Kalimantan Utara, SniperNew.id — Di tengah belantara perbatasan Indonesia-Malaysia, sebuah momen membanggakan kembali tercatat dalam catatan pengabdian Tentara Nasional Indonesia (TNI). Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad, melalui Pos Simantipal, menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan di SDN 01 Lumbis, Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis Induk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Dengan penuh semangat dan cita-cita luhur, kegiatan ini bertujuan membangun jiwa nasionalisme dan semangat cinta tanah air sejak dini kepada anak-anak perbatasan, yang selama ini tumbuh jauh dari hiruk-pikuk kota besar dan sorotan media.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program teritorial Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad yang tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga pada penguatan karakter generasi muda. Dalam kegiatan ini, para prajurit TNI terjun langsung ke sekolah-sekolah, memberikan materi wawasan kebangsaan serta pelatihan dasar yang membentuk kedisiplinan dan semangat juang siswa.
Rangkaian kegiatan meliputi:
Pelatihan dasar baris-berbaris (PBB)
Pengenalan simbol-simbol negara
Permainan edukatif bertema nasionalisme
Motivasi belajar dan perencanaan masa depan
Pembagian alat tulis kepada seluruh siswa
Inisiatif mulia ini dipimpin langsung oleh Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, yang hadir dan memberikan semangat kepada siswa dan guru. Ia menekankan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai bentuk nyata pengabdian TNI di tengah masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga tapal batas negara, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi penerus bangsa,” tegas Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra.
Tak hanya TNI, pihak sekolah juga sangat antusias. Kepala Sekolah SDN 01 Lumbis, para guru, serta tokoh masyarakat sekitar memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan ini.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 17 Juni 2025, dan berlangsung sepanjang hari di halaman serta ruang kelas SDN 01 Lumbis. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat jelas, baik dari siswa maupun para prajurit yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing anak-anak.
Perbatasan RI–Malaysia, Kalimantan Utara
Desa Mansalong di Kecamatan Lumbis Induk, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, merupakan daerah yang terletak di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Medan yang cukup sulit dan akses yang terbatas tidak menyurutkan langkah TNI untuk tetap menjangkau generasi muda yang ada di pelosok negeri.
Lokasi ini dikenal sebagai daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sehingga kegiatan semacam ini sangat berarti bagi anak-anak yang tinggal jauh dari pusat pendidikan dan informasi.
Bangun Nasionalisme dari Ujung Negeri
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk:
Menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini
Meningkatkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia
Menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat persatuan
Memberikan motivasi dan harapan bagi anak-anak perbatasan
Letkol Gde Adhy menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi penting dalam membangun bangsa. “Kami yakin, anak-anak perbatasan juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan. Mereka hanya perlu sentuhan dan dukungan yang tepat,” ujarnya.
Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan humanis dan edukatif. Prajurit TNI tidak hanya tampil sebagai instruktur, tetapi juga sebagai sahabat dan motivator bagi anak-anak. Anak-anak terlihat ceria dan antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan, dari pelatihan PBB hingga sesi motivasi dan pembagian alat tulis.
Salah satu siswa, Aisyah (11 tahun), mengaku senang karena bisa belajar hal-hal baru. “Saya jadi tahu arti bendera merah putih, dan sekarang saya ingin jadi tentara juga biar bisa jaga negara,” ujarnya polos sambil memeluk alat tulis barunya.
Kepala Sekolah SDN 01 Lumbis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Satgas Pamtas. “Anak-anak di sini jarang mendapat pengalaman seperti ini. Mereka sangat antusias dan merasa dihargai. Terima kasih kepada TNI yang telah hadir dengan semangat membangun,” katanya.
Guru-guru juga mengakui bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam pembentukan karakter siswa. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di daerah terpencil,” ujar salah satu guru.
Kegiatan ini membuktikan bahwa negara, melalui institusi TNI, benar-benar hadir hingga ke pelosok negeri. Satgas Pamtas tidak hanya menjalankan tugas pengamanan teritorial, tetapi juga menjalin kedekatan emosional dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Di tengah isu globalisasi dan tantangan digital, pendekatan edukatif yang menyentuh langsung seperti ini sangat penting agar anak-anak Indonesia tumbuh dengan identitas kebangsaan yang kuat.
Program Wawasan Kebangsaan oleh Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad di SDN 01 Lumbis bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah bagian dari misi besar membangun bangsa dari pinggiran, menyalakan harapan dari ujung negeri, dan memastikan bahwa merah putih tetap berkibar bukan hanya di tiang, tetapi juga di dada setiap anak bangsa — termasuk mereka yang tinggal di batas negara.
Email: snipernewredaksi@gmail.com
Editor: (Redaksi)
Laporan: (Armed 11)













