindung Daun Pisang di Tengah Terik, Cuaca Panas Ekstrem Kian Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id —  Cua­ca panas ekstrem yang melan­da berba­gai daer­ah di Indone­sia semakin mem­pri­hatinkan. Fenom­e­na ini tak hanya dirasakan di perko­taan, namun juga mem­berikan dampak besar bagi para petani yang meng­gan­tungkan hidup dari sawah. Sebuah ung­ga­han akun Threads @33.ayang_olang.wtt pada Selasa (30/7) menyi­ta per­ha­t­ian war­ganet.

  Ada Apa di Batupute? Sekcam Andi Rukaiyah ‘Turun Gunung’ Bahas Masa Depan Anak Soppeng Riaja!"

Dalam ung­ga­han terse­but, tam­pak sejum­lah petani sedang menanam padi di ten­gah sawah yang ter­ge­nang air keruh. Uniknya, para petani itu ter­li­hat memegang daun pisang besar untuk dijadikan pelin­dung dari sen­gatan terik mata­hari. Cua­ca yang semakin panas memak­sa mere­ka men­cari cara berta­han agar tetap bisa bek­er­ja di bawah paparan sinar mata­hari lang­sung.

Narasi yang dit­ulis pada ung­ga­han itu begi­tu menyen­tuh. Akun terse­but mem­bu­ka den­gan sapaan penuh kepri­hati­nan:

“ASSALAMUALAIKUM dunia
Impone’25 Cua­ca semakin panas gaess… petani pun.. ASTAGHFIRULLAH AL ‘AZIM
Minta halal rela rid­ho”

  Kepala Desa Pantai Labu Pekan, Diduga Sengaja Berikan Anak Kendaraan Dinas Untuk Sekolah, Yang Tidak Memiliki SIM dan KTP

Doa-doa tulus pun dit­uliskan seba­gai ben­tuk hara­pan dan per­lin­dun­gan bagi para petani yang tetap bek­er­ja keras demi memenuhi kebu­tuhan pan­gan bangsa:

“ROBBI FIRLI WALI WALIDAYYA
WARHAMHUMA KAMMA
ROBAYANISHOGIRO
ALLOHUMMASHOLIALLA SAYIDINA MUHAMMAD
YAA HAQ
YAA YOQOWIYU”

Ung­ga­han ini menggam­barkan situ­asi nya­ta yang kini dihadapi petani, teruta­ma dalam meng­hadapi peruba­han iklim yang semakin ekstrem. Keti­adaan fasil­i­tas pelin­dung seper­ti topi pelin­dung atau ten­da ker­ja mem­bu­at mere­ka harus men­gan­dalkan solusi ala­mi, seper­ti daun pisang, untuk melin­dun­gi diri dari terik yang menyen­gat.

Fenom­e­na ini pun memicu empati dari banyak war­ganet. Beber­a­pa di antaranya men­gungkap­kan kepri­hati­nan men­dalam, ser­ta menyerukan pent­ingnya per­ha­t­ian dari pemer­in­tah daer­ah maupun pusat ter­hadap kon­disi ker­ja petani di lapan­gan.

  Rancangan APBD Kota Tegal TA 2025 Disetujui untuk Dibahas

Cua­ca panas ekstrem yang ter­ja­di belakan­gan ini memang men­ja­di isu serius. Selain berpen­garuh ter­hadap kese­hatan para petani, kon­disi ini juga berdampak pada kual­i­tas ser­ta hasil panen.

Sudah sep­a­tut­nya para petani pahlawan pan­gan negeri men­da­p­atkan per­ha­t­ian lebih, baik dari segi fasil­i­tas ker­ja, per­lin­dun­gan sosial, hing­ga kese­jahter­aan yang layak.

Ung­ga­han seder­hana ini men­ja­di pengin­gat bah­wa di balik semangkuk nasi yang kita nikmati, ada keringat dan per­juan­gan luar biasa yang tidak boleh kita abaikan.

Edi­tor Ahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *