Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Tragedi Air Bah di Sungai Bislab: Pencarian Tuntas, Syadsya Ditemukan Meninggal Dunia

857
×

Tragedi Air Bah di Sungai Bislab: Pencarian Tuntas, Syadsya Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Maros, SniperNew.id – Sete­lah pen­car­i­an inten­sif sela­ma tiga hari, kor­ban ter­akhir trage­di air bah di Sun­gai Wisa­ta Bis­lab, Dusun Pat­tunuang, Desa Samang­ki, Keca­matan Sim­bang, akhirnya dite­mukan. Syadsya (19), maha­siswa asal Mallawa, dite­mukan ter­sangkut di akar pohon sek­i­tar 3 kilo­me­ter dari lokasi awal keja­di­an, tepat­nya di sek­i­tar Jem­bat­an Ta’deang, Jumat (24/1) pukul 09.00 WITA.

Jenazah Syadsya lang­sung dievakuasi ke RSUD dr. La Palaloi, Kabu­pat­en Maros, untuk pemerik­saan lebih lan­jut sebelum dis­er­ahkan kepa­da pihak kelu­ar­ga. Den­gan dite­mukan­nya kor­ban ter­akhir ini, pros­es pen­car­i­an yang meli­batkan Basar­nas, BPBD, TNI, Pol­ri, dan relawan res­mi berakhir.

  "Menghilang 1,5 Tahun, Siska Ditemukan Tak Bernyawa di Sumur Tua-Sang Ibu Tewas Menyusul Karena Shock"

Komen­tar Kapolsek Ban­timu­rung: Pesan Ketaba­han dan Edukasi
Kapolsek Ban­timu­rung, AKP Hj. Ema Rat­na AR, menyam­paikan bela­sungkawa yang men­dalam kepa­da kelu­ar­ga kor­ban. Ia juga mem­berikan pesan edukasi kepa­da masyarakat untuk lebih was­pa­da saat bera­da di kawasan wisa­ta alam, teruta­ma pada musim hujan.

“Kami turut berdu­ka cita atas musi­bah ini. Semoga kelu­ar­ga kor­ban diberi ketaba­han dan keku­atan meng­hadapi cobaan ini. Trage­di ini juga men­ja­di pengin­gat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati saat bera­da di kawasan yang rawan ben­cana. Kese­la­matan adalah pri­or­i­tas uta­ma, dan kami mengim­bau agar masyarakat selalu meman­tau kon­disi cua­ca sebelum berak­tiv­i­tas di tem­pat ter­bu­ka seper­ti sun­gai,” ujarnya.

Kilas Balik Peri­s­ti­wa Tragis
Keja­di­an ini bermu­la pada Kamis (22/1) pukul 17.30 WITA, keti­ka enam maha­siswa Uni­ver­si­tas Hasanud­din (Unhas) melakukan survei lokasi untuk kegiatan kam­pus di kawasan wisa­ta Bis­lab Pat­tunuang. Saat per­jalanan pulang, mere­ka dihan­tam air bah yang tiba-tiba datang dari hulu. Tiga maha­siswa berhasil sela­mat, semen­tara tiga lain­nya, yakni Jane (19), Resky (21), dan Syadsya (19), dite­mukan mening­gal dunia di lokasi yang berbe­da.

  Petani di Lampung Diserang Harimau, Selamat Berkat Teriakan Anak

Jane dite­mukan per­ta­ma pada Kamis malam di ali­ran sun­gai belakang SPBU Pat­tunuang, sek­i­tar 1 kilo­me­ter dari lokasi keja­di­an. Beber­a­pa jam kemu­di­an, Resky dite­mukan sek­i­tar 500 meter dari lokasi awal. Keti­ganya kini telah dis­er­ahkan kepa­da kelu­ar­ga untuk dimakamkan.

Pela­jaran dari Trage­di Alam
Trage­di ini mengin­gatkan kita pada keja­di­an seru­pa di lokasi yang sama pada 2018, keti­ka air bah merenggut nyawa tiga pela­jar asal Maros. Peri­s­ti­wa ini menun­jukkan beta­pa pent­ingnya kehati-hat­ian dalam meng­hadapi fenom­e­na alam yang tidak dap­at dipredik­si.

  Status Awas Semeru: Lumajang Tetapkan Darurat Bencana 19–25 November

“Kami akan mem­per­ke­tat pen­gawasan di kawasan wisa­ta alam ini dan berko­or­di­nasi den­gan pihak terkait untuk memasang lebih banyak tan­da peringatan. Kesadaran masyarakat dan pen­gelo­la wisa­ta san­gat pent­ing untuk mence­gah trage­di seru­pa teru­lang kem­bali,” tam­bah AKP Hj. Ema Rat­na AR.

Doa dan Hara­pan untuk Kelu­ar­ga Kor­ban
Kelu­ar­ga kor­ban kini ten­gah berdu­ka, namun berharap keja­di­an ini men­ja­di pem­be­la­jaran bagi semua pihak. Salah seo­rang kelu­ar­ga menyam­paikan, “Kami berharap trage­di seper­ti ini tidak ter­ja­di lagi. Kehi­lan­gan ini san­gat berat, tapi kami per­caya mere­ka bera­da di tem­pat yang lebih baik.”

Den­gan berakhirnya pen­car­i­an ini, masyarakat dia­jak untuk lebih peduli ter­hadap kese­la­matan saat bera­da di kawasan wisa­ta, khusus­nya yang memi­li­ki risiko ting­gi saat musim hujan. (Syam­sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *